Tiga Calon Manajer Koperasi Desa Meninggal Saat Latihan Kemiliteran, DPR Minta Evaluasi Standar Pelatihan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:46 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Meninggalnya tiga peserta calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan/Merah Putih saat menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menjadi perhatian publik dan mendorong evaluasi dari berbagai pihak. Ketiga korban, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Novia Rahmadhani Sihotang, wafat secara beruntun pada pertengahan hingga akhir Juni 2026 di lokasi pelatihan yang berbeda.

Peristiwa ini bermula dari Anisa Muyassaroh yang dikabarkan mengalami gangguan kesehatan ketika mengikuti pendidikan militer di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer VI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 18 Juni 2026. Ia sempat mendapat penanganan medis namun akhirnya dinyatakan meninggal akibat heat stroke.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq, peserta kedua, mengikuti pelatihan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AD, Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Ia mengalami penurunan kondisi kesehatan dan dinyatakan meninggal pada 17 Juni 2026 akibat cardiac arrest meskipun telah diberikan pertolongan medis oleh tenaga kesehatan satuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal dunia pada 23 Juni 2026 saat mengikuti Latsarmil di Jakarta. Novia diketahui merupakan calon manajer Koperasi Merah Putih di Kota Padangsidimpuan serta alumnus Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

Menanggapi kejadian ini, Komisi I DPR RI meminta kementerian dan lembaga terkait untuk meninjau ulang standar pelaksanaan dan materi Latsarmil. Harapannya, evaluasi tersebut dapat memastikan keamanan peserta sipil tanpa mengurangi tujuan pengembangan kapasitas mereka sebagai calon pemimpin koperasi desa. Anggota Komisi I menegaskan pentingnya memperketat pelaksanaan dan menyesuaikan porsi pelatihan militer dengan kebutuhan para calon manajer.

Kementerian Pertahanan melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan juga menegaskan seluruh peserta telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan sesuai aturan sebelum menjalani pelatihan. Namun, insiden beruntun ini tetap memaksa pengambil kebijakan untuk memeriksa kembali keselamatan dan relevansi pelatihan militer dalam program pengembangan sumber daya manusia berbasis koperasi desa dan kelurahan.

Sampai kini, penyelenggaraan program dan model pelatihan masih berada dalam pembahasan intensif, sementara proses penyelidikan terhadap penyebab kematian para peserta dilaporkan terus berjalan. Seluruh pihak berharap evaluasi menyeluruh akan melahirkan standar pelatihan yang lebih aman dan sesuai keperluan masa depan koperasi desa di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Rawat Inap di RS Polri, Kuasa Hukum Sebut Kondisi Stabil namun Perlu Pengawasan Medis
Ketua Yayasan IFSR Ditahan, Enam Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis Terseret Pengusutan Kejaksaan Agung
PT Palma Sumber Lestari di Pasangkayu: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Aroma Bisnis Sawit
Dancer DH Gracia Pertahankan Dominasi, Kembali Juarai Kelas Sprinter dan Harumkan Nama Gayo Lues
Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Malang, Bakar Ban hingga Ancam Turun dengan Massa Lebih Besar
Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!
BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim
Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:50 WIB

Dugaan Korupsi Jembatan Silayar di Aceh Tenggara, 2 Tersangka Resmi Ditetapkan Kejaksaan

Senin, 22 Juni 2026 - 16:32 WIB

‎“Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita” Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Sabu di Babussalam

Senin, 22 Juni 2026 - 13:38 WIB

Karyawan Cafe Bawa Kabur Motor dan Laptop, Pelarian AS Berakhir di Jambi

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:38 WIB

Bupati Aceh Tenggara Diminta Audit Inspektorat ADD Kute Bunin Kecamatan Lawe Sumur

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:02 WIB

Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika ‎

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:37 WIB

Gerak Cepat! Kurang Dari 24 Jam, URC Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:46 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:53 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Berita Terbaru