Rehab Rumah Ketua DPR Aceh Rp4,6 Miliar Dipersoalkan, JASA Bireuen: Tamparan Keras bagi Rakyat Miskin

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:23 WIB

50431 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN — Rencana pengalokasian anggaran Rp4,6 miliar untuk rehabilitasi rumah dinas Ketua DPR Aceh menuai kecaman keras dari Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Bireuen menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan nurani dan bukti tumpulnya kepekaan elit politik terhadap penderitaan rakyat Aceh.

Wakil Ketua JASA Bireuen, Tgk M. Amin, menegaskan bahwa kebijakan itu tidak hanya tidak rasional, tetapi juga mencerminkan watak kekuasaan yang jauh dari denyut kehidupan rakyat kecil. Ia menyebut, di tengah kemiskinan struktural dan krisis sosial yang belum teratasi, anggaran miliaran rupiah untuk rumah pejabat adalah ironi yang menyakitkan.

“Ini bukan sekadar soal rehab rumah jabatan. Ini adalah tamparan keras bagi rakyat Aceh yang masih hidup dalam kemiskinan, tinggal di rumah tidak layak huni, dan kesulitan mengakses pendidikan serta layanan kesehatan. Anggaran ini jelas melukai hati rakyat,” tegas Tgk M. Amin, Jum’at,06/02/2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kontras antara kemewahan fasilitas pejabat dan derita masyarakat menunjukkan bahwa APBA semakin kehilangan roh keberpihakan. Ia menilai, kebijakan tersebut mempertegas kesenjangan antara elit penguasa dan rakyat yang seharusnya mereka wakili.

“Uang rakyat dipungut dari penderitaan rakyat. Sangat tidak bermoral jika kemudian digunakan untuk memanjakan segelintir elit. APBA bukan dana pribadi pejabat, melainkan amanah publik yang harus kembali kepada rakyat,” ujarnya dengan nada keras.

Tgk M. Amin juga mengingatkan bahwa polemik rehab rumah Ketua DPR Aceh hanyalah puncak gunung es dari persoalan tata kelola anggaran di Aceh. Menurutnya, masih banyak belanja daerah yang tidak menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat dan justru memperdalam kekecewaan publik terhadap pemerintah dan lembaga legislatif

“Rakyat Aceh masih bergulat dengan dampak bencana, tekanan ekonomi, pengangguran, dan infrastruktur yang timpang. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan anggaran yang elitis bukan hanya keliru, tetapi secara moral tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Atas dasar itu, JASA Bireuen mendesak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk membuka secara transparan seluruh rincian anggaran rehabilitasi rumah jabatan tersebut kepada publik. Transparansi dinilai mutlak agar masyarakat dapat menilai urgensi, kewajaran, dan manfaat nyata dari penggunaan uang rakyat.

Selain itu, JASA Bireuen meminta dilakukan evaluasi total terhadap skala prioritas belanja APBA, serta mendorong keberanian politik pemerintah untuk menghentikan kebijakan yang berpotensi melukai rasa keadilan sosial

“Jika penguasa masih ingin dipercaya rakyat, hentikan kebijakan yang mencederai nurani publik. Anggaran harus berdiri di pihak rakyat, bukan menjadi simbol kemewahan elit di tengah penderitaan masyarakat,” pungkas Tgk M. Amin. (*)

Berita Terkait

Panitia SPMB UNIKI Gelar Rapat Persiapan Ujian CAT Mahasiswa Baru
Pasacsarjana Umuslim Yudisium 147 lulusan Angkatan V
JASA Bireuen Dukung Penuh Pergub JKA 2026: Bukti Keberpihakan Pemerintah Aceh kepada Rakyat
Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Pendampingan Industri Hasil Tembakau Lewat Customs Visit Customer di Bireuen
Iswahyudi Terima SK DPP PAN, Konsolidasi Politik PAN Bireuen Diperkuat Jelang Agenda Strategis Daerah
350 Hektare Sawah di Gandapura Terselamatkan dari Ancaman Gagal Panen, Respons Cepat Pemerintah Jadi Kunci
Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh
Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:41 WIB

Limbah Hilang Setelah Disorot: Dugaan Indikasi Penghilangan Jejak PT Rosin Makin Kuat, Aparat Harus Bergerak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:39 WIB

Patungan Beli Sapi, Warga Pasar Simpang Tiga Lestarikan Tradisi Kuah Belangong Saat Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:09 WIB

PT Rosin Diduga Kibuli Pengawasan, Negara Tak Boleh Kalah di Hadapan Industri Pembangkang

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:41 WIB

PT Rosin Chemicals Indonesia Diduga “Kibuli” Puslabfor Mabes Polri, Perlibas Gayo Minta Penegakan Hukum Lingkungan Secara Tegas

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:10 WIB

Warga Buntul Kemumu Sembelih 33 Hewan Kurban Termasuk Sapi Bantuan Presiden

Senin, 25 Mei 2026 - 15:40 WIB

Dua Kali Raih Penghargaan Nasional, Pemkab Gayo Lues Tegaskan Komitmen Lestarikan Bahasa Gayo

Senin, 25 Mei 2026 - 13:26 WIB

Amira Aliza Hipnotis Panggung FTBI Nasional Lewat Tari Tradisional Gayo

Senin, 25 Mei 2026 - 01:15 WIB

PT Hopson Kembali Diduga Beroperasi, Aparat Dinilai Tak Bernyali Menegakkan Keputusan Pembekuan

Berita Terbaru