Status Gunung Bur Ni Telong Naik Menjadi Siaga, Warga Dilarang Mendekat Radius Empat Kilometer

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 02:03 WIB

50355 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Selasa, 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB.

Peningkatan status tersebut didasarkan pada peningkatan signifikan aktivitas kegempaan yang telah terpantau sejak pertengahan tahun dan terus menunjukkan tren intensif dalam dua bulan terakhir.

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari siaran pers PVMBG, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan bahwa curah aktivitas vulkanik Gunung Bur Ni Telong meningkat drastis, terutama sepanjang bulan November hingga Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada 30 Desember 2025, tercatat tujuh kali gempa terasa dalam rentang pukul 20.43 hingga 22.45 WIB, dengan pusat gempa berada sekitar lima kilometer di barat daya puncak gunung,” ujar Lana.

Dalam kurun waktu yang sama, PVMBG juga mencatat 14 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), tujuh kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), satu kali Gempa Tektonik Lokal, dan satu kali Gempa Tektonik Jauh. Pengamatan visual pada pukul 21.44 WIB memperlihatkan adanya nyala api yang tampak jelas di puncak, mengindikasikan peningkatan suhu atau aktivitas magmatik, meskipun asap kawah belum teramati secara signifikan.

Lana menjelaskan bahwa susunan aktivitas kegempaan setelah kejadian gempa tektonik lokal menunjukkan indikasi adanya pergerakan magma yang mudah terpicu oleh gejolak tektonik di sekitar tubuh gunung.

“Potensi bahaya yang dapat terjadi dalam waktu dekat meliputi letusan yang dipicu aktivitas tektonik, erupsi freatik yang bersifat tiba-tiba, serta hembusan gas berbahaya di sekitar area fumarola dan solfatara,” paparnya.

Dengan peningkatan ke status Siaga, PVMBG mengimbau kepada masyarakat, pendaki, dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Bur Ni Telong. Warga juga disarankan menjauhi area fumarola dan solfatara, terutama ketika terjadi cuaca mendung atau hujan, karena peningkatan kelembapan dapat memicu akumulasi gas beracun seperti karbon dioksida dan sulfur dioksida yang membahayakan keselamatan.

Pihak berwenang setempat telah diminta untuk bersiaga dan mempersiapkan skenario evakuasi apabila aktivitas vulkanik meningkat. Koordinasi antara PVMBG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya tengah diperkuat guna merespons perubahan kondisi gunung api secara cepat dan terukur.

“Pemantauan akan terus dilakukan secara visual dan instrumental. Status Gunung Bur Ni Telong akan ditinjau kembali jika terdapat perubahan signifikan pada aktivitas kegempaan atau kondisi visual gunung,” kata Lana.

Gunung Bur Ni Telong merupakan salah satu gunung api aktif yang memiliki sejarah letusan freatik dan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Dengan ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut dan lokasi yang dekat dengan permukiman warga serta area pertanian, gunung ini menjadi salah satu titik pemantauan vulkanik yang sangat diperhatikan.

Masyarakat di Bener Meriah dan sekitarnya diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi Badan Geologi dan PVMBG guna memastikan keselamatan publik dan mitigasi risiko bencana secara maksimal. (*)

Berita Terkait

Yayasan Masjid Nusantara Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolir di Bener Meriah
Jum’at Berkah, Satgas Aman Nusa II Brimob Polda Aceh Bersihkan Masjid di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Saat Petani Gayo Menggantungkan Harapan Di Pesawat Kargo
Paska Bencana Alam : Polri Kembali Bangun Bendungan Irigasi Blang Rongka
Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Pembunuhan Pasutri, Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam
Kolaborasi KADIN Bener Meriah Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolasi
Belajar di Tengah Keterbatasan, Harapan Tetap Tumbuh di Sekolah Terdampak Bencana Bener Meriah
Suami Tewas, Istri Kritis dalam Dugaan Pencurian dengan Kekerasan di Bener Meriah

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:30 WIB

Wakapolres Gayo Lues Pimpin Langsung Pergantian Pasukan dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kampung Pining

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:38 WIB

Sosok Humanis Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Alibasyah Hadir dengan Doa dan Kepedulian

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:37 WIB

Dana Darurat Rp24 M Mandek, Pemko Subulussalam Dikecam: Jangan Jual Kemiskinan & Bencana!

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:59 WIB

Sebanyak 519 Keluarga Terdampak Bencana di Gayo Lues Terima Dana Tunggu Hunian

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:16 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Aksi Kemanusiaan dalam Pemulihan Fasilitas Umum Pascabencana di Kecamatan Pining

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengerahkan 70 Relawan untuk membersihkan SMPN 5 Karang Baru Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 01:29 WIB

BWS Sumatera I Kerahkan Alat Berat untuk Pemulihan Pascabanjir di Aceh

Senin, 5 Januari 2026 - 01:27 WIB

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Salurkan Bantuan untuk Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Sejumlah Aktifis Temukan Bantuan Menumpuk di Gudang BPBD Agara

Jumat, 16 Jan 2026 - 21:39 WIB