slot preparation.lsrs.lu

Kementerian PUPR Tancap Gas Tangani Kerusakan Bendung Pante Lhong Bireuen

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:22 WIB

50267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penanganan kerusakan Bendung Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh, usai diterjang banjir bandang akhir tahun lalu. Akselerasi ini dilakukan untuk segera mengembalikan fungsi bendung dalam mengatur aliran sungai serta mencegah potensi banjir susulan yang bisa mengancam wilayah perkotaan.

Kerusakan yang terjadi dinilai berdampak langsung terhadap sistem pengendalian banjir Sungai Peusangan dan memberi ancaman nyata untuk kawasan hilir, termasuk pusat-pusat permukiman. Pemerintah menetapkan penanganan infrastruktur sumber daya air, termasuk Bendung Pante Lhong, sebagai prioritas dalam masa pemulihan pascabencana.

Menteri PUPR turun langsung ke lokasi pada Kamis, 1 Januari 2026, guna meninjau kondisi terkini bendung dan sungai yang rusak. Dalam tinjauannya, ia melihat langsung dampak banjir yang menyebabkan perubahan besar pada morfologi sungai. Menurutnya, wajah Sungai Peusangan kini jauh berbeda dibanding sebelum banjir, terutama karena pelebaran badan sungai yang dinilai sangat ekstrem.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perubahan bentuk sungai ini fenomenal, beberapa kali lipat dibanding sebelumnya. Ini jelas memengaruhi kinerja bendung secara keseluruhan. Desain teknisnya harus kita sesuaikan ulang,” ujar Menteri PU di lokasi.

Kementerian menilai, perbaikan Bendung Pante Lhong tidak bisa sekadar tambal sulam. Diperlukan perencanaan ulang dengan pendekatan teknis yang matang agar keandalan sistem pengairan dan perlindungan kawasan tetap terjaga dalam jangka panjang. Desain bendung dan pengendalian air sungai harus mampu mengatasi lonjakan debit air di masa mendatang.

Menteri PUPR juga menyampaikan kekhawatirannya soal potensi risiko banjir susulan. Ia menyebut, jika tidak ditangani secepatnya, Kota Bireuen dan sekitarnya bisa kembali dilanda banjir besar karena bendung dan sungai sudah tidak lagi mampu mengendalikan aliran air saat hujan ekstrem. Ini akan berdampak pada keselamatan warga serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi.

“Kita tidak bisa menunggu. Harus ada langkah cepat dan konkret. Keamanan masyarakat adalah yang utama. Kita kerja ekstra,” tegasnya.

Sebelum kunjungan menteri, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I juga telah lebih dulu melakukan asesmen awal kondisi bendung. Hasil survei tersebut jadi dasar perumusan rencana teknis penanganan. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar proses perbaikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Diharapkan, langkah percepatan ini tidak hanya memulihkan fungsi teknis bendung, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi belakangan ini. Pemerintah menargetkan pengerjaan awal dimulai dalam waktu dekat, sembari menyusun desain teknis permanen yang lebih adaptif terhadap kondisi sungai yang telah berubah.

“Ini bukan cuma soal infrastruktur, tapi soal keberlanjutan hidup masyarakat di hilir. Kita harus pastikan bendung ini kembali fungsional dan siap menghadapi kondisi ekstrim di masa depan,” tutup Menteri.(*)

Berita Terkait

Khanduri Turun Sawah Paya Supat, Kadistanbun Bangga Sawah Tadah Hujan Kini Dua Kali Panen
Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing
Kapolres Subulussalam Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 98
Kapolres Bireuen Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Kuatkan Sinergi Pemuda untuk Indonesia
Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Digelar Serentak 26 Oktober hingga 8 November 2026
Kadistanbun Bireuen Mulyadi Tinjau Progres Rehabilitasi Sawah di Sejumlah Lokasi, Target Awal November Petani Mulai Tanam
Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam Rangka Turun Sawah di Samalanga
Tanah Mati Suri Pasca Banjir, PT. BIO ENERGI RIMBA RAYA Bersama Tani Merdeka Bireuen “Suntikkan” PTOC untuk Selamatkan Lahan Petani

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru