Produktivitas Pariwisata Dipertanyakan, Aktivis Desak Bupati Evaluasi Kadis Pariwisata Aceh Selatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:51 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN – Aktivis pariwisata Aceh, Tonicko Anggara, melontarkan kritik terhadap kinerja Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Muchsin. Ia bahkan mendesak Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dinas tersebut.

Tonicko Anggara, putra Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif LEPPAMI HMI Cabang Banda Aceh tersebut, menilai pengelolaan sektor pariwisata di Aceh Selatan selama ini terlalu berorientasi pada pencapaian seremonial, namun minim dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Contohnya, Aceh Selatan berkali-kali meraih prestasi pada ajang Anugerah Pesona Indonesia Award. Seharusnya kemenangan itu menjadi katalisator untuk meningkatkan mutu pariwisata daerah, memperkuat branding destinasi, dan mendatangkan manfaat ekonomi. Tapi yang terjadi, kemenangan-kemenangan itu berlalu begitu saja tanpa tindak lanjut yang jelas,” ujar Tonicko Anggara (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pola yang sama terus berulang dari tahun ke tahun. Prestasi di level nasional hanya menjadi kebanggaan sesaat, tanpa dibarengi program lanjutan yang mampu mengubah potensi wisata menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kami menilai pola seperti ini jauh dari visi Bupati Aceh Selatan yang ingin menghadirkan daerah yang maju dan produktif. Bagaimana bisa disebut produktif jika sektor pariwisata hanya dikelola secara seremonial dan tidak melahirkan dampak ekonomi bagi masyarakat?” katanya.

Tonicko Anggara menegaskan, selama orientasi pembangunan pariwisata hanya mengejar penghargaan, festival, atau kegiatan seremonial tanpa roadmap keberlanjutan, maka sektor tersebut tidak akan pernah menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Kalau hanya sebatas acara, sebatas juara, tanpa keberlanjutan, maka tidak akan ada multiplier effect. Tidak ada perputaran ekonomi, tidak ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu artinya ada kegagalan dalam menerjemahkan makna ‘produktif’ yang menjadi visi kepala daerah,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa komitmen produktivitas sektor pariwisata sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan langsung oleh Bupati Mirwan MS, termasuk saat menyambut kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VII, Teuku Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Mirwan menyambut baik usulan Ampon Bang terkait Aceh Selatan akan menjadi lokasi pelaksanaan Kharisma Event Nusantara 2027 di Provinsi Aceh. Mirwan sekaligus menegaskan keinginannya menghadirkan kearifan lokal dan budaya daerah sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat.

Namun menurut Tonicko Anggara, ambisi besar tersebut akan sulit terwujud apabila persoalan-persoalan mendasar di sektor pariwisata belum diselesaikan.

“Banyak persoalan fundamental yang seharusnya lebih dulu dibereskan oleh dinas. Mulai dari tata kelola destinasi, penguatan SDM, konektivitas promosi, hingga keberlanjutan program. Jangan justru terlalu sibuk mengejar target-target seremonial. Juara itu bagus, tapi kalau tidak ada keberlanjutan dan kadisnya masih dengan pola yang sama, maka produktivitas daerah tidak akan pernah tercapai,” pungkasnya.

Berita Terkait

Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan Apresiasi Ketegasan Bupati Mirwan MS Utamakan Pelayanan Kesehatan Rakyat
H. Mirwan Lantik Sekda Definitif Aceh Selatan; Tonicko Anggara: Semoga Mampu Menerjemahkan Visi Aceh Selatan Maju dan Produktif dengan Realisasi Konkret
Sekda Aceh Selatan Dilantik Besok, Tim MANIS Titip Harapan Penguatan Birokrasi untuk Optimalkan Realisasi Visi dan Misi
Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi
Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional
Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025
Penempatan Guru PPPK Paruh Waktu di Aceh Selatan Gunakan Sistem RTG
Publik Geram Sri Wahyuni Didesak Transparan: Hilangnya Dokumen BOS Dinilai Janggal dan Sarat Manipulasi

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:13 WIB

Kementerian Agrarierdana Dirasakan Warga Kabupaten Tangerang, Urus Roya dan Waris Selesai dalam Lima Menit

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

Senin, 11 Mei 2026 - 21:08 WIB

Bupati TRK Buka Rakor Layanan Call Center 112 di Nagan Raya

Senin, 11 Mei 2026 - 16:39 WIB

170 CJH Asal Nagan Raya Dilepas Oleh Bupati TRK Dan Dirangkai Prosesi Peusijuek

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:07 WIB

Pemkab Nagan Raya Bersama Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram Gelar Sosialisasi Pelaksanaan Transaksi Non Tunai Dana Desa

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:07 WIB

Anggota Komisi IV DPR RI Jamaluddin Sidak Gudang Perum Bulog Meulaboh, Ini Temuannya

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:40 WIB

Pemkab Nagan Raya dan BNN Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Upaya P4GN

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:34 WIB

Bupati TRK Lantik 128 PNS, Ingatkan Jangan Pindah Sebelum 10 Tahun

Berita Terbaru