Sebulan Pascabanjir Dan Longsor Penanganan Jalan di Gayo Belum Pulih

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 22:36 WIB

50345 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah Baranewsaceh.co | Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sejak 26 November 2025 dinilai belum mendapat penanganan optimal dari Pemerintah Provinsi Aceh maupun Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, perwakilan Kementerian PUPR. Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh pemuda Gayo Aramiko Aritonang lewat pers rilis yang di redaksi Baranewsaceh.co hari ini. Minggu (28/12/2015)

Menurut Aramiko Aritonang. Akibat bencana tersebut, wilayah tengah Aceh atau Tanah Gayo sempat mengalami pemadaman listrik total hingga 23 Desember 2025. Selama hampir satu bulan, masyarakat kesulitan memperoleh kebutuhan pokok, seperti beras, bahan bakar minyak (BBM), serta akses jaringan internet.

Kondisi darurat itu diperparah dengan rusaknya infrastruktur vital. Sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi amblas, sementara beberapa jembatan putus diterjang banjir bandang yang datang dari kawasan pegunungan. Terputusnya akses darat membuat wilayah Gayo terisolasi dan memicu krisis pangan serta kelangkaan BBM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah situasi tersebut, pemerintah kabupaten setempat dinilai kewalahan menangani dampak bencana akibat keterbatasan kewenangan dan sumber daya. Hingga akhir Desember, perbaikan akses jalan nasional dan provinsi belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Alat berat milik BUMN PT PP (Persero) baru diterjunkan pada 22 Desember 2025 di lintas Bireuen–Bener Meriah, tepatnya di Kilometer 60 serta di kawasan Jembatan Tenge Besi dan Umah Besi, Kabupaten Bener Meriah. Kehadiran alat berat tersebut dinilai terlambat, mengingat penderitaan masyarakat telah berlangsung hampir sebulan.

Masyarakat juga mempertanyakan minimnya peran Dinas PUPR Provinsi Aceh dalam memperbaiki ruas jalan provinsi di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kondisi itu menimbulkan kekecewaan mendalam dan memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah provinsi dalam melindungi wilayah tengah Aceh.

“Keterlambatan penanganan ini berdampak serius. Akses jalan terputus membuat pasokan oksigen ke rumah sakit kosong. Akibatnya, sejumlah nyawa pasien tidak dapat diselamatkan,” demikian pernyataan perwakilan masyarakat Gayo.

Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan sanksi tegas kepada pimpinan Kementerian PUPR dan Balai PUPR Aceh atas dugaan kelalaian dalam penanganan bencana. Selain itu, Gubernur Aceh juga diminta mengevaluasi dan mendemosi Kepala Dinas PUPR Aceh karena ruas jalan provinsi tidak dapat dilalui dalam waktu lama.

Masyarakat Gayo berharap pemerintah pusat serius memulihkan akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga Gayo Lues. Pemulihan infrastruktur tersebut dinilai krusial untuk mencegah krisis pangan berulang dan memastikan layanan kesehatan dapat berjalan normal.

“Ini adalah permohonan tulus atas nama kemanusiaan, agar rakyat Gayo tidak lagi mengalami kelaparan dan kehilangan nyawa akibat terputusnya akses darat,” demikian pernyataan yang disampaikan. (Ril).

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Temuan 995 Senjata Api dan Narkoba di Sekolah Kebayoran Lama, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Kejaksaan Agung Jadwalkan Pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka TPPU

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:34 WIB

Wapres Tinjau Progres Rehabilitasi Pascabencana di Gayo Lues, Lima Jembatan Diusulkan untuk Pembangunan Permanen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Wakil Presiden Tinjau Langsung Progres Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:22 WIB

Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues, Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Lebih dari 100 Siswa di Jayapura Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Pemerintah Pastikan Penanganan Intensif

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Seleksi Perangkat Desa di Pati Ungkap Praktik Permintaan Uang Ratusan Juta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Roy Suryo karena Dinilai Cacat Formil

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pemuda Bawa 2 Kg Ganja

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:08 WIB