Pemulihan Pasca Bencana Banjir Hidrometeorologi Aceh Dinilai Sangat Lambat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 23:13 WIB

50345 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, senin 16 Febuari 2026- Ali Hasyimi Presiden Mahasiswa Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) Al Washliyah Banda Aceh, mempertanyakan langkah-langkah strategis atau terobosan baru yang solutif di ambil oleh Pemerintah Aceh untuk menangani bencana Hidrometreologi yang sudah 81 hari ini masih jauh Dari kata pulih dan sembuh, ” Dale pike keu pokir ” , bencana hedrometreologi ini sudah 2 bulan lebih hampir 3 bulan melanda Aceh, namun realita di lapangan belum ada Perubahan yang segnifikat, ” Hana peunawa bak musoh, Hana peunutoh bak Pengkhianat bangsa?”

Sedikit Saya cerita kan kondisi di pidie jaya, Saya beberapa waktu lalu pada Tanggal 28 januari 2026 sampai Dengen 14 Februari 2026,18 hari penuh saya mengikuti Kuliah Pengamdian Masyarakat (KPM) recovery yang dilaksanakan Oleh Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh Dan Sekolah tinggi Agama Islam (STAI) Al Washliyah Banda Aceh Di Kabupaten Pidie jaya,kecamatan meurah dua di gampong Meunasah mancang,gampong Dayah husen dan di gampong blang, yang terbagi 3 kelompok Dari 115 Mahasiswa UNADA Dan STAI Banda aceh yang mengikutin KPM khusus ini.

Kami UNADA dan STAI Banda Aceh juga ikut partisipasi dan meringankan beban mayarakat yang dilanda bencana di pidie jaya,suatu Bukti kami Peduli, Mengabdi untuk Masyarakat dan menyumbangkan tenaga Dan pikiran agar Aceh Segera membaik. Kenapa saya ceritakan.? Saya bukan Sekedar pandai mengkritik Pemerintah saja tapi juga ikut menbantu Masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kami sebagai mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang kami sesalkan Pemerintah Aceh dan Pemerintah daerah Masih Tutup Mata dan Apatis terhadap bencana ini, sapatutnya Pemerintah Aceh dan Pemerintah Daerah sudah mengumumkan ke publik langkah-langkah strategis dan solutif kepada Masyarakat agar mereka bisa tidur tenang dan tidak trauma saat hujan tiba. mengingat banjir Aceh sudah hampir 3 bulan dilanda bencana hedrometreologi tapi Masih belum ada Perubahan senifikat yang di rasa kan Oleh Masyarakat Aceh ” Pemerintah Bek dale jok angen syurga untuk masyarakat.”

Sangat di sayangkan sikap pemerintah Aceh termasuk Pemerintah daerah otoriter dan kejam untuk masyarakat nya sendiri, Beberapa hari lagi kita akan menyambut Bulan suci Ramadhan, atusias dan Euforia Masyarakat Aceh ketika menyambut bulan suci Ramadhan begitu luar biasa.
Padahal di saat kondisi Aceh seperti ini hadir lah Pemerintah untuk membawa semangat dan kebahagian untuk Masyarakat nya,, ironisnya Pemerintah Aceh Tutup Mata dan lupa fungsional nya hari ini.

Salahkah kami mengkritik Pemerintah Aceh terkait bencana ini.??

Pemerintah Aceh dan Pemerintah daerah belum membuka mata dan hati sampai detik ini, kenapa saya sampaikan demikian karena Pemerintah Aceh dan Pemerintah Daerah belum bisa memberikan solusi yang jelas kepada publik dan manajemen kebencaan pun masih amburadul kami nilai kurang transparansi dana yang di salurkan

Sangat kami sayangkan kurang nya perhatian Pemerintah Pidie jaya, di kecamatan meurah Dua di Gampong Meunasah mancang dan Gampong Dayah Usen, segera Pemerintah pidie jaya mencari altenatif lain, ketika hujan deras genanggan air di jalan Menjadi hambatan Masyarakat untuk keluar masuk untuk keluar desa, karena selokan Dan pembuangan air tidak ada dan air mengendap di jalan tidak mengalir kemana mana,
saat hujan deras genanngan air di jalan Pante Beureune bisa sampai selutut orang dewasa.

Pada malam minggu kemarin tanggal 14 Febuari 2026 Masyarakat Meunasah mancang dan Gampong Dayah Usen terjadi banjir kembali, Pemerintah tega melihat jeritan Masyarakat dan trauma yang terus meningkatkan bukannya hilang.

Saran kami Pemerintah Aceh lebih proaktif dalam menyelesaikan bencana Hidrometreologi Aceh dan segera ambil sikap tegas bila ada oknum Pemerintah daerah yang menyalahgunakan dana bencana ini untuk memperkaya individual dan kroninya. (*)

Berita Terkait

Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur
Partai Gelora Aceh Desak Percepatan Serapan Anggaran Penanggulangan Bencana demi Pemulihan Masyarakat Pascabencana
Suryadi Djamil Sebut Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sarat Muatan Politik Berkedok Advokasi
Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih
Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019
Pengacara Tempuh Jalur Hukum, Kasus Medsos Hebohkan Aceh
PEMA UNADA MENGGELAR KEGIATAN FGD
Kak Iin Tegaskan Tak Pernah Rilis soal Bank Aceh, Dukung Kepemimpinan Fadhil Ilyas dan Kinerja Semakin Positif

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:41 WIB

Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Suryadi Djamil Sebut Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sarat Muatan Politik Berkedok Advokasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:21 WIB

Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:39 WIB

Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:31 WIB

Pengacara Tempuh Jalur Hukum, Kasus Medsos Hebohkan Aceh

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:07 WIB

PEMA UNADA MENGGELAR KEGIATAN FGD

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:22 WIB

Kak Iin Tegaskan Tak Pernah Rilis soal Bank Aceh, Dukung Kepemimpinan Fadhil Ilyas dan Kinerja Semakin Positif

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:50 WIB

SMK-PP Negeri Saree Juara I LKS Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

Berita Terbaru