slot preparation.lsrs.lu

Kejaksaan Agung Pilih Menunggu Persidangan Terkait Dugaan Uang Rp 40 Miliar untuk Empat Pejabat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 05:17 WIB

50323 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kejaksaan Agung menanggapi isu dugaan aliran dana Rp 40 miliar kepada empat pejabat di lingkungan institusi tersebut yang sebelumnya disampaikan kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena informasi yang beredar masih dianggap sebagai asumsi.

Di hadapan wartawan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (7/9), Anang menyampaikan, informasi terkait dugaan aliran uang tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia menekankan, pihak Kejaksaan Agung memilih menunggu seluruh proses persidangan hingga fakta hukum benar-benar terbuka.

“Kita lihat saja nanti, seandainya naik ke persidangan semuanya akan terbuka. Jadi kami belum bisa memberikan pernyataan apapun sebelum proses persidangan berlangsung,” ujar Anang saat ditemui usai kegiatan di Kejagung. Ia menegaskan, sikap hati-hati dalam memberikan pernyataan dipilih karena seluruh informasi hingga kini masih belum jelas dan masih sebatas dugaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Kejaksaan Agung ini merupakan respons atas bantahan kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, terkait tudingan kliennya menerima uang dari seorang pengusaha. Febri menjelaskan, keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) justru menyebutkan bahwa uang tersebut diberikan kepada pihak lain, dan hanya disampaikan kemungkinan bisa saja ditujukan untuk empat pejabat Kejagung sebagaimana disebut dalam pemeriksaan.

Sebelumnya, dugaan pemberian uang terkait kasus Jiwasraya dan ASABRI juga sempat diulas dalam persidangan praperadilan yang diajukan oleh tersangka Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang tersebut, hakim menyampaikan adanya keterangan saksi dan alat bukti mengenai dugaan adanya pemberian uang dalam jumlah besar serta komunikasi antara Febrie dengan pihak-pihak yang terlibat dua kasus besar itu. Hakim menilai, dari keterangan dan kombinasi alat bukti, telah cukup alasan penetapan status tersangka, meskipun belum dapat menyimpulkan terjadi atau tidaknya tindak pidana sepanjang belum dibuktikan dalam persidangan secara terbuka.

Kejaksaan Agung memastikan akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan menyerahkan penilaian akhir kepada pengadilan. Publik juga diimbau untuk menunggu perkembangan terbaru melalui proses persidangan yang bersifat terbuka. Adapun perkara terkait dugaan aliran uang ini masih menjadi perhatian, terutama karena menyeret nama sejumlah pejabat penegak hukum yang sebelumnya menangani perkara-perkara besar di sektor keuangan. (*)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru