HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

HWK Sumbar Tembus Daerah Terisolir di Solok, Soroti Urgensi Bantuan Hunian dan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:09 WIB

50245 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok – Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dalam membantu korban bencana alam di Sumatera Barat. Menyalurkan amanah donasi dari DPP HWK, DPD HWK Sumatera Selatan, Alumni AG SMANTA Palembang, serta para donatur perorangan, tim HWK Sumbar pada 23 – 26 Desember 2025 menyisir wilayah terdampak banjir mulai dari Kota Padang hingga daerah terparah di Kabupaten Solok.

Rangkaian penyaluran bantuan dimulai pada 23 Desember 2025 di Kota Padang dan dikoordinir oleh Wakil Ketua HWK Sumbar, Yeni Zafitri, SE, bersama jajaran pengurus lainnya, yaitu Dian Anggraini, M.Pd, Dra. Witra Dewi, M.Pd, Dewan Kebijakan Dra. Hallen A., M.Pd, Sasmin Nurhasmi, serta Sekretaris Rita Novita, M.Hum. Dalam kegiatan tersebut, HWK Sumbar menyalurkan 200 pasang sandal jepit dari DPP HWK serta 50 paket baju koko dan 50 jilbab dari para donatur kepada warga terdampak banjir.

Gerakan kemanusiaan berlanjut pada Kamis (25/12) dengan menyasar Kabupaten Solok. Daerah tujuan meliputi Selayo, Koto Hilalang, Saniangbaka, Penyinggahan, dan Muaro Pingai. Ketua DPD HWK Sumbar, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, berhalangan hadir karena kondisi kesehatan, sehingga penyaluran bantuan diwakili oleh jajaran pengurus, yakni Dra. Witra Dewi, M.Pd, AKBP Dewi Sartika, dan Ibu Rina Melati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lapangan, tim didampingi oleh pengurus HWK Kabupaten Solok, Ibu Viva Ria. Akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri karena beberapa wilayah sulit dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, distribusi selanjutnya dibantu oleh relawan setempat, Desvia Lestari dan Suhandrizal, yang telah mengantongi data valid korban, khususnya warga yang rumahnya tersapu banjir.

Selain menyalurkan logistik, HWK Sumbar juga melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pascabencana, terutama di wilayah Cacang, Junjung Sirih, dan Selayo. Hasil pemantauan menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan mendesak para korban.

Di Cacang dan Junjung Sirih, kerusakan infrastruktur tergolong sangat parah. Warga tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mata pencaharian utama. Sawah yang sebelumnya menjadi sumber ekonomi kini berubah menjadi hamparan puing, batu besar, dan kayu gelondongan. Kondisi serupa terjadi di Selayo, di mana lahan pertanian produktif tertimbun pasir, lumpur, dan bebatuan sehingga melumpuhkan perekonomian masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, untuk kebutuhan dasar seperti sembako, pakaian, dan peralatan dapur, warga sudah cukup banyak menerima bantuan. Namun, berdasarkan pantauan kami di lapangan, kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bantuan dana tunai serta pembangunan kembali hunian tetap,” ujar perwakilan HWK Sumbar. Bantuan tersebut dinilai krusial untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi warga yang harus memulai kembali dari nol.

Kegiatan tersebut ditutup pada Jumat (26/12/2025). Penutupan ditandai dengan penyaluran bantuan kepada warga Desa Koto Hilalang, Solok, yang terdampak bencana.

Dalam misi kemanusiaan kali ini, HWK Sumbar menyerahkan berbagai perlengkapan rumah tangga, antara lain: 11 unit kompor gas lengkap siap pakai, 11 unit dispenser dan 11 unit penanak nasi (magic com), 300 pasang sandal jepit (donasi DPP HWK), 26 paket peralatan dapur (kuali, piring, sendok, cangkir, dan rantang), Perlengkapan sanitasi berupa 10 tempat penampung air (25 liter), 10 ember, dan 10 baskom besar, dan 29 unit tempat sayur dan 10 bungkus randang ubi.

HWK Sumbar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuannya. Ke depan, diharapkan perhatian masyarakat dan pemerintah dapat lebih difokuskan pada rekonstruksi hunian serta pemulihan lahan pertanian demi keberlangsungan hidup para korban dalam jangka panjang.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Dari SPPG Cinta Maju, Menjaga Gizi dan Menggerakkan Ekonomi Masyarkat
Tiga Jenis Bakteri Terdeteksi dalam Kasus Keracunan Massal Siswa di Karo
Tahu Wajib Zakat, Mengapa Masih Enggan Membayar ?
20 Rumah Hangus Terbakar di Ulun Tanoh, Anggota DPR Dapil 2 Salurkan Bantuan
Prof. Sutan Nasomal SH MH,Kasus Keracunan Siswa SMPN 1 Makale Seharusnya Tidak Terjadi. Aparat Wajib Sidik SPPG!
PERMAHI Jambi Soroti Tantangan Keberlanjutan Koperasi Merah Putih Seminar PERMAHI Jambi Soroti Masa
Sinergi dan Lantunan Sholawat, Pos Kotis Satgas Yonarmed 13/Nanggala Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Nurul Hudud
Camat Lamba Leda Utara Minta Maaf pada BNPB, Luruskan Polemik Bantuan Gempa NTT

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:48 WIB

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Rabu, 16 September 2026 - 03:41 WIB

Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Rabu, 16 September 2026 - 03:28 WIB

Menakar Beban Fiskal, Danantara Buka Suara Terkait Isu Setoran Rp 120 Triliun

Rabu, 16 September 2026 - 03:23 WIB

Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru