slot preparation.lsrs.lu

Skandal Suap HGB di ATR/BPN: Menguji Integritas Pemerintahan Prabowo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 06:17 WIB

50288 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 20 September 2026 – Kasus suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang menyeret empat orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta tiga pejabat eselon I, telah mengguncang citra kementerian tersebut. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan barang bukti fantastis senilai Rp106,3 miliar, menjadikan kasus ini sebagai penyitaan uang terbesar dalam sejarah OTT lembaga antirasuah tersebut.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa sangat mustahil seorang menteri tidak mengetahui aktivitas terstruktur yang melibatkan orang-orang terdekatnya dalam skala kasus sebesar ini. Menurutnya, keterlibatan empat orang kepercayaan dan pejabat tinggi di kementerian tersebut menunjukkan adanya sistem yang bekerja di bawah kendali pihak tertentu, sehingga publik berhak menuntut keterbukaan informasi mengenai posisi Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, dalam skandal ini.

Dalam perspektif etika politik, seorang pejabat publik seharusnya mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya ketika orang-orang di lingkarannya terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi, guna menjaga martabat instansi dan mempermudah proses hukum. Meski Menteri Nusron Wahid menyatakan akan menghormati proses hukum dan menjadikannya bahan evaluasi internal, ia hingga kini belum memberikan klarifikasi terbuka mengenai keterkaitan dirinya dengan para tersangka yang kerap disebut sebagai representasi dirinya di kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik saat ini tengah menyoroti komitmen pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kasus ini menjadi ujian krusial bagi pemerintah apakah akan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap figur politik yang tersangkut perkara korupsi, atau justru membiarkannya berjalan tanpa langkah administratif yang berarti. KPK sendiri dituntut untuk tidak bersikap ragu atau tebang pilih, mengingat sudah adanya kesaksian di lapangan yang secara terang-terangan menyebut nama Menteri Nusron dalam pusaran aliran dana haram tersebut.

Keberadaan mafia pertanahan yang menyusup hingga ke lini struktural kementerian bukan hal baru, namun besarnya nominal suap kali ini mencerminkan betapa rentannya sektor pertanahan terhadap praktik korupsi sistemik. Jika KPK dan Presiden tidak segera mengambil langkah progresif untuk memeriksa pihak-pihak yang disebut dalam konstruksi perkara ini, maka kepercayaan publik terhadap agenda pemberantasan korupsi di negeri ini dipastikan akan semakin terpuruk. (*)

Berita Terkait

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta
Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah

Berita Terbaru