HOTELBET slot preparation.lsrs.luslot

Skandal Suap HGB di ATR/BPN: Menguji Integritas Pemerintahan Prabowo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 06:17 WIB

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 20 September 2026 – Kasus suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang menyeret empat orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta tiga pejabat eselon I, telah mengguncang citra kementerian tersebut. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan barang bukti fantastis senilai Rp106,3 miliar, menjadikan kasus ini sebagai penyitaan uang terbesar dalam sejarah OTT lembaga antirasuah tersebut.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa sangat mustahil seorang menteri tidak mengetahui aktivitas terstruktur yang melibatkan orang-orang terdekatnya dalam skala kasus sebesar ini. Menurutnya, keterlibatan empat orang kepercayaan dan pejabat tinggi di kementerian tersebut menunjukkan adanya sistem yang bekerja di bawah kendali pihak tertentu, sehingga publik berhak menuntut keterbukaan informasi mengenai posisi Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, dalam skandal ini.

Dalam perspektif etika politik, seorang pejabat publik seharusnya mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya ketika orang-orang di lingkarannya terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi, guna menjaga martabat instansi dan mempermudah proses hukum. Meski Menteri Nusron Wahid menyatakan akan menghormati proses hukum dan menjadikannya bahan evaluasi internal, ia hingga kini belum memberikan klarifikasi terbuka mengenai keterkaitan dirinya dengan para tersangka yang kerap disebut sebagai representasi dirinya di kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik saat ini tengah menyoroti komitmen pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kasus ini menjadi ujian krusial bagi pemerintah apakah akan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap figur politik yang tersangkut perkara korupsi, atau justru membiarkannya berjalan tanpa langkah administratif yang berarti. KPK sendiri dituntut untuk tidak bersikap ragu atau tebang pilih, mengingat sudah adanya kesaksian di lapangan yang secara terang-terangan menyebut nama Menteri Nusron dalam pusaran aliran dana haram tersebut.

Keberadaan mafia pertanahan yang menyusup hingga ke lini struktural kementerian bukan hal baru, namun besarnya nominal suap kali ini mencerminkan betapa rentannya sektor pertanahan terhadap praktik korupsi sistemik. Jika KPK dan Presiden tidak segera mengambil langkah progresif untuk memeriksa pihak-pihak yang disebut dalam konstruksi perkara ini, maka kepercayaan publik terhadap agenda pemberantasan korupsi di negeri ini dipastikan akan semakin terpuruk. (*)

Berita Terkait

Manuver Febrie Adriansyah di Tengah Kasus Korupsi, Pakar: Jangan Sekadar Gertakan
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Segera Duduk di Kursi Pesakitan, Berkas TPPU Resmi Dilimpahkan
Tepis Isu Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Sebut Perkara Dirinya Penuh Rekayasa
Dugaan Praktik Peras Mahasiswa Baru Jalur Mandiri di Universitas Jenderal Soedirman
Janji Berantas Mafia Tanah Nusron Wahid Kini Diuji Skandal Suap di Lingkungan ATR/BPN
Rocky Gerung Soroti Peran Kecerdasan Buatan dalam Memberantas Korupsi dan Inovasi Akademik
Dugaan Keterlibatan Lingkaran Dekat Menteri dalam Kasus Suap Pengurusan HGB di Bogor
Guntur Romli Desak KPK Usut Tuntas Aliran Dana Korupsi di Kementerian ATR/BPN

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:16 WIB

Polres Gayo Lues Musnahkan 53 Ribu Batang Ganja di Pegunungan Pining

Senin, 21 September 2026 - 22:55 WIB

Polisi Pastikan RD Tewas karena Tersengat Listrik di Blangsere, Gayo Lues

Senin, 21 September 2026 - 13:58 WIB

PW Huda Gayo Lues Provinsi Aceh Lakukan Muswil Ke-ll dan Pemilihan Ketua  Priode 2026-2031

Minggu, 20 September 2026 - 04:34 WIB

Polisi Selidiki Kematian Petugas Kebersihan Gayo Lues yang Sempat Hilang Dua Hari

Jumat, 18 September 2026 - 19:21 WIB

Kunjungan Menteri PU ke Gayo Lues dan Aceh Tenggara, Pemerintah Pusat Fokus Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Jumat, 18 September 2026 - 15:48 WIB

Polres Gayo Lues Gelar Bakti Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Rabu, 16 September 2026 - 16:22 WIB

Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria dalam Pengembangan Kasus Narkotika, Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Rabu, 16 September 2026 - 15:42 WIB

Rudi Tarigan Apresiasi Kapolres Agara Perang Narkoba, Masyarakat Diminta Berani Melapor

Berita Terbaru