Aceh Tenggara — Nadira Yana Hasmi Siswi SMA Negeri 1 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, meraih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026.
Prestasi tersebut diraih Nadira setelah bersaing dengan 272 peserta dari 23 kabupaten/kota dalam OBA tingkat provinsi yang berlangsung pada 29 Agustus 2026. Ia menempati posisi kedua pada kategori SMA/SMK Negeri/Swasta Non-Boarding School.
Pada seleksi tingkat kabupaten yang berlangsung 9 Mei 2026, Nadira bersaing dengan sekitar 30 peserta dari lima sekolah. Hasil seleksi diumumkan pada 18 Juli 2026. Namanya menjadi salah satu yang berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.
Kepala SMA Negeri 1 Kutacane, Zenul Bakri, S.Pd., M.Si., mengatakan keberhasilan Nadira merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara bertahap.
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini merupakan hasil dari proses pembinaan dan seleksi yang dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat sekolah hingga provinsi,” ujar Zenul saat di konfirmasi via Telepon pada Selasa, 1 September 2026.
Menurut Zenul, prestasi Nadira membuktikan bahwa siswa dari SMA Negeri 1 Kutacane memiliki kemampuan untuk bersaing dalam berbagai kompetisi hingga tingkat yang lebih tinggi.
“Kami akan terus memberikan dukungan agar ia dapat mempersiapkan diri dengan baik menghadapi tingkat nasional dan membawa nama baik sekolah serta Aceh Tenggara,” katanya.
Pesan Ibu: Lakukan yang Terbaik
Di balik keberhasilan Nadira, ada dukungan keluarga. Miesta, ibu Nadira, mengaku sangat senang sekaligus terharu ketika mengetahui putrinya meraih Juara 2 tingkat Provinsi Aceh.
“Senang sekali dan sangat terharu. Sebagai seorang ibu, tentu saya merasa bangga melihat perjuangan dan hasil yang diraih Nadira,” ungkap Miesta.
Sejak proses seleksi, Miesta tidak membebani putrinya dengan target kemenangan. Ia justru mengingatkan Nadira untuk menikmati proses dan memberikan kemampuan terbaik.
“Saya selalu memberikan motivasi dan semangat kepada Nadira. Saya sampaikan, lakukan yang terbaik. Menang atau kalah itu urusan belakangan. Yang terpenting adalah berusaha dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik,” katanya.
Miesta juga mengapresiasi dukungan SMA Negeri 1 Kutacane. Menurut dia, sekolah memberikan fasilitas dan bimbingan yang dibutuhkan Nadira selama mengikuti rangkaian OBA.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMA Negeri 1 Kutacane serta guru Bahasa Arab, Ustazah Indah Purnamasari, S.Pd.I., yang membimbing Nadira.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala SMA Negeri 1 Kutacane yang sangat mensupport Nadira. Terima kasih yang sangat mendalam juga khususnya kepada guru atau Ustazah Indah Purnamasari, S.Pd.I., atas bimbingan dan ilmu yang diberikan hingga anak saya Nadira dapat menjadi juara,” tuturnya.
Namun, ada satu pesan Miesta yang membuat pencapaian Nadira terasa lebih personal.
“Jadilah kebanggaan ayahmu, anakku Nadira, walau di manapun kau berada,” ucapnya.
Pesan itu ditujukan kepada Nadira yang kini menjalani perjuangan tanpa kehadiran sang ayah, almarhum Hasmi Zuhrianto. Semasa hidupnya, Hasmi pernah menjabat sebagai Camat Bukit Tusam pada periode 2019–2024.
Bagi Miesta, keberhasilan Nadira bukanlah garis akhir. Prestasi itu justru menjadi awal dari perjuangan berikutnya.
Nadira kini bersiap mewakili Aceh pada Olimpiade Bahasa Arab ke-9 tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November 2026.
Miesta berharap putrinya tetap rendah hati, terus belajar dan tidak berhenti berjuang.
“Semoga Nadira terus berjuang, menjadi anak yang membanggakan dan membawa nama baik keluarga di mana pun berada.”
(Red)







































