HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Kejaksaan Agung Sita Lebih dari Rp1 Triliun Terkait Dugaan Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan di Lampung

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026 - 00:04 WIB

50284 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kejaksaan Agung menyita uang sebesar Rp1,003 triliun dan 166 ribu dolar Amerika Serikat dari PT PSMI dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi terkait penggunaan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di wilayah PT Inhutani V, Lampung. Uang tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan perusahaan melalui seorang pegawai berinisial VRL kepada penyidik Jampidsus.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Saiful Bahri Siregar, mengungkapkan penyerahan dana itu merupakan bentuk itikad baik dari perusahaan sebagai jaminan apabila nantinya pengadilan memutuskan terjadinya kerugian keuangan negara akibat perkara tersebut. “Uang ini, yang Rp1 triliun, merupakan goodwill dari PT PSMI menyerahkan kepada penyidik sebagai langkah untuk apabila nanti dalam perkara ini dinyatakan terbukti kerugian keuangan negara, mereka akan siap dengan uang yang diserahkan ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (10/9).

Seusai penyitaan, dana tersebut ditempatkan di Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) Nomor 139 Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus pada Bank Syariah Indonesia. Saiful menegaskan, eksekusi ke kas negara baru akan dilakukan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap dikeluarkan. Jika pengadilan menyatakan terdapat kerugian negara sebesar nilai yang sama, uang sitaan segera disetorkan kepada Kementerian Keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus dugaan korupsi ini sebelumnya ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Lampung sebelum diambil alih oleh tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung. Tim penyidik menemukan indikasi kuat adanya tindakan melawan hukum berupa pembukaan lahan tebu seluas 1.268 hektare di dalam kawasan PT Inhutani V. Penyidikan juga masih berlanjut untuk mengidentifikasi luasan dan lokasi lahan lain yang diduga masuk ke dalam kawasan hutan.

Penanganan perkara ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengusut dan menindak tegas pelaku korupsi yang berdampak pada kerugian keuangan negara, sekaligus upaya memperkuat penegakan hukum di sektor kehutanan dan lingkungan hidup. (*)

Berita Terkait

14 Orang Ditangkap di BNPB, Uang Tunai dan Emas Batangan Disita KPK, Ada Apa di Balik Dana Siap Pakai?
Hercules Rosario Marshall Terseret Kasus Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Rp 800 Juta
KPK Sita Uang Tunai Logam Mulia dalam OTT di BNPB, Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai
OTT KPK di BNPB dan Dugaan Kejanggalan Terkait Proyek Sumur Bor Aceh ?
BNPB Tegaskan Tak Intervensi Penyidik Usai OTT KPK Seret Pejabatnya
KPK Amankan Sestama BNPB dan 13 Orang Lain dalam OTT Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
Skandal Motor Listrik Tanpa Baterai di Program MBG, Negara Rugi Rp 863,8 Miliar
Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Silayar Jilid II Segera Disidangkan di Tipikor Banda Aceh

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru