slot preparation.lsrs.lu

Ratusan Warga Warga Aceh Barat Minta Gubernur Aceh Tidak Hentikan Tambang Rakyat

Redaksi

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:29 WIB

50510 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Barat : Warga dari sejumlah gampong di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat melakukan aksi di pingir sungai Gampong Ketambang, Kamis (2/10/2025) siang. Aksi yang didominasi kaum wanita ini menolak ditutupnya tambang menggunakan beko/ alat berat excavator.

“Beco itu membantu mengurangi beban tenaga kami mendulang. Kalau beco ini dilarang, sama dengan menghentikan kerja kami,” ujar Cut Rosmania, salah seorang peserta dari Gampong Ketambang ini.

Orator aksi Idrus, menyemangati warga untuk tetap bersama-sama memperjuangkan lapak tempat berkerja. Apalagi semua yang berkerja adalah masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan masyarakat dari sejumlah desa bergantung hidup dengan mata pencarian mendulang emas manual dibantu alat berat warga lokal. Karena itu keberadaan beco tidak tepat jika disebut hanya menguntungkan toke/ pemilik, justru masyarakat bergantung pada bantuan alat berat itu.

Senada juga disampaikan, Norma warga Gampong Sikundo, bahwa masa depan keluarga mereka saat itu bergantung pada pekerjaan mendulang emas. “Anak kami di Pesantren, sekolah semua kami biayai dengan pekerjaan kami ini,” keluhnya.

Warga setempat mayoritas mantan kombatan konflik bersenjata di Aceh berharap, Gubernur Aceh Muzakir Manaf segera memberikan solusi. Bukan hanya menghentikan pekerjaan mereka sebagai penambang emas tradisional.

Ada puluhan unit alat berat yang sudah berhenti beraktivitas semenjak Gubernur Aceh Muzakir Manaf, meminta alat berat tidak boleh lagi berada di lokasi tambang yang disebut ilegal meskipun dikelola warga lokal. “Setiap beco itu ada 30 sampai 50 orang kami dibantu, itulah cara kami bertahan di daerah teepencil,” keluhnya lagi.

Warga setempat mencurigai, ada upaya pihak tertentu akan mendatangkan pengusaha/ perusahaan dari luar ke daerah mereka melakukan eksplorasi emas besar-besaran yang akan merusak perekonomian warga lokal.

“Karena jika perusahaan masuk, kami tentu tak bisa lagi mendulang. Untuk tenaga kerja perusahaan mana mungkin kami dipakai, sekolah saja tidak tamat,” lanjut warga lainnya.

Sementara itu Yusuf, mantan kombatan, menyampaikan bahwa, arahan dari Mualem sudah mereka lakukan. Alat berat semua sudah tidak berkerja dan dibawa ke daratan/ gampong.

“Kami sudah melaksanakan perintah Mualem, beco semua berhenti dan kami tetap patuh sama beliau. Tapi kami juga butuh solusi, percepat izin kami bentuk tambang rakyat,” harapnya.

Warga setempat berharap ada keadilan dan kepedulian lebih dari Mualem yang merupakan sosok inspirasi dan panutan para kombatan. Warga tidak bersedia jika di datangkan perusahaan ke kampung mereka, tapi biarkan usaha tambang mereka kelola dan Mualem berikan izin menjadi tambang rakyat mereka kelola sendiri. (Red )

Berita Terkait

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Sinergi Lintas Disiplin: Dosen UTU Terapkan Vertiminaponik dan Digitalisasi Posyandu di Gampong Pasi Pinang
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif
Empat Pelaku Penyedia Prostitusi Online di Kuta Padang Meulaboh Ditahan, Dijerat Pasal 33 Qanun Jinayat
Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya
Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru