slot preparation.lsrs.lu

Tawaran 138 Blok Migas ke Rusia: Diplomasi Energi atau Ilusi Investasi?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 02:26 WIB

50256 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 7 September 2026 – Pemerintah Indonesia melangkah agresif dengan menawarkan 138 wilayah kerja eksplorasi minyak dan gas bumi kepada investor asal Rusia. Langkah ini dikukuhkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam lawatannya di Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, sebagai upaya strategis untuk menarik teknologi dan modal asing guna mendongkrak produksi energi nasional yang kian tergerus.

Namun, manuver pemerintah ini dihadapkan pada realitas lapangan yang pragmatis. Sejumlah kalangan, termasuk anggota Komisi 12 DPR RI, Syarifasyah, memberikan catatan kritis atas urgensi dan efektivitas tawaran tersebut. Musababnya, Rusia sendiri saat ini merupakan raksasa energi yang memiliki cadangan migas melimpah yang bahkan belum tergarap secara maksimal di dalam negerinya sendiri. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai urgensi Rusia untuk membenamkan modal di sektor hulu migas Indonesia yang memiliki tingkat risiko dan tantangan investasi yang tidak bisa dianggap remeh.

Kritik terhadap kebijakan ini berfokus pada ketidaksinkronan antara tawaran pemerintah dengan profil investor. Rusia diperkirakan cenderung lebih realistis jika hanya menyasar sektor hilir, seperti perdagangan minyak mentah (crude oil) untuk memenuhi kebutuhan domestik Indonesia, daripada melakukan investasi jangka panjang dalam eksplorasi blok migas yang membutuhkan biaya besar dan ketidakpastian tinggi. Pemerintah Indonesia dinilai perlu lebih cermat dalam memetakan daya tarik blok-blok migas tersebut agar tidak sekadar menjadi tawaran di atas kertas yang minim realisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain tawaran 138 blok eksplorasi, pemerintah juga membuka pintu lebar bagi investor Rusia untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur strategis seperti kilang minyak dan terminal penyimpanan energi terintegrasi. Meski demikian, tanpa adanya insentif yang kompetitif dan kepastian hukum yang kuat, tantangan untuk menarik minat Rusia tetap menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah. Fokus pada penguatan hubungan melalui perdagangan komoditas hilir dinilai menjadi jalan tengah yang lebih masuk akal ketimbang memaksakan kolaborasi di sektor hulu yang saat ini belum terlihat menjadi prioritas bagi perusahaan-perusahaan energi asal negeri beruang merah tersebut. (*)

Berita Terkait

Rumor Kematian Kim Jong Un Terbantahkan Lewat Kemunculan ke Publik
Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Ribuan Ditangkap dan Ratusan Polisi Terluka
Malaysia Desak Isu Kabut Asap Lintas Negara Jadi Agenda Serius di ASEAN
Singapura Layangkan Notifikasi Hukum, Pemerintah Indonesia Fokus Penanganan Karhutla di Lapangan
Ditegur Singapura, Negara Kalah Tegas: Tujuh Korporasi Indonesia Diancam Denda Akibat Ekspor Kabut Asap
Singapura Layangkan Surat kepada Tujuh Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap Lintas Batas
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes Diplomatik Soal Kabut Asap, Modal Perusahaan Malaysia di Indonesia Ikut Disorot
Karhutla Besar Landa Sumatera dan Kalimantan, Kabut Asap Tebal Selimuti Malaysia dan Singapura

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB