Dari Luka Bencana ke Asa Baru: Nurhayati dan Cahaya Kepemimpinan Perempuan Aceh Tamiang

HW

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:39 WIB

50323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS|TAMIANG – Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh khususnya yang terparah di Kabupaten Aceh Tamiang, namun secercah harapan kembali lahir dari sosok perempuan tangguh. Nurhayati, satu-satunya perempuan yang terpilih sebagai Datok Penghulu Kampung Sungai Kuruk Dua, tampil sebagai simbol keteguhan, kepedulian, dan kebangkitan masyarakat pascabencana.

Terpilihnya Nurhayati bukan sekadar kemenangan pribadi melainkan momen bersejarah bagi masyarakat Sungai Kuruk Dua. Nurhayati yang kerap disebut sebut sebagai “Srikandinya Aceh Tamiang”, yang semangat juangnya mengingatkan pada pahlawan nasional perempuan Aceh seperti Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, hingga Laksamana Keumalahayati perempuan pemberani yang mengukir sejarah bangsa Indonesia

Sejak awal musibah banjir melanda, Nurhayati terjun langsung mengurusi para korban. Ia aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, serta menguatkan nilai sosial di tengah kondisi serba sulit. Di luar masa darurat bencana, Nurhayati aktif dalam sektor pertanian, pembinaan majelis taklim kaum ibu ibu, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan jiwa kepemimpinan yang elegan, Nurhayati membangun jejaring silaturahmi yang kuat baik dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan nasional, kaum ibu, maupun generasi muda. Sosoknya yang murah senyum, bersahaja, dan berkomitmen pada kebenaran menjadikannya figur pemersatu di tengah masyarakat.

“Kemenangan hari ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Sungai Kuruk Dua,” ujar Nurhayati dalam pernyataannya. Nurhayati mengajak seluruh warga untuk merapatkan barisan, sama sama bergotong royong dalam membangun kembali kampung yang telah porak poranda, dengan semangat keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap musibah menyimpan hikmah besar.

Nurhayati juga menegaskan pentingnya komunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, hingga para wakil rakyatguna mendorong percepatan pembangunan kampung ke depan.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Edy Asyaruddin, SE, anggota DPRA, atas nasihat dan dukungan yang diberikan, serta kepada Om Sur yang selama ini membimbing dan menanamkan semangat sejarah kepemimpinan perempuan Aceh, sejak era Sultan Iskandar Muda hingga Sultanah Safiatuddin dan Laksamana Keumalahayati.

Ke depan, Nurhayati menargetkan Sungai Kuruk Dua menjadi desa percontohan (pilot project) dan desa teladan, khususnya dalam pemulihan pascabencana, penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan akses internet gratis bagi masyarakat.

“Walaupun kami dilanda banjir, kami ingin memberi contoh terbaik. Dari Sungai Kuruk Dua untuk 6.500 desa di Aceh, 290 kecamatan, dan 23 kabupaten/kota,” tuturnya.

Dengan semangat Merah Putih yang tak pernah pudar, Nurhayati berkomitmen membangun Sungai Kuruk Dua dalam bingkai Syariat Islam, kebinekaan, dan keutuhan NKRI. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdoa, bersatu, dan bergerak cepat dengan cara-cara baru yang berbasis fakta dan bukti demi kesejahteraan rakyat.

Berita Terkait

Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak
Presiden Apresiasi Pembangunan 600 Hunian Cepat untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Mendagri Minta Kepala Daerah di Aceh Percepat Pendataan Pascabencana
Presiden Prabowo: Pemerintah Terbuka terhadap Bantuan, Asalkan Sesuai Mekanisme Resmi
Satu Bulan Pascabencana, Pemerintah Mulai Wujudkan Langkah Konkret di Aceh dan Sumatra
Presiden Prabowo Minta Maaf Belum Kunjungi Seluruh Daerah Terdampak Banjir di Sumatra
Presiden Prabowo Tinjau Hunian Sementara untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Bea Cukai Peduli Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Banjir di Kampung Air Tenang, Aceh Tamiang

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:54 WIB

Satu Bulan Tanpa Kepastian, Pengungsi Banjir Aceh Timur. Kami Mau Pindah ke Mana?

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:52 WIB

Komitmen Sentuhan Pimpinan Diawal Tahun 2026: Kapolres Kampar Cek Kesiapan Pos Pam Tapung, Beri Bingkisan, Kapolres: Tetap Semangat, Masyarakat Terlayani

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:09 WIB

HWK Sumbar Tembus Daerah Terisolir di Solok, Soroti Urgensi Bantuan Hunian dan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:40 WIB

POLRI–TNI Amankan Perayaan Natal di Kabupaten Gayo Lues Pascabanjir

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:53 WIB

BRIN Paparkan Riset Strategis pada Gubernur Sumbar Mahyeldi untuk Dukung Pembangunan Daerah

Sabtu, 20 Desember 2025 - 21:42 WIB

Disaksikan Menhut, Gubernur, Kapolda, Pangdam XlX, Kajati Riau: Panumbangan Sawit Awali Pemulihan Tesso Nilo

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:22 WIB

Bea Cukai Aceh Kirim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan ke Lhokseumawe dan Langsa

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:40 WIB

Bupati Jepara dan Agus Kliwir Sepakat Perkuat Legalitas Media di Jateng

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Kuala Amankan Tiga Orang Pelaku Pencurian: Ini Kronologisnya

Rabu, 7 Jan 2026 - 01:17 WIB