Kapolri Tegas Tolak Usulan Polri di Bawah Kementerian: Pilih Jadi Petani daripada Jadi Menteri Kepolisian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 17:43 WIB

50277 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan penolakan tegas terhadap wacana pengalihan institusi Polri di bawah koordinasi kementerian. Penegasan itu disampaikan langsung dalam rapat kerja bersama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Kapolri saat menanggapi usulan dari sejumlah anggota legislatif yang mengusulkan akan lebih efektif jika Polri berada dalam struktur kementerian, dalam hal ini membentuk Kementerian Kepolisian. Namun, bagi Kapolri, keberadaan Polri di bawah presiden sebagaimana tertuang dalam sistem ketatanegaraan saat ini adalah bentuk independensi dan kekuatan institusi penegak hukum yang wajib dipertahankan.

“Saya tegaskan di hadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian,” ujar Listyo Sigit yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari anggota Komisi III DPR RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Kapolri menegaskan bahwa menempatkan institusi Bhayangkara di bawah kementerian bukan hanya akan mengurangi independensi Polri, tetapi juga justru akan melemahkan peran Presiden sebagai pimpinan langsung lembaga tersebut. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kemunduran dalam sistem penegakan hukum dan pengelolaan keamanan dalam negeri.

“Saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan Presiden,” tegasnya.

Jenderal Listyo menambahkan, apabila terdapat pilihan kompromi dengan membentuk kementerian khusus yang menaungi kepolisian namun tetap dipimpin Kapolri, ia lebih memilih untuk tidak menjabat sama sekali. Bahkan, ia secara terbuka menyatakan kesiapannya mundur dari jabatan ketimbang menyetujui skema tersebut.

“Oleh karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” ujarnya tegas.

Tidak hanya itu, ia juga menanggapi isu yang menyeret namanya sebagai kandidat Menteri Kepolisian. Jenderal Listyo menolak tawaran tersebut dengan keras dan menyatakan lebih baik kembali ke kehidupan sederhana.

“Kalaupun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tuturnya yang kembali disambut aplaus dari ruang sidang.

Sikap keras Kapolri tersebut menandai konsistensinya dalam menjaga posisi dan marwah kepolisian sebagai institusi profesional dan netral dalam sistem pemerintahan. Ia pun secara tegas menyerukan semangat juang kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mempertahankan posisi Polri tetap berada di bawah presiden sebagai simbol supremasi sipil dan kekuatan konstitusional.

“Saya minta kepada seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya.

Pernyataan Jenderal Listyo Sigit menjadi penegasan bahwa isu penataan ulang posisi Polri dalam struktur pemerintahan bukan hanya persoalan administratif, tetapi menyangkut integritas kelembagaan dan kecermatan dalam merancang masa depan penegakan hukum di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Dinamika Tuntutan Berat untuk Nadiem Makarim dalam Dugaan Korupsi Chromebook: Polemik Digitalisasi yang Menyeret Mantan Menteri ke Meja Hijau
Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 06– 12 Mei 2026
KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional
Dirjen LIP Apresiasi TA Khalid Dalam Percepatan Rehab Lahan Pertanian Paska Bencana
Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Profesionalisme dan Modernisasi Hadapi Tantangan Baru
Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026
PJI Kaltim dan MIO Indonesia Soroti Pengamanan Demo Samarinda: Humanis, Profesional, dan Jaga Ruang Demokrasi

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Mushola di Gunung Cut Kini Tampak Lebih Bersih dan Nyaman

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:01 WIB

TNI Terus Bergerak untuk Rakyat, Rumah Warga Prasejahtera di Tangan-Tangan Mulai Dibongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:24 WIB

Puluhan Warga Antusias Ikuti Pengobatan Gratis Kodim 0110/Abdya di KDKMP Padang Panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:10 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, Dandim 0110/Abdya Hadiri Peresmian KDKMP di Susoh

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:38 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Bangun Kanopi Teras di Setiap Rehab RTLH

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

MCK TMMD ke-128 Kodim Abdya Siap Dukung Kebutuhan Sanitasi Warga Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB