Bener Meriah Baranewsaceh.co | Ratusan siswa SMP Negeri 1 Bukit mengikuti prosesi adat Gayo “Bemunge” dalam rangka pelepasan siswa kelas IX di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Kabupaten Bener Meriah, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk pengembalian siswa dari Tengku Guru atau pihak sekolah kepada orang tua dan wali setelah menyelesaikan masa pendidikan.
Nuansa adat dan budaya Gayo begitu kental dalam prosesi tersebut. Para siswa bersama orang tua dan dewan guru mengikuti rangkaian acara yang sarat makna tentang tanggung jawab pendidikan dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Maestro bahasa dan budaya Gayo, Munawir Arloti, menjelaskan dalam adat Gayo dikenal ungkapan “Awale Bepemulon, Akhire Berkesudahan – Geh He Berpenyerahen, Ulak Ke Berpungen” bermakna setiap proses pendidikan diawali dengan penyerahan anak kepada Tengku Guru dan diakhiri dengan pengembalian. Datangnya di serahkan, kembalinya diselesaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Prosesi adat ini merupakan bentuk tanggung jawab moral antara orang tua sebagai wali dengan pihak sekolah yang diwakili guru maupun kepala sekolah,” ujarnya.
Ia menerangkan, dalam tradisi Gayo, penyerahan murid kepada Tengku Guru biasanya dilengkapi sejumlah perlengkapan adat seperti dua liter beras, tujuh buah jarum, uang logam, pulut yang ditaburi kelapa putih atau sempelah, ipil yakni rotan yang ujungnya dibelah empat, kain putih berukuran satu meter persegi, serta perlengkapan petawaran.
Menurutnya, prosesi “Bemunge” yang digelar saat ini menandai bahwa para siswa telah menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut dan secara adat dikembalikan kepada orang tua atau wali masing-masing.

Ketua panitia, Mawardi, mengatakan konsep perpisahan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kegiatan perpisahan diisi dengan wisata keluar daerah, kali ini sekolah memilih mengedepankan nilai-nilai budaya lokal.
“Tahun ini kami lebih fokus menghadirkan sentuhan kearifan lokal melalui prosesi adat Bemunge. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagaimana leluhur Gayo sangat menjunjung tinggi tanggung jawab terhadap pendidikan,” katanya.
Ia menyebutkan, sejak berdiri, SMP Negeri 1 Bukit telah meluluskan sekitar 60 angkatan. Saat ini sekolah tersebut memiliki 375 siswa, sedangkan jumlah siswa kelas IX yang akan menyelesaikan pendidikan sebanyak 120 orang, terdiri dari 70 siswa laki-laki dan 50 siswa perempuan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Bukit, Dra. Zuraini, mengingatkan para siswa agar tidak melakukan aksi corat-coret seragam usai pengumuman kelulusan.
Ia mengajak para siswa untuk lebih memanfaatkan seragam sekolah dengan menyumbangkannya kepada adik-adik yang membutuhkan.
“Lebih baik seragam itu disumbangkan kepada siswa yang kurang mampu agar lebih bermanfaat,” ujarnya.
Prosesi adat Bemunge SMP Negeri 1 Bukit juga di hadiri oleh Kadis pendidikan yang di wakili Kepala bidang Dikdas, Edi Asmara, Plt Kadis Pariwisata Sukry Tomtars, Ketua Majelis Pendidikan Bener Meriah, Rahmiati Tagore Putri, Camat Bukit, Babinsah, para Maestro bahasa dan budaya Gayo serta ratusan wali murid SMP Negeri 1 Bukit. (Dani)










































