slot preparation.lsrs.lu

Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Capai 167 Orang, Delapan Jenazah Dievakuasi di Hari Kelima

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 23:47 WIB

50294 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO — Jumlah korban akibat ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Jumat (3/10) pukul 20.00 WIB, total korban tercatat sebanyak 167 orang. Sebanyak 117 korban telah ditemukan, dengan rincian 103 selamat, 13 meninggal dunia, dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan.

Dari jumlah korban selamat, 14 orang dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 89 orang lainnya telah diperbolehkan pulang, dan satu korban dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun demikian, sebanyak 50 orang lainnya masih belum ditemukan dan masuk dalam daftar pencarian tim SAR gabungan, sesuai dengan daftar absensi resmi dari pihak pondok pesantren.

Operasi pencarian yang memasuki hari kelima mencatat tambahan delapan jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian hingga pukul 17.34 WIB. Proses pencarian ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, Tagana, Pemadam Kebakaran, serta sejumlah unsur relawan yang dikerahkan secara penuh selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evakuasi hari ini dimulai sejak pagi. Jenazah pertama ditemukan pukul 07.30 WIB di sektor A2, tepatnya di area tempat wudhu. Disusul satu korban tambahan tujuh menit kemudian di sektor yang sama. Evakuasi berlanjut di sektor timur A2 pada pukul 10.17 WIB dan sektor A4 pada pukul 11.34 WIB.

Pencarian sore hari kembali membuahkan hasil. Pada pukul 14.00 WIB, satu korban ditemukan di sektor A3, disusul temuan berikutnya pukul 17.15 WIB di lokasi yang sama. Dua jenazah lainnya ditemukan dalam waktu berdekatan pada pukul 17.17 WIB di sektor A1 dan pukul 17.30 WIB di sektor A2.

Dengan tambahan delapan korban tersebut, total temuan jenazah dari hari kelima tersebar di empat sektor: A1, A2, A3, dan A4. Keempat sektor itu merupakan hasil pembagian tim pencarian Basarnas untuk mempercepat evakuasi dan memperkuat koordinasi di lokasi kejadian.

Adapun sektor A1 mencakup sisi depan bangunan yang masih menyatu dengan struktur utama. Sektor A2 merupakan area tempat wudhu di mana banyak material runtuhan terkonsentrasi. Sektor A3 berada di sisi timur bangunan dengan hambatan berupa timbunan beton cukup tebal, sedangkan sektor A4 mencakup sisi bangunan yang relatif terpisah dari struktur utama namun tetap berisiko tinggi bagi petugas.

Saat ini, fokus pencarian diarahkan ke sisi utara bangunan, terutama pada bagian bangunan yang tidak lagi terintegrasi secara struktural dan dianggap masih menyimpan kemungkinan korban terjebak. Pembersihan material reruntuhan terus dilaksanakan secara bergilir 24 jam penuh.

Jika ditemukan korban jiwa dalam proses ini, tim pembersih puing akan segera menghentikan pekerjaan dan berkoordinasi dengan tim evakuasi untuk penanganan medis maupun jenazah secara cepat dan layak.

Proses pencarian dan evakuasi diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, mengingat banyaknya puing dan kompleksitas medan. Basarnas dan seluruh tim gabungan menyatakan akan bekerja tak kenal lelah untuk menemukan seluruh korban, sekaligus memastikan bahwa seluruh tahapan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan penghormatan terhadap para korban. (*)

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di 15 Wilayah Aceh, Gayo Lues dan Nagan Raya Termasuk
Ancaman Kebakaran Hutan Meluas hingga ke Papua dan Krisis Kesehatan Petugas di Lapangan
Empat Prajurit TNI Gugur Akibat Kecelakaan Mobil Dinas di Yalimo, Papua Pegunungan
Lempengan Besi Misterius Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan di Perkebunan Sawit Sampit
Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti
Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan
Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk
Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru