slot preparation.lsrs.lu

Rehab Rumah Ketua DPR Aceh Rp4,6 Miliar Dipersoalkan, JASA Bireuen: Tamparan Keras bagi Rakyat Miskin

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:23 WIB

50544 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN — Rencana pengalokasian anggaran Rp4,6 miliar untuk rehabilitasi rumah dinas Ketua DPR Aceh menuai kecaman keras dari Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Bireuen menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan nurani dan bukti tumpulnya kepekaan elit politik terhadap penderitaan rakyat Aceh.

Wakil Ketua JASA Bireuen, Tgk M. Amin, menegaskan bahwa kebijakan itu tidak hanya tidak rasional, tetapi juga mencerminkan watak kekuasaan yang jauh dari denyut kehidupan rakyat kecil. Ia menyebut, di tengah kemiskinan struktural dan krisis sosial yang belum teratasi, anggaran miliaran rupiah untuk rumah pejabat adalah ironi yang menyakitkan.

“Ini bukan sekadar soal rehab rumah jabatan. Ini adalah tamparan keras bagi rakyat Aceh yang masih hidup dalam kemiskinan, tinggal di rumah tidak layak huni, dan kesulitan mengakses pendidikan serta layanan kesehatan. Anggaran ini jelas melukai hati rakyat,” tegas Tgk M. Amin, Jum’at,06/02/2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kontras antara kemewahan fasilitas pejabat dan derita masyarakat menunjukkan bahwa APBA semakin kehilangan roh keberpihakan. Ia menilai, kebijakan tersebut mempertegas kesenjangan antara elit penguasa dan rakyat yang seharusnya mereka wakili.

“Uang rakyat dipungut dari penderitaan rakyat. Sangat tidak bermoral jika kemudian digunakan untuk memanjakan segelintir elit. APBA bukan dana pribadi pejabat, melainkan amanah publik yang harus kembali kepada rakyat,” ujarnya dengan nada keras.

Tgk M. Amin juga mengingatkan bahwa polemik rehab rumah Ketua DPR Aceh hanyalah puncak gunung es dari persoalan tata kelola anggaran di Aceh. Menurutnya, masih banyak belanja daerah yang tidak menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat dan justru memperdalam kekecewaan publik terhadap pemerintah dan lembaga legislatif

“Rakyat Aceh masih bergulat dengan dampak bencana, tekanan ekonomi, pengangguran, dan infrastruktur yang timpang. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan anggaran yang elitis bukan hanya keliru, tetapi secara moral tidak dapat dibenarkan,” katanya.

Atas dasar itu, JASA Bireuen mendesak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk membuka secara transparan seluruh rincian anggaran rehabilitasi rumah jabatan tersebut kepada publik. Transparansi dinilai mutlak agar masyarakat dapat menilai urgensi, kewajaran, dan manfaat nyata dari penggunaan uang rakyat.

Selain itu, JASA Bireuen meminta dilakukan evaluasi total terhadap skala prioritas belanja APBA, serta mendorong keberanian politik pemerintah untuk menghentikan kebijakan yang berpotensi melukai rasa keadilan sosial

“Jika penguasa masih ingin dipercaya rakyat, hentikan kebijakan yang mencederai nurani publik. Anggaran harus berdiri di pihak rakyat, bukan menjadi simbol kemewahan elit di tengah penderitaan masyarakat,” pungkas Tgk M. Amin. (*)

Berita Terkait

Khanduri Turun Sawah Paya Supat, Kadistanbun Bangga Sawah Tadah Hujan Kini Dua Kali Panen
Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing
Kapolres Subulussalam Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 98
Kapolres Bireuen Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Kuatkan Sinergi Pemuda untuk Indonesia
Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Digelar Serentak 26 Oktober hingga 8 November 2026
Kadistanbun Bireuen Mulyadi Tinjau Progres Rehabilitasi Sawah di Sejumlah Lokasi, Target Awal November Petani Mulai Tanam
Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam Rangka Turun Sawah di Samalanga
Tanah Mati Suri Pasca Banjir, PT. BIO ENERGI RIMBA RAYA Bersama Tani Merdeka Bireuen “Suntikkan” PTOC untuk Selamatkan Lahan Petani

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru