HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Prabowo Tegaskan Urgensi Solidaritas Global South dalam KTT BRICS di India

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 17:47 WIB

50189 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEW DELHI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato strategis dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di India, Sabtu, 13 September 2026. Dalam forum internasional tersebut, Prabowo secara lugas menantang dominasi ketimpangan ekonomi global dengan mendesak negara-negara anggota BRICS dan bangsa-bangsa di Global South untuk segera mengonsolidasikan kekuatan sumber daya demi kemandirian ekonomi.

Prabowo menekankan bahwa ketahanan nasional tidak bisa lagi hanya menjadi jargon, melainkan harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret untuk mengubah kerentanan menjadi kekuatan. Sebagai pemimpin negara kepulauan yang berada di wilayah cincin api

, ia memberikan testimoni nyata mengenai ancaman perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, dan bencana alam yang menuntut respons kolektif. Ia mengingatkan bahwa BRICS memegang kendali atas sebagian besar mineral kritis dan sumber daya energi dunia, yang merupakan fondasi utama bagi transisi menuju ekonomi hijau global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam nada yang cukup keras dan kritis terhadap tatanan yang ada, Prabowo menyerukan agar negara-negara berkembang tidak sekadar menjadi penonton. Ia menawarkan langkah konkret berupa industrialisasi bersama dan optimalisasi rantai pasok kolektif di antara anggota BRICS. Menurutnya, kegagalan dalam mengoptimalkan potensi ini adalah kesalahan strategis. Indonesia, yang dulunya merupakan importir pangan besar, kini telah membuktikan diri mampu menjadi eksportir, sebuah model yang ia harapkan dapat diadopsi untuk meningkatkan posisi tawar negara berkembang dalam rantai nilai global.

Menjelang berakhirnya Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar tenggat waktu, melainkan agenda untuk mengembalikan negara-negara berkembang ke tempat yang seharusnya dalam tatanan dunia. Ia menuntut agar suara Global South didengar lebih nyaring, tidak hanya dalam percepatan implementasi target saat ini, tetapi juga dalam mendesain arsitektur global pasca-2030 yang lebih adil dan inklusif. Pidato ini menjadi penegasan posisi Indonesia yang ambisius dalam kepemimpinan ekonomi global di masa depan. (*)

Berita Terkait

Lawatan ke India, Presiden Prabowo Dinanti Tantangan Konkret Penguatan Hubungan Bilateral
Prabowo Tegaskan Indonesia Ogah Didikte Kekuatan Global di Forum BRICS
Tolak Kediktatoran Kekuatan Global, Presiden Prabowo Tegaskan Kedaulatan di KTT BRICS
Sorotan Dunia pada Program MBG, Tragedi Keracunan 512 Siswa di Sidoarjo Jadi Perhatian Media Internasional
Tawaran 138 Blok Migas ke Rusia: Diplomasi Energi atau Ilusi Investasi?
Konsekuensi Hukum WNI yang Bergabung dengan Militer Asing: Antara Sanksi Kewarganegaraan dan Risiko Keamanan
Prabowo dan Putin Jajaki Kerja Sama Strategis Investasi Pupuk hingga Perkapalan
Kebanggaan Dijual ke Dunia, Program MBG Prabowo Justru Jadi Sorotan Media Rusia Usai Ratusan Siswa Indonesia Keracunan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB