HOTELBET slot preparation.lsrs.luslot

Wagub Papua Selatan Kritik Keras Tata Kelola Hutan di Lahan Proyek Strategis Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 06:44 WIB

50206 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, melayangkan kritik tajam terkait carut-marutnya pengelolaan kawasan hutan dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan lumbung pangan di wilayahnya. Ia menyoroti praktik pembukaan lahan yang dinilai dilakukan secara serampangan tanpa perencanaan matang mengenai pemanfaatan pasca-pembabatan hutan.

Kritik tersebut disampaikan Paskalis dalam sebuah rapat kerja bersama DPR di Jakarta, Selasa, 22 September 2026. Paskalis mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Menteri Kehutanan dalam rapat krusial tersebut, padahal persoalan tumpang tindih peruntukan kawasan hutan di Papua Selatan menjadi salah satu kendala utama yang menghambat jalannya program pembangunan.

Dalam paparannya, Paskalis menjelaskan bahwa PSN di Papua Selatan menargetkan luas lahan mencapai 1 juta hektar, ditambah dengan alokasi lahan seluas 2 juta hektar yang disiapkan sebagai lumbung pangan nasional. Namun, implementasi di lapangan justru diwarnai dengan pembukaan hutan yang tidak beraturan serta penolakan dari masyarakat adat pemilik hak ulayat. Selain itu, pembangunan ruas jalan sepanjang 135 kilometer dalam kerangka PSN juga masih menyisakan 77 kilometer yang belum rampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paskalis menegaskan bahwa pemerintah provinsi seharusnya diberikan kewenangan lebih besar untuk mengelola persoalan lahan agar dapat berhadapan langsung dengan masyarakat adat. Menurutnya, sistem yang berjalan saat ini cenderung sentralistik dan menghambat gerak pemerintah daerah dalam merespons konflik agraria. Ia berharap pemerintah pusat segera mengevaluasi tata kelola lahan serta memberikan otoritas kepada provinsi agar masalah di lapangan dapat ditangani lebih cepat sebelum menjadi polemik yang berkepanjangan. (*)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Digugat Warga Kalbar atas Karhutla, Pertanggungjawaban Pemerintah Dipersoalkan
94 Pengungsi Gempa NTT Tewas di Lokasi Pengungsian, Standar Pelayanan Darurat Dipertanyakan
Dana Iklan Fantastis Sudaryono Picu Pertanyaan Asal-Usul Anggaran Program MBG
Raksasa Sumber Daya Dikerahkan, Karhutla di Indonesia Masih Menjadi Ujian Berat Pemerintah
Desakan Pencopotan Menteri ATR/BPN Menguat Pasca-OTT KPK Terkait Kasus Korupsi Lahan
Sikap Kritis DPR Soal Ekosistem Kendaraan Listrik: Pemerintah Dinilai Lemah dalam Melindungi Industri Nasional
Janji Pendidikan Gratis Prabowo: Ambisi Besar di Tengah Tantangan Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru
Celah Keamanan Pangan dalam Program MBG

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:16 WIB

Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining

Senin, 21 September 2026 - 22:55 WIB

Polisi Pastikan RD Tewas karena Tersengat Listrik di Blangsere, Gayo Lues

Senin, 21 September 2026 - 13:58 WIB

PW Huda Gayo Lues Provinsi Aceh Lakukan Muswil Ke-ll dan Pemilihan Ketua  Priode 2026-2031

Minggu, 20 September 2026 - 04:34 WIB

Polisi Selidiki Kematian Petugas Kebersihan Gayo Lues yang Sempat Hilang Dua Hari

Jumat, 18 September 2026 - 19:21 WIB

Kunjungan Menteri PU ke Gayo Lues dan Aceh Tenggara, Pemerintah Pusat Fokus Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Jumat, 18 September 2026 - 15:48 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Bakti Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Rabu, 16 September 2026 - 16:22 WIB

Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria dalam Pengembangan Kasus Narkotika, Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Rabu, 16 September 2026 - 15:42 WIB

Rudi Tarigan Apresiasi Kapolres Agara Perang Narkoba, Masyarakat Diminta Berani Melapor

Berita Terbaru