Syamsul Bahri Maestro Saman Gayo Lues Sesalkan Hilangnya Dewan Kesenian Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 6 Oktober 2024 - 23:46 WIB

501,330 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues Baranewsaceh.co |  Syamsul Bahri, S.Pd.M.Pd pimpinan Sanggar seni Rempelis Gayo, kabupaten Gayo Lues menyesalkan tim penyusun draf qanun pemajuan kebudayaan Aceh, dengan tidak lagi menyertakan keberadaan Dewan Kesenian Aceh. Hal tersebut sangat mencoreng maruah kami di kabupaten Gayo Lues. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Syamsul Bahri melalui pesan whatshapnya kepada media ini. Minggu (06/10).

“Sebagai maestro Saman kabupaten Gayo Lues, saya sudah membawa group Saman hingga ke Amerika. Lalu apa artinya semua ini jika kesenian itu tidak ada lagi yang mewadahi. Kita menyadari bahwa kesenian itu adalah bagian dari kebudayaan. Tapi tidak serta merta terus harus dienyahkan” Ungkapnya.

Mari berpikir jernih dalam menyikapi semua persoalan ini. Ini menyangkut maruah kami di kabupaten Gayo Lues. Karena keberadaan lembaga dewan kesenian itu, sangat penting, terutama bagi kami pelaku seni. Tulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Syamsul, salah satu cara untuk menghilangkan suku bangsa adalah dengan cara menghancurkan budayanya, peradabannya dan bahasanya. Kalau mau menghilangkan Gayo Lues cukup hilangkan Tarian Samannya. Maka dengan sendirinya Gayo Lues akan tenggelam. Lalu Saman itu apa, ya kesenian. ungkapnya.

Pakar Dewan Kesenian Gayo Lues ini juga mengatakan, di Kabupaten Gayo Lues ada sekira 154 (seratus lima puluh) desa, setiap desa ada 15 orang pelaku seni Saman, dan 16 orang perempuan pelaku seni tari Bines. Jadi total ada sekira 2.326 (dua ribu lima ratus) orang pelaku seni, khusus seni Saman dan tari Bines saja di kabupaten Gayo Lues, belum lagi kesenian yang lainnya. Lalu wadahnya apa ? Tanya Syamsul. Apalagi di kabupaten tetangga, Aceh Tengah dan Bener Meriah, mereka punya group Didong dan ratusan sanggar.

Untuk itu Syamsul Bahri berharap tim penyusun draf Qanun pemajuan kebudayaan Aceh agar mempelajari kembali terkait draf yang sudah ada. Hal ini demi menjaga kebaikan dan kelestarian seni tradisi dan kesenian Aceh untuk masa yang akan datang. Pungkasnya. (Hamdani)

Berita Terkait

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla
Polres Gayo Lues Berduka, Aipda Win Aripa Dikenang dalam Prosesi Pemakaman Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:08 WIB

Tragedi Pejompongan: Jejak Kekerasan dan Dilema Penghapusan Video

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Ubedilah Badrun Tegaskan Demo 27 Agustus Cermin Kegelisahan dan Kemarahan Publik pada Korupsi

Rabu, 2 September 2026 - 02:25 WIB

Bakom Minta Publik Percayakan Proses Hukum dalam Kasus Kematian Penjual Cermin di Pejompongan

Rabu, 2 September 2026 - 02:17 WIB

Praktisi Hukum Tegaskan Penanganan Kamtibmas Adalah Kewenangan Polisi, Bukan Ormas

Rabu, 2 September 2026 - 02:07 WIB

Mutasi Polri, Kombes Carlie Syahputra Bustamam Jabat Kabid Propam Polda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Pengamat Hukum: Pelibatan Ormas Bubarkan Massa Aksi Langgar Konstitusi dan Ancam Demokrasi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Negara Kembali Kuasai 111,71 Hektar Lahan Konservasi di Tahura Bukit Soeharto

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Berita Terbaru