HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

50394 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Sabtu, 15 Agustus 2026, peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang seharusnya menjadi momen refleksi dan doa bersama untuk kedamaian, justru diwarnai kericuhan yang memancing keprihatinan banyak pihak. Semula, ribuan warga memadati Masjid Raya Baiturrahman, mengikuti zikir dan doa bersama dalam suasana yang penuh harap akan masa depan Aceh yang damai.

Namun, suasana mulai memanas ketika sejumlah peserta aksi mengibarkan bendera Bulan Bintang di halaman masjid, simbol yang sejak lama menjadi kontroversi. Banyak masyarakat menyatakan kekecewaan mendalam karena janji-janji dalam kesepakatan damai MoU Helsinki dinilai belum sepenuhnya direalisasikan oleh pemerintah. Ketidakpuasan itu kian nyata saat aksi massa juga melibatkan pengibaran bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan spanduk berbahasa Inggris, sebagai bentuk isyarat agar dunia internasional kembali menaruh perhatian terhadap situasi Aceh—sebagaimana yang pernah dilakukan saat proses perdamaian dua dekade silam.

Screenshot

Ketegangan makin tak terkendali ketika massa berarak menuju Pendopo Gubernur Aceh. Di lokasi itu, tindakan drastis terjadi: bendera Merah Putih diturunkan, lambang Garuda Pancasila dicopot, diseret, bahkan diinjak-injak oleh sebagian oknum massa. Mabes TNI secara tegas mengecam aksi ini dan menilai perbuatan tersebut sebagai bentuk penodaan terhadap simbol-simbol negara yang menjadi pemersatu bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Screenshot

Aksi brutal ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Apakah kericuhan yang semula berwujud aksi damai ini benar-benar murni suara rakyat atau sudah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu? Banyak yang menilai, kemunculan serentak bendera-bendera tertentu dan atribut asing di tengah massa yang awalnya dilarang oleh panitia menandakan adanya peran oknum yang memanfaatkan suasana dan mengarahkan kekecewaan masyarakat demi kepentingan kelompok tertentu.

Kekecewaan terhadap lambatnya pemenuhan hak-hak damai dan tuntutan kesejahteraan memang nyata dirasakan sebagian masyarakat Aceh. Namun, merusak simbol negara, menginjak-injak lambang pemersatu, dan mengubah agenda damai menjadi kerusuhan jelas tidak lagi mewakili semangat yang diamanatkan dalam MoU Helsinki. Tindakan tersebut justru berpotensi merusak perdamaian yang telah susah payah dibangun bersama.

Kini, masyarakat Aceh dan seluruh bangsa menghadapi tanggung jawab penting untuk merawat perdamaian. Aksi-aksi yang mengkhianati nilai persatuan hanya akan memperpanjang luka. Semua pihak diharapkan dapat mengambil pelajaran, menahan diri dari provokasi, dan mengedepankan dialog serta jalan damai demi Aceh yang sejahtera, adil, dan bermartabat. (*)

Berita Terkait

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat
DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh
DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB