Rehab Rumah Ketua DPR Aceh Rp4,6 Miliar Dipersoalkan, JASA Bireuen: Tamparan Keras bagi Rakyat Miskin

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:23 WIB

50488 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN — Rencana pengalokasian anggaran Rp4,6 miliar untuk rehabilitasi rumah dinas Ketua DPR Aceh menuai kecaman keras dari Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Bireuen menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan nurani dan bukti tumpulnya kepekaan elit politik terhadap penderitaan rakyat Aceh.

Wakil Ketua JASA Bireuen, Tgk M. Amin, menegaskan bahwa kebijakan itu tidak hanya tidak rasional, tetapi juga mencerminkan watak kekuasaan yang jauh dari denyut kehidupan rakyat kecil. Ia menyebut, di tengah kemiskinan struktural dan krisis sosial yang belum teratasi, anggaran miliaran rupiah untuk rumah pejabat adalah ironi yang menyakitkan.

“Ini bukan sekadar soal rehab rumah jabatan. Ini adalah tamparan keras bagi rakyat Aceh yang masih hidup dalam kemiskinan, tinggal di rumah tidak layak huni, dan kesulitan mengakses pendidikan serta layanan kesehatan. Anggaran ini jelas melukai hati rakyat,” tegas Tgk M. Amin, Jum’at,06/02/2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kontras antara kemewahan fasilitas pejabat dan derita masyarakat menunjukkan bahwa APBA semakin kehilangan roh keberpihakan. Ia menilai, kebijakan tersebut mempertegas kesenjangan antara elit penguasa dan rakyat yang seharusnya mereka wakili.

“Uang rakyat dipungut dari penderitaan rakyat. Sangat tidak bermoral jika kemudian digunakan untuk memanjakan segelintir elit. APBA bukan dana pribadi pejabat, melainkan amanah publik yang harus kembali kepada rakyat,” ujarnya dengan nada keras.

Tgk M. Amin juga mengingatkan bahwa polemik rehab rumah Ketua DPR Aceh hanyalah puncak gunung es dari persoalan tata kelola anggaran di Aceh. Menurutnya, masih banyak belanja daerah yang tidak menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat dan justru memperdalam kekecewaan publik terhadap pemerintah dan lembaga legislatif

“Rakyat Aceh masih bergulat dengan dampak bencana, tekanan ekonomi, pengangguran, dan infrastruktur yang timpang. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan anggaran yang elitis bukan hanya keliru, tetapi secara moral tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Atas dasar itu, JASA Bireuen mendesak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk membuka secara transparan seluruh rincian anggaran rehabilitasi rumah jabatan tersebut kepada publik. Transparansi dinilai mutlak agar masyarakat dapat menilai urgensi, kewajaran, dan manfaat nyata dari penggunaan uang rakyat.

Selain itu, JASA Bireuen meminta dilakukan evaluasi total terhadap skala prioritas belanja APBA, serta mendorong keberanian politik pemerintah untuk menghentikan kebijakan yang berpotensi melukai rasa keadilan sosial

“Jika penguasa masih ingin dipercaya rakyat, hentikan kebijakan yang mencederai nurani publik. Anggaran harus berdiri di pihak rakyat, bukan menjadi simbol kemewahan elit di tengah penderitaan masyarakat,” pungkas Tgk M. Amin. (*)

Berita Terkait

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Baru UNIKI Jadi Generasi Profesional dan Mitra Strategis untuk Aceh Maju
Sistem Buka Tutup Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang Segera Berakhir
Kuliah perdana UNIKI Bireuen dimulai 2 September 2026,
Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas
Bea Cukai Lhokseumawe Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Siswa SMA Negeri 1 Bireuen
Kapolres Bireuen Hadiri Haul ke-2 Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab di Jeunieb
Polres Bireuen Tunjukkan Kepedulian Sosial, Warga Kota Juang Terima Paket Sembako dalam Jum’at Berkah
Bea Cukai Lhokseumawe Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Siswa SMA Negeri 1 Bireuen

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:19 WIB

Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru