Produktivitas Pariwisata Dipertanyakan, Aktivis Desak Bupati Evaluasi Kadis Pariwisata Aceh Selatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:51 WIB

50377 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN – Aktivis pariwisata Aceh, Tonicko Anggara, melontarkan kritik terhadap kinerja Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Muchsin. Ia bahkan mendesak Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan dinas tersebut.

Tonicko Anggara, putra Aceh Selatan yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif LEPPAMI HMI Cabang Banda Aceh tersebut, menilai pengelolaan sektor pariwisata di Aceh Selatan selama ini terlalu berorientasi pada pencapaian seremonial, namun minim dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Contohnya, Aceh Selatan berkali-kali meraih prestasi pada ajang Anugerah Pesona Indonesia Award. Seharusnya kemenangan itu menjadi katalisator untuk meningkatkan mutu pariwisata daerah, memperkuat branding destinasi, dan mendatangkan manfaat ekonomi. Tapi yang terjadi, kemenangan-kemenangan itu berlalu begitu saja tanpa tindak lanjut yang jelas,” ujar Tonicko Anggara (12/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pola yang sama terus berulang dari tahun ke tahun. Prestasi di level nasional hanya menjadi kebanggaan sesaat, tanpa dibarengi program lanjutan yang mampu mengubah potensi wisata menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kami menilai pola seperti ini jauh dari visi Bupati Aceh Selatan yang ingin menghadirkan daerah yang maju dan produktif. Bagaimana bisa disebut produktif jika sektor pariwisata hanya dikelola secara seremonial dan tidak melahirkan dampak ekonomi bagi masyarakat?” katanya.

Tonicko Anggara menegaskan, selama orientasi pembangunan pariwisata hanya mengejar penghargaan, festival, atau kegiatan seremonial tanpa roadmap keberlanjutan, maka sektor tersebut tidak akan pernah menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Kalau hanya sebatas acara, sebatas juara, tanpa keberlanjutan, maka tidak akan ada multiplier effect. Tidak ada perputaran ekonomi, tidak ada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu artinya ada kegagalan dalam menerjemahkan makna ‘produktif’ yang menjadi visi kepala daerah,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa komitmen produktivitas sektor pariwisata sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan langsung oleh Bupati Mirwan MS, termasuk saat menyambut kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VII, Teuku Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Mirwan menyambut baik usulan Ampon Bang terkait Aceh Selatan akan menjadi lokasi pelaksanaan Kharisma Event Nusantara 2027 di Provinsi Aceh. Mirwan sekaligus menegaskan keinginannya menghadirkan kearifan lokal dan budaya daerah sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat.

Namun menurut Tonicko Anggara, ambisi besar tersebut akan sulit terwujud apabila persoalan-persoalan mendasar di sektor pariwisata belum diselesaikan.

“Banyak persoalan fundamental yang seharusnya lebih dulu dibereskan oleh dinas. Mulai dari tata kelola destinasi, penguatan SDM, konektivitas promosi, hingga keberlanjutan program. Jangan justru terlalu sibuk mengejar target-target seremonial. Juara itu bagus, tapi kalau tidak ada keberlanjutan dan kadisnya masih dengan pola yang sama, maka produktivitas daerah tidak akan pernah tercapai,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Polri Pastikan Tindakan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah: Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat Prosedur Penyitaan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Mahfud MD Soroti Kemajuan dan Ketimpangan, Serukan Perbaikan Integritas Kekuasaan di Usia 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Saksi LKPP Jelaskan Mekanisme e-Katalog dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Pemerintah Kejar Revisi UUPA Tahun Ini, Menkum: Presiden Perintahkan Selesaikan Persoalan Aceh Jelang Otsus Berakhir 2027

Berita Terbaru