HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Zona Anak Hadir Pascabencana di Aceh Tamiang, Wujud Kepedulian terhadap Pemulihan Psikososial Anak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 01:17 WIB

50578 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG — Pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya, upaya pemulihan tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyasar aspek psikososial, terutama bagi anak-anak. Salah satu inisiatif yang dihadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Program Zona Anak, yang digagas oleh komunitas Dongeng Ceria sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk tetap bisa belajar, bermain, dan tumbuh dalam suasana yang menyenangkan di tengah kondisi darurat.

Dena, salah seorang relawan dari Dongeng Ceria yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini, mengungkapkan bahwa gagasan menghadirkan Zona Anak muncul dari kepedulian setelah melihat langsung situasi di lapangan. Saat pertama kali tiba di lokasi terdampak, ia melihat banyak anak-anak berlarian di jalan dan mengejar kendaraan relawan, sementara orang tua mereka sibuk membersihkan rumah dan lingkungan usai banjir. Kondisi ini dianggap berisiko terhadap keselamatan anak, baik akibat kemungkinan kecelakaan di jalan maupun paparan debu dan lumpur yang dapat mengganggu kesehatan.

“Anak-anak butuh tempat yang aman dan layak. Saat orang tua mereka harus fokus memulihkan rumah, anak-anak biasanya tidak terpantau dengan baik. Zona Anak ini menjadi ruang yang aman dan terarah untuk aktivitas mereka,” ujar Dena di sela pelaksanaan kegiatan, Rabu (1/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Zona Anak digelar secara kolaboratif bersama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak dan penanganan kebencanaan. Salah satu titik pelaksanaan program ini berada di Mushola Al Hikmah, Kecamatan Karang Baru. Di lokasi tersebut, tercatat antara 50 hingga 100 anak mengikuti kegiatan harian. Dena menyampaikan apresiasi khusus kepada para ibu dan warga setempat yang ikut terlibat aktif, mulai dari menyiapkan makanan hingga membantu mengelola kegiatan harian anak-anak.

Setiap Zona Anak menerapkan pola kegiatan yang sama, didesain secara terstruktur untuk membantu anak-anak tetap mendapatkan stimulasi positif. Kegiatan dimulai usai salat Zuhur, diawali dengan makan siang bersama, dilanjutkan dengan bermain, aktivitas motorik seperti menggambar, menulis cerita, melipat origami, hingga ice breaking. Menjelang sore, anak-anak diajak kembali untuk istirahat, salat Asar berjemaah, dan sesi mengaji menggunakan Iqro atau Al-Qur’an. Selain itu, ada pula pelatihan nilai-nilai disiplin dan kemandirian, seperti merapikan sandal, membersihkan tempat belajar, dan mengikuti jadwal piket bergiliran.

Dena menyebutkan bahwa program ini merupakan upaya memastikan hak anak tetap terpenuhi meskipun mereka sedang berada dalam situasi yang penuh keterbatasan. Menurutnya, dalam segala kondisi, anak-anak tetap berhak belajar, bermain, dan merasa aman. Zona Anak hadir untuk menumbuhkan semangat dan harapan bahwa mereka tetap bisa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.

“Ini bukan sekadar ruang bermain. Kami berharap anak-anak merasa bahwa mereka tetap dihargai, tetap belajar, dan bisa bermimpi besar meskipun dalam keadaan sulit,” ujarnya.

Zona Anak juga akan terus beroperasi sampai anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah secara normal. Mengingat sejumlah sekolah masih belum bisa digunakan karena terdampak banjir, kegiatan ini menjadi pengganti sementara untuk menjaga kesinambungan pendidikan dasar. Dongeng Ceria juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membersihkan fasilitas pendidikan agar belajar tatap muka bisa segera dimulai kembali.

Program ini disambut antusias tidak hanya oleh orang tua, tetapi juga anak-anak. Ayesha Ningrum (8), siswi kelas dua sekolah dasar, mengaku senang mengikuti kegiatan seperti menggambar dan bermain bersama. Hal senada disampaikan oleh Aufa Bima (10), siswa kelas lima SD, yang merasa bahagia bisa tetap aktif dan bergembira sambil membantu membersihkan lingkungan masjid.

Hingga hari ini, Zona Anak telah hadir di lima titik di wilayah terdampak, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Zona Anak 1 di Desa Medang Ara, Dusun Suka Makmur, Kecamatan Karang Baru, mengakomodasi sekitar 50 anak.
  2. Zona Anak 2 di Desa Medang Ara, Dusun Barang Mekku, Kecamatan Karang Baru, diikuti 42 anak.
  3. Zona Anak 3 di Mushola Al Hikmah, Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, dengan jumlah peserta antara 50 hingga 100 anak.
  4. Zona Anak 4 di Mushola Lorong B, Kampung Jawa Langsa, Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, melayani 70 hingga 100 anak.
  5. Zona Anak 5 di Dusun 1 dan 2, Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, dengan jumlah anak mencapai sekitar 150.

Pemerintah daerah dan masyarakat di tingkat lokal memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Keberadaan Zona Anak menjadi salah satu komponen penting dalam upaya pemulihan pascabencana yang holistik, yakni tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan pemulihan sosial dan psikologis, khususnya bagi kelompok usia paling rentan. Dalam jangka panjang, inisiatif seperti ini diharapkan dapat menginspirasi model penanganan bencana yang lebih ramah anak dan berbasis komunitas. (*)

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai
Pasokan Ayam MBG di Aceh Tamiang Belum Berizin, Standar Higienis Dipertanyakan
Dua Warga Aceh Tamiang Korban Perdagangan Orang di Madagaskar Kembali ke Tanah Air

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru