HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Lawatan ke India, Presiden Prabowo Dinanti Tantangan Konkret Penguatan Hubungan Bilateral

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026 - 17:53 WIB

50240 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEW DELHI – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di New Delhi, India, pada Jumat, 11 September 2026, disambut hangat oleh diaspora dan mahasiswa Indonesia di tengah agenda padat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Meski penyambutan berlangsung penuh antusiasme, publik menantikan aksi nyata dari lawatan ini di tengah kompleksitas geopolitik dan ekonomi global yang menuntut peran aktif Indonesia.

Kehadiran Presiden Prabowo di India bukan sekadar formalitas diplomatik. Dalam rangkaian kunjungan kerja yang berlangsung hingga 13 September 2026 ini, ekspektasi publik tertuju pada bagaimana pemerintah mampu menerjemahkan kedekatan personal menjadi keuntungan strategis bagi kepentingan nasional. Para mahasiswa Indonesia di India, yang menjadi saksi mata kedatangan Kepala Negara, berharap momentum ini menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama bilateral yang lebih implementatif, alih-alih terjebak dalam retorika diplomatik yang bersifat seremonial.

Dalam interaksinya, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program doktoral hingga sarjana di sejumlah institusi pendidikan ternama di India. Pesan apresiasi yang disampaikan Presiden agar para mahasiswa terus menimba ilmu dinilai sebagai bentuk atensi moral, namun tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana pemerintah mampu memfasilitasi integrasi sumber daya manusia unggul ini sekembalinya ke Tanah Air nanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara diplomatis, kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan Indonesia-India yang memang memiliki akar sejarah panjang. Namun, di tengah dinamika KTT BRICS, banyak pihak mendesak agar kebijakan luar negeri Indonesia tidak hanya berhenti pada jargon memperkuat posisi tawar, melainkan harus konkret dalam merespons tantangan pasar global dan isu-isu ekonomi regional yang tengah mendesak.

Respons positif dari diaspora di New Delhi mencerminkan harapan besar akan kepemimpinan yang progresif dalam menjalin hubungan dengan negara-negara mitra strategis. Kini, masyarakat menunggu realisasi dari komitmen tersebut. Apakah lawatan ini benar-benar akan menghasilkan terobosan ekonomi yang berdampak luas, atau hanya sekadar mempererat hubungan tanpa memberikan efek ekonomi signifikan bagi rakyat di dalam negeri? Waktu yang akan menjawab efektivitas kebijakan luar negeri di bawah kendali Presiden Prabowo pada KTT kali ini. (*)

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Indonesia Ogah Didikte Kekuatan Global di Forum BRICS
Prabowo Tegaskan Urgensi Solidaritas Global South dalam KTT BRICS di India
Tolak Kediktatoran Kekuatan Global, Presiden Prabowo Tegaskan Kedaulatan di KTT BRICS
Sorotan Dunia pada Program MBG, Tragedi Keracunan 512 Siswa di Sidoarjo Jadi Perhatian Media Internasional
Tawaran 138 Blok Migas ke Rusia: Diplomasi Energi atau Ilusi Investasi?
Konsekuensi Hukum WNI yang Bergabung dengan Militer Asing: Antara Sanksi Kewarganegaraan dan Risiko Keamanan
Prabowo dan Putin Jajaki Kerja Sama Strategis Investasi Pupuk hingga Perkapalan
Kebanggaan Dijual ke Dunia, Program MBG Prabowo Justru Jadi Sorotan Media Rusia Usai Ratusan Siswa Indonesia Keracunan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:26 WIB

Ancaman Demokrasi di Balik Tuntutan Masa Jabatan Kepala Desa Tanpa Batas

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB