HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Dari SPPG Cinta Maju, Menjaga Gizi dan Menggerakkan Ekonomi Masyarkat

J.PORANG

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 14:40 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Taher

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Di balik seporsi makanan yang diterima penerima manfaat, terdapat rangkaian proses yang membutuhkan perencanaan, standar gizi, keamanan pangan, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan.

Karena itu, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan, tetapi juga oleh bagaimana seluruh proses tersebut berjalan sesuai standar dan tujuan program.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem pelayanan MBG. SPPG tidak hanya berfungsi menyiapkan makanan, tetapi juga memastikan proses penyediaan makanan bergizi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Salah satu contoh pelaksanaan di tingkat daerah dapat dilihat pada SPPG Cinta Maju di Kecamatan Blang Pegayon. PIC SPPG Cinta Maju, Edi Aprizal, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa, balita dan ibu hamil di wilayah tersebut.

Menurut Edi, selama pelaksanaan MBG, SPPG Cinta Maju belum menghadapi kendala berarti dalam menyalurkan makanan bergizi. Hal tersebut dilakukan dengan mengacu pada SOP yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Selama ini SPPG menyalurkan makanan bergizi belum pernah mendapatkan permasalahan dan kendala yang berarti karena kita menjalankan SOP yang dikeluarkan oleh BGN,” ujar Edi.

Selain menjalankan pelayanan gizi, keberadaan SPPG juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Edi menyebut SPPG Cinta Maju merekrut relawan dan berupaya menampung hasil pertanian lokal.

Hal ini menunjukkan bahwa MBG memiliki manfaat yang dapat melampaui aspek pemenuhan gizi. Ketika bahan pangan berasal dari masyarakat sekitar dan tenaga lokal ikut terlibat, program tersebut sekaligus dapat mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Dalam perkembangan pelaksanaan MBG, keterlibatan sekolah, termasuk keberadaan kantin sekolah, juga dapat menjadi bagian yang mendukung ekosistem program. Namun, keterlibatan tersebut perlu ditempatkan sesuai dengan fungsi dan standar yang telah ditetapkan sehingga tujuan utama MBG tetap menjadi prioritas.

Sekolah merupakan lingkungan tempat peserta didik menerima makanan sekaligus mendapatkan pendidikan mengenai pola hidup sehat dan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi. Karena itu, sekolah dapat berperan dalam mendukung edukasi gizi, memastikan makanan dikonsumsi dengan baik, serta membantu pengawasan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, penyediaan makanan dalam program MBG membutuhkan standar yang terukur. Mulai dari pemilihan bahan pangan, kandungan gizi, kebersihan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga waktu makanan dikonsumsi.

Dengan pembagian peran yang jelas, SPPG dan sekolah dapat saling memperkuat. SPPG memastikan aspek penyediaan dan pemenuhan standar gizi, sedangkan sekolah dapat mendukung edukasi, penerimaan dan pemanfaatan makanan bergizi oleh peserta didik.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana MBG memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pengadaan bahan pangan dari petani, peternak, pedagang, UMKM dan pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok apabila memenuhi standar yang dibutuhkan.

Dalam konteks ini, pengalaman SPPG Cinta Maju yang melibatkan relawan dan menampung hasil pertanian lokal menjadi contoh bahwa program MBG dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, pelaksanaan MBG tentu akan terus mengalami penyempurnaan. Setiap inovasi atau penyesuaian mekanisme sebaiknya tetap berpegang pada tujuan awal program, yaitu menyediakan makanan yang bergizi, aman, berkualitas dan tepat sasaran.

Penguatan peran SPPG, sekolah, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaku usaha dan masyarakat menjadi penting agar MBG tidak hanya berhasil dalam penyaluran makanan, tetapi juga membangun kesadaran tentang gizi dan menciptakan manfaat sosial-ekonomi yang lebih luas.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan MBG bukan hanya berapa banyak makanan yang dibagikan setiap hari. Lebih dari itu, keberhasilan dapat dilihat dari apakah anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, apakah makanan yang diberikan aman dan berkualitas, serta apakah program tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar.

Karena itu, menjaga tujuan utama MBG menjadi tanggung jawab bersama. SPPG sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program, sekolah sebagai lingkungan pendidikan, serta masyarakat sebagai bagian dari rantai ekonomi dan penerima manfaat perlu berjalan dalam satu arah.

MBG bukan sekadar program pemberian makanan. Di dalamnya terdapat investasi untuk kesehatan anak, kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Berita Terkait

Gelar Jum’at Berkah, Polres Bireuen Bagikan Sembako kepada Pengendara Tertib Lalu Lintas
Bakti Sosial Dalam Rangka Menyambut Hut Ke-81 Korps Brimob Polri, Brimob Bersama Masyarakat
Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Rehabilitasi Faskes Pascabencana Sumatera, 867 Puskesmas Kembali Beroperasi
Dinkes Gayo Lues Imbau Warga Waspada ISPA, Minta Pakai Masker dan Batasi Aktivitas Luar Rumah
Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II
Awal Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 013/ Gayo Lues Fokus pada Sasaran Fisik
Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria, Sita 0,14 Gram Sabu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB

MK Perintahkan Presiden dan DPR Revisi UU Peradilan Militer dalam Dua Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru