Produktivitas Pariwisata Dipertanyakan, Aktivis Desak Bupati Evaluasi Kadis Pariwisata Aceh Selatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:51 WIB

50323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN – Aktivis pariwisata Aceh, Tonicko Anggara, melontarkan kritik terhadap kinerja Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Muchsin. Ia bahkan mendesak Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dinas tersebut.

Tonicko Anggara, putra Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif LEPPAMI HMI Cabang Banda Aceh tersebut, menilai pengelolaan sektor pariwisata di Aceh Selatan selama ini terlalu berorientasi pada pencapaian seremonial, namun minim dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Contohnya, Aceh Selatan berkali-kali meraih prestasi pada ajang Anugerah Pesona Indonesia Award. Seharusnya kemenangan itu menjadi katalisator untuk meningkatkan mutu pariwisata daerah, memperkuat branding destinasi, dan mendatangkan manfaat ekonomi. Tapi yang terjadi, kemenangan-kemenangan itu berlalu begitu saja tanpa tindak lanjut yang jelas,” ujar Tonicko Anggara (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pola yang sama terus berulang dari tahun ke tahun. Prestasi di level nasional hanya menjadi kebanggaan sesaat, tanpa dibarengi program lanjutan yang mampu mengubah potensi wisata menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kami menilai pola seperti ini jauh dari visi Bupati Aceh Selatan yang ingin menghadirkan daerah yang maju dan produktif. Bagaimana bisa disebut produktif jika sektor pariwisata hanya dikelola secara seremonial dan tidak melahirkan dampak ekonomi bagi masyarakat?” katanya.

Tonicko Anggara menegaskan, selama orientasi pembangunan pariwisata hanya mengejar penghargaan, festival, atau kegiatan seremonial tanpa roadmap keberlanjutan, maka sektor tersebut tidak akan pernah menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Kalau hanya sebatas acara, sebatas juara, tanpa keberlanjutan, maka tidak akan ada multiplier effect. Tidak ada perputaran ekonomi, tidak ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu artinya ada kegagalan dalam menerjemahkan makna ‘produktif’ yang menjadi visi kepala daerah,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa komitmen produktivitas sektor pariwisata sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan langsung oleh Bupati Mirwan MS, termasuk saat menyambut kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VII, Teuku Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Mirwan menyambut baik usulan Ampon Bang terkait Aceh Selatan akan menjadi lokasi pelaksanaan Kharisma Event Nusantara 2027 di Provinsi Aceh. Mirwan sekaligus menegaskan keinginannya menghadirkan kearifan lokal dan budaya daerah sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat.

Namun menurut Tonicko Anggara, ambisi besar tersebut akan sulit terwujud apabila persoalan-persoalan mendasar di sektor pariwisata belum diselesaikan.

“Banyak persoalan fundamental yang seharusnya lebih dulu dibereskan oleh dinas. Mulai dari tata kelola destinasi, penguatan SDM, konektivitas promosi, hingga keberlanjutan program. Jangan justru terlalu sibuk mengejar target-target seremonial. Juara itu bagus, tapi kalau tidak ada keberlanjutan dan kadisnya masih dengan pola yang sama, maka produktivitas daerah tidak akan pernah tercapai,” pungkasnya.

Berita Terkait

Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Resmi Terima SK dari Pemkab Aceh Selatan, Siap Bangkit dan Perkuat Peran Mahasiswa
Tonicko Anggara: Menang API Award Bukan Jaminan Pariwisata Berkualitas
Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan Apresiasi Ketegasan Bupati Mirwan MS Utamakan Pelayanan Kesehatan Rakyat
H. Mirwan Lantik Sekda Definitif Aceh Selatan; Tonicko Anggara: Semoga Mampu Menerjemahkan Visi Aceh Selatan Maju dan Produktif dengan Realisasi Konkret
Sekda Aceh Selatan Dilantik Besok, Tim MANIS Titip Harapan Penguatan Birokrasi untuk Optimalkan Realisasi Visi dan Misi
Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi
Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional
Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:50 WIB

Sempat Viral di Medsos, Pencuri Uang di Jok Motor Stadion Seribu Bukit Diringkus Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:41 WIB

Limbah Hilang Setelah Disorot: Dugaan Indikasi Penghilangan Jejak PT Rosin Makin Kuat, Aparat Harus Bergerak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:09 WIB

PT Rosin Diduga Kibuli Pengawasan, Negara Tak Boleh Kalah di Hadapan Industri Pembangkang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:32 WIB

Asap dan Limbah PT Hopson Aceh Industri Dinilai Ancam Lingkungan dan Kehidupan Warga Pinang Rugup

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:41 WIB

PT Rosin Chemicals Indonesia Diduga “Kibuli” Puslabfor Mabes Polri, Perlibas Gayo Minta Penegakan Hukum Lingkungan Secara Tegas

Senin, 25 Mei 2026 - 15:40 WIB

Dua Kali Raih Penghargaan Nasional, Pemkab Gayo Lues Tegaskan Komitmen Lestarikan Bahasa Gayo

Senin, 25 Mei 2026 - 01:15 WIB

PT Hopson Kembali Diduga Beroperasi, Aparat Dinilai Tak Bernyali Menegakkan Keputusan Pembekuan

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:01 WIB

PT Hopson Tertangkap Lagi Beraksi, Hukum dan Negara Diuji di Siang Bolong Gayo Lues

Berita Terbaru