TMI Bireuen Turun Tangan Klarifikasi Polemik Program CSB, OPLAH dan IRPOM: Kelompok Tani Bantah Sejumlah Pemberitaan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:09 WIB

50266 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN– Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bireuen turun tangan mengkoordinasikan pertemuan antara kelompok tani penerima manfaat, para keuchik, dan pihak media guna mengklarifikasi pemberitaan yang berkembang terkait pelaksanaan program Cetak Sawah Baru (CSB), Optimasi Lahan (OPLAH), dan Irigasi Pompa (IRPOM) di sejumlah desa di Kabupaten Bireuen.

Pertemuan tersebut digelar untuk menyamakan informasi mengenai pelaksanaan program sekaligus memberikan ruang kepada kelompok tani menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dalam dialog tersebut, sejumlah kelompok tani membantah anggapan bahwa program tidak memberikan manfaat kepada petani. Mereka juga meluruskan informasi terkait pengelolaan rekening kelompok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bendahara kelompok tani, Munzir, menegaskan bahwa rekening kelompok dikelola oleh pihak kelompok tani sendiri.

“Tidak benar itu. Kami sendiri yang datang ke bank, kami yang tanda tangan. Dinas hanya membantu memfasilitasi untuk memudahkan kami,” ujar Munzir.

Keuchik M. Yanis juga menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam pemulihan sektor pertanian setelah wilayahnya terdampak banjir.
“Kami sangat bersyukur atas terealisasinya program ini. Saya sebagai keuchik ikut mengawasi program yang masuk ke desa dan dikelola oleh kelompok tani,” katanya.

Ketua TMI Bireuen, Azhari, meminta seluruh pihak, termasuk media, menyampaikan informasi secara objektif dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.

Menurutnya, program CSB, OPLAH, dan IRPOM merupakan bagian penting dalam upaya mempercepat pemulihan pertanian dan membantu petani kembali menggarap sawah pascabencana.

“TMI sudah melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah kelompok tani penerima manfaat untuk memastikan keberadaan dan manfaat program tersebut di lapangan,” ujar Azhari.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan mengutamakan kepentingan petani agar pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen berjalan cepat dan tepat sasaran.

Pertemuan tersebut akhirnya menjadi ruang klarifikasi bersama antara kelompok tani, pemerintah desa, media, dan TMI Bireuen guna mencegah kesimpangsiuran informasi terkait pelaksanaan program pertanian di Bireuen.

Berita Terkait

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Baru UNIKI Jadi Generasi Profesional dan Mitra Strategis untuk Aceh Maju
Sistem Buka Tutup Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang Segera Berakhir
Kuliah perdana UNIKI Bireuen dimulai 2 September 2026,
Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas
Bea Cukai Lhokseumawe Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Siswa SMA Negeri 1 Bireuen
Kapolres Bireuen Hadiri Haul ke-2 Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab di Jeunieb
Polres Bireuen Tunjukkan Kepedulian Sosial, Warga Kota Juang Terima Paket Sembako dalam Jum’at Berkah
Bea Cukai Lhokseumawe Kenalkan Peran Kepabeanan dan Cukai kepada Siswa SMA Negeri 1 Bireuen

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:08 WIB

Tragedi Pejompongan: Jejak Kekerasan dan Dilema Penghapusan Video

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Ubedilah Badrun Tegaskan Demo 27 Agustus Cermin Kegelisahan dan Kemarahan Publik pada Korupsi

Rabu, 2 September 2026 - 02:25 WIB

Bakom Minta Publik Percayakan Proses Hukum dalam Kasus Kematian Penjual Cermin di Pejompongan

Rabu, 2 September 2026 - 02:17 WIB

Praktisi Hukum Tegaskan Penanganan Kamtibmas Adalah Kewenangan Polisi, Bukan Ormas

Rabu, 2 September 2026 - 02:07 WIB

Mutasi Polri, Kombes Carlie Syahputra Bustamam Jabat Kabid Propam Polda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Pengamat Hukum: Pelibatan Ormas Bubarkan Massa Aksi Langgar Konstitusi dan Ancam Demokrasi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Negara Kembali Kuasai 111,71 Hektar Lahan Konservasi di Tahura Bukit Soeharto

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Berita Terbaru