Pembukaan Rute Lhokseumawe–Penang: Peluang Ekonomi dan Tanggung Jawab Kepabeanan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 11 April 2025 - 23:53 WIB

50463 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSEUMAWE | Pada acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe baru-baru ini, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengumumkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Krueng Geukueh. Salah satu upaya konkret yang direncanakan adalah pengadaan kapal feri jenis roll-on/roll-off (roro) yang akan melayani rute pelayaran Lhokseumawe–Penang, Malaysia.

Pembukaan rute ini menjadi angin segar bagi perekonomian regional. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat arus perdagangan, investasi, dan pariwisata antara kedua wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat

Dampak Ekonomi dan Kesiapan Masyarakat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rute pelayaran Lhokseumawe–Penang berpotensi mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan Aceh ke Malaysia dan negara-negara Asia lainnya. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, beberapa komoditas yang memiliki nilai ekspor tinggi antara lain:

  • Kopi Arabika Gayo – Dikenal dengan cita rasa khas dan telah menjadi favorit pasar internasional.
  • Ikan Tuna dan Hasil Laut – Sektor perikanan yang kuat dan berpotensi menembus berbagai pasar global.
  • Minyak Nilam – Bahan baku utama parfum dunia, banyak diminati di Eropa dan Timur Tengah.
  • Cengkeh dan Pinang – Komoditas pertanian yang digunakan di industri farmasi dan makanan.

Namun, untuk mendukung kelancaran ekspor, para pelaku usaha dan masyarakat perlu memahami dan mematuhi ketentuan kepabeanan yang berlaku

Regulasi Kepabeanan: Panduan Penting bagi Eksportir dan Importir

Dengan semakin meningkatnya kegiatan ekspor dan impor, pemahaman terhadap ketentuan kepabeanan menjadi aspek penting untuk menjamin kelancaran arus barang lintas negara. Berikut penjabaran lima aspek utama regulasi kepabeanan yang wajib diketahui oleh para pelaku usaha:

  1. Tata Laksana Impor untuk Dipakai

Pengeluaran barang impor untuk dipakai diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-190/PMK.04/2022 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-02/BC/2023.

Ketentuan ini mengatur bahwa:

  • Impor untuk dipakai adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean untuk digunakan sendiri atau dimiliki oleh orang atau badan yang berdomisili di Indonesia.
  • Barang harus diberitahukan melalui Pemberitahuan Impor Barang (PIB), disertai dokumen pelengkap seperti invoice, packing list, dan bill of lading.
  • Pengeluaran barang dari kawasan pabean dapat dilakukan melalui:
    • Jalur Hijau: tanpa pemeriksaan fisik barang dan dokumen.
    • Jalur Merah: dengan pemeriksaan fisik dan dokumen secara menyeluruh.

Selain kewajiban pemberitahuan pabean, pelaku usaha juga wajib memenuhi kewajiban pabean berupa pembayaran, yaitu:

  • Bea Masuk
  • Cukai (Untuk Barang Kena Cukai)
  • Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), seperti PPN, PPnBM, dan PPh Pasal 22 Impor.
  1. Barang Bawaan Penumpang

Menurut Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-203/PMK.04/2017, penumpang internasional yang membawa barang untuk keperluan pribadi atau komersial wajib:

  • Mengisi Customs Declaration saat kedatangan dan melakukan pemenuhan kepabeanan berupa pembayaran BM dan PDRI untuk barang dengan kategori personal use yang nilainya melebihi FOB USD 500.
  • Melaporkan pembawaan barang berharga ke luar negeri seperti:
    • Perhiasan emas, batu mulia, dan logam mulia lainnya
    • Uang tunai atau instrumen keuangan senilai ≥ Rp100 juta atau dalam mata uang asing setara
  • Menyampaikan pemberitahuan kepada petugas Bea dan Cukai menyertakan dokumen pendukung seperti nota pembelian, tiket pesawat, jika membawa barang-barang personal use yang memiliki nilai tinggi yang akan dibawa ke Luar Negeri dan akan dibawa kembali ke Indonesia.

Barang-barang tersebut diatas akan diperiksa oleh petugas Bea Cukai di terminal keberangkatan internasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  1. Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dan Impor

Ketentuan umum ini meliputi izin dan larangan atas kegiatan ekspor-impor yang diatur oleh Kementerian Perdagangan:

  • Permendag No. 7 Tahun 2024: Mengatur prosedur dan perizinan impor, termasuk barang larangan dan pembatasan.
  • Permendag No. 19 Tahun 2021: Mengatur ketentuan ekspor, terutama untuk komoditas strategis dan barang kena bea keluar.

Pelaku usaha wajib mengakses sistem Indonesia National Single Window (INSW) untuk memperoleh persetujuan teknis, perizinan, dan kuota bila diperlukan.

  1. Barang yang Dilarang atau Dibatasi untuk Diekspor dan Diimpor

Barang yang dilarang adalah barang secara tegas dilarang untuk diekspor/impor berdasarkan regulasi nasional dan perjanjian internasional. Sementara itu, barang yang dibatasi adalah barang yang memerlukan dokumen teknis tambahan dalam ekspor/impor

Peran Strategis Bea Cukai Lhokseumawe Kolaborasi Antar Stakeholder

Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pelayanan kepabeanan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Bea Cukai Lhokseumawe memiliki peran penting dalam kelancaran arus barang dan penumpang. Selain itu, Bea Cukai Lhokseumawe juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai regulasi kepabeanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kelancaran perdagangan melalui rute Lhokseumawe–Penang sangat bergantung pada sinergi antar-stakeholder. Beberapa langkah koordinatif yang telah dilakukan bersama Bea Cukai Lhokseumawe antara lain seperti dengan General Manager Pelindo Lhokseumawe yang bersinergi dalam memastikan proses bongkar muat berjalan sesuai ketentuan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, melalui Bidang Perdagangan Luar Negeri, yang  menggagas rencana sosialisasi dan pelatihan ekspor bagi pelaku usaha.

Komitmen ini diharapkan dapat membentuk ekosistem perdagangan yang sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi. Rencana pembukaan rute pelayaran feri roro Lhokseumawe–Penang adalah peluang besar bagi Aceh. Namun, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kesiapan seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam:

  • Mengembangkan komoditas ekspor yang berkualitas dan kompetitif
  • Mematuhi regulasi kepabeanan demi kelancaran perdagangan
  • Menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku usaha lainnya

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pelabuhan Krueng Geukueh berpotensi menjadi gerbang ekspor andalan Aceh yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Perkuat Pemahaman Hukum, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Pembinaan Bantuan Hukum bagi Pegawai
Perkuat Pemahaman Hukum, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Pembinaan Bantuan Hukum bagi Pegawail
Presma UIN SUNA Soroti Lambannya Pengaspalan Jalan Nasional di Muara Satu, Warga Terdampak Debu dan Risiko Kecelakaan
Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi, Turut Musnahkan Ladang Ganja di Sawang
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
Stakeholder Intimacy: Kunjungan Kerja Kanwil Bea Cukai Aceh ke Integrated Terminal Lhokseumawe, PT Pertamina Patra Niaga.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:19 WIB

Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru