Pemulihan Pascabanjir Terus Berjalan di Aceh, 28 Alat Berat Dikerahkan untuk Penanganan Sumber Daya Air

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 01:32 WIB

50310 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Hingga 29 Desember 2025, kegiatan penanganan infrastruktur sumber daya air dan kebencanaan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menjalankan berbagai pekerjaan lapangan secara simultan di beberapa kabupaten terdampak, antara lain Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Fokus utama diarahkan pada pemulihan fungsi sungai, pembersihan saluran air, serta pengamanan wilayah rawan banjir melalui pengerahan alat berat dan kegiatan teknis lainnya.

Sebanyak 28 unit alat berat telah dikerahkan ke berbagai titik lokasi dan aktif mendukung pekerjaan lapangan hingga akhir Desember. Alat-alat tersebut difokuskan untuk mempercepat pemulihan alur sungai dan saluran air yang sebelumnya terdampak luapan banjir, sekaligus sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi banjir susulan menjelang puncak musim hujan.

Di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung mencakup pembuatan alur sungai baru di Desa Dayah Husen, Meunasah Lhok, dan Blang Cut. Selain itu, saluran air yang tersumbat akibat tingginya jumlah material bawaan banjir seperti lumpur dan kayu terus dibersihkan. Di sekitar Jembatan Pante Geulima, Desa Dayah Husen, tumpukan kayu yang menyumbat aliran sungai juga ditangani secara intensif guna memastikan aliran air kembali lancar dan tidak mengancam permukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, fokus utama diarahkan pada pengamanan kayu sementara yang berada di bagian hulu genangan Waduk Keureutoe. Langkah ini diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko banjir lanjutan yang dapat dipicu jika kayu terbawa aliran ke daerah hilir. Bersamaan dengan itu, pembersihan pada Bendung Jambo Aye masih terus dilaksanakan guna memastikan fungsi bendung berjalan optimal. Di lokasi lain, normalisasi alur Sungai Krueng Lingka dikerjakan secara bertahap untuk mengembalikan daya tampung sungai yang berkurang akibat pendangkalan.

Upaya penanganan juga dilakukan secara menyeluruh di Kabupaten Aceh Tamiang, terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar seperti air bersih. BWS Sumatera I telah menempatkan tujuh unit alat bor di beberapa lokasi strategis. Lima unit telah memulai proses pengeboran, masing-masing pada titik-titik yang didasarkan pada kebutuhan prioritas, seperti permukiman padat dan fasilitas umum. Sementara dua unit lainnya masih dalam tahap persiapan. Selain pengeboran, survei geolistrik telah dilakukan di sepuluh titik lokasi yang mencakup area masjid, pesantren, kantor camat, serta fasilitas umum lainnya yang hingga kini masih mengalami kekurangan pasokan air bersih.

Sejalan dengan kegiatan teknis sumber daya air, sejumlah pekerjaan umum juga berlangsung, terutama di Pidie Jaya. Pembersihan jalan milik warga dan penggalian saluran air di kawasan desa terdampak seperti Blang Cut dan Dayah Krueng Geuting dilakukan guna mempercepat proses pemulihan lingkungan dan mendukung mobilitas warga yang sempat terganggu akibat genangan.

Rangkaian pekerjaan yang berjalan hingga akhir Desember 2025 ini sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah melalui BWS Sumatera I untuk mendorong percepatan pemulihan secara menyeluruh. Tidak hanya menyentuh aspek teknis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Koordinasi antara BWS Sumatera I, pemerintah daerah, serta lembaga terkait lainnya terus diperkuat agar seluruh intervensi teknis memberikan manfaat nyata dan dirasakan secara langsung oleh warga. Pendekatan kolaboratif ini diyakini menjadi kunci dalam membangun ketahanan pascabanjir yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:31 WIB

Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:29 WIB

Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:56 WIB

SEBANYAK 15 PESEBAK BOLA MUDA ACEH TIMUR DIBOYONG LATIHAN KE PSS SLEMAN

Senin, 6 Juli 2026 - 23:42 WIB

Dukung pelestarian lingkungan hidup Sekaligus Memperkuat Semangat Gotong Royong Bersama Masyarakat Setempat  Medco E&P Malaka, BPMA, IM-TRAX Tanam 1.000 Pohon

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Warga Panik Lihat Asap Hitam Membumbung

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:37 WIB

Medco E&P Malaka Dorong Ketahanan Pangan, Warga Indra Makmu Mampu Mandiri Dengan Kebun Sayur

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:07 WIB

Haris Nduru Merasa Dibohongi, Kadis PUPR Aceh Timur Beri Keterangan Berbeda Soal Proyek Rp7,25 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:18 WIB

Kurban Pekerja dan Kontraktor Medco E & P Jangkau Ratusan Penerima Manfaat Di Blok A

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pemuda Bawa 2 Kg Ganja

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:08 WIB