Banda Aceh — Di tengah duka banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan mahasiswa Universitas UBGG kembali membuktikan bahwa nurani kemanusiaan masih hidup dan bergerak. Melalui aksi penggalangan dan penyaluran bantuan, mahasiswa hadir langsung membantu masyarakat terdampak, saat harapan banyak warga justru lebih dahulu datang dari solidaritas sesama rakyat.
Bantuan yang dihimpun berupa kebutuhan pokok, logistik darurat, serta donasi dari mahasiswa, ormawa, dan masyarakat luas. Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga cerminan tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan sosial yang peka terhadap penderitaan rakyat. Di tengah keterbatasan dan minimnya fasilitas, mahasiswa tetap turun ke lapangan, menembus medan sulit demi memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Koordinator Lapangan, *Salim Syuhada JA*, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat. *“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa UBGG, ormawa, dan masyarakat yang dengan tulus menyumbangkan tenaga, pikiran, dan materi. Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud nyata solidaritas dan kemanusiaan yang tidak boleh padam,”* ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun di balik apresiasi tersebut, Salim juga melontarkan kritik keras kepada pemerintah pusat. Ia menilai kehadiran negara dalam penanganan bencana masih belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat terdampak. *“Ketika mahasiswa dan masyarakat sipil harus bergerak lebih dulu, ini menjadi pertanyaan besar tentang di mana negara berdiri. Pemerintah pusat seharusnya tidak datang terlambat. Penanganan bencana harus cepat, serius, dan menyentuh akar persoalan, bukan sekadar seremonial dan janji,”* tegasnya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya ujian alam, tetapi juga ujian kepemimpinan dan keberpihakan. Mahasiswa UBGG dan Ormawa menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama rakyat, sekaligus mengawal tanggung jawab negara agar tidak abai terhadap keselamatan dan masa depan masyarakat Aceh dan Sumatra.
































































