Guncangan Beruntun Tiga Kali Gempa Melanda Gayo Lues, Warga Panik Berhamburan Keluar Gedung

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:06 WIB

50231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, diguncang tiga kali gempa bumi secara beruntun pada Rabu (22/7/2026) siang, memicu kepanikan luas di tengah masyarakat dan menambah daftar panjang peristiwa kegempaan yang kerap melanda kawasan tengah Aceh. Gempa yang terjadi secara berurutan dalam rentang waktu singkat ini tidak saja dirasakan di Gayo Lues, namun juga mengguncang kawasan Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga sejumlah wilayah lain di dataran tinggi Gayo.

Peristiwa itu bermula ketika lindu pertama bermagnitudo 3,7 mengguncang pada pukul 11.16 WIB, dengan pusat gempa berada 30 km Timur Laut Gayo Lues di kedalaman 10 kilometer. Getaran awal yang relatif dangkal ini segera terasa kuat di permukiman warga dan gedung-gedung publik, bahkan di Takengon—ibu kota Aceh Tengah—sejumlah warga yang tengah beraktivitas di dalam ruangan langsung berlarian keluar, menjauhi bangunan untuk menghindari ancaman runtuhan.

Tidak berselang lama, gempa kedua terjadi hanya dalam jeda waktu dua menit, tepatnya pukul 11.18 WIB. Kali ini kekuatan gempa tercatat meningkat menjadi magnitudo 4,8 dengan pusat gempa 21 km Timur Laut Gayo Lues dan kedalaman yang masih sama, yakni 10 km. Guncangan kedua ini semakin memperparah kepanikan, terutama bagi warga yang masih berada di luar gedung dan memantau kemungkinan gempa susulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guncangan terbesar justru terjadi saat BMKG memutakhirkan informasi tentang gempa ketiga di lokasi berdekatan, dengan magnitudo 5,6 pada pusat 41 km Timur Laut Gayo Lues, juga di kedalaman 10 km. Gempa yang terjadi secara bertubi-tubi dengan selang waktu sangat sempit ini membuat masyarakat semakin gelisah, terlebih mereka masih teringat sejarah gempa-gempa besar yang pernah memporak-porandakan wilayah ini beberapa tahun silam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya menegaskan bahwa gempa bermagnitudo 5,6 tersebut tidak berpotensi tsunami, karena pusat gempa berada di darat dan kedalaman tergolong dangkal. Namun, peringatan tetap dikeluarkan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kerap menyertai rangkaian kejadian serupa di zona patahan aktif wilayah Gayo Lues dan sekitarnya.

Sejumlah warga, terutama di kawasan yang berdekatan dengan episentrum, mengaku merasakan getaran yang cukup kuat sehingga menyebabkan benda-benda di dalam rumah bergoyang dan beberapa peralatan jatuh. Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum ada temuan atau laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa dari BPBD maupun aparat setempat.

Warga di kawasan rawan gempa diimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG. Para pengguna jalan dan pekerja yang beraktivitas di gedung bertingkat atau wilayah lereng perbukitan juga diingatkan agar memperhatikan jalur evakuasi dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan guncangan susulan.

Gayo Lues dan kawasan tengah Aceh memang dikenal sebagai wilayah yang berada pada jalur sesar aktif, sehingga potensi kegempaan selalu menjadi ancaman yang tak bisa diabaikan. Peristiwa gempa bumi beruntun ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat, akan vitalnya mitigasi bencana, kesiapan infrastruktur, serta edukasi berkelanjutan mengenai penanggulangan risiko kebencanaan. Ketangguhan masyarakat dan infrastruktur dalam menghadapi rangkaian gempa seperti hari ini menjadi ukuran seberapa siap daerah dalam menghadapi ancaman alam yang datang tanpa peringatan. (*)

Berita Terkait

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla
Polres Gayo Lues Berduka, Aipda Win Aripa Dikenang dalam Prosesi Pemakaman Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 02:32 WIB

Ada Upaya Pecah Belah Pendukung Prabowo-Gibran Usai Demo Agustus Dua Ribu Dua Puluh Enam

Rabu, 2 September 2026 - 02:28 WIB

Ubedilah Badrun Tegaskan Demo 27 Agustus Cermin Kegelisahan dan Kemarahan Publik pada Korupsi

Rabu, 2 September 2026 - 02:25 WIB

Bakom Minta Publik Percayakan Proses Hukum dalam Kasus Kematian Penjual Cermin di Pejompongan

Rabu, 2 September 2026 - 02:17 WIB

Praktisi Hukum Tegaskan Penanganan Kamtibmas Adalah Kewenangan Polisi, Bukan Ormas

Rabu, 2 September 2026 - 02:07 WIB

Mutasi Polri, Kombes Carlie Syahputra Bustamam Jabat Kabid Propam Polda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 19:20 WIB

Pengamat Hukum: Pelibatan Ormas Bubarkan Massa Aksi Langgar Konstitusi dan Ancam Demokrasi

Selasa, 1 September 2026 - 19:11 WIB

Negara Kembali Kuasai 111,71 Hektar Lahan Konservasi di Tahura Bukit Soeharto

Selasa, 1 September 2026 - 19:07 WIB

Petisi Pembubaran GRIB Jaya Muncul di Tengah Sorotan Aksi Kekerasan Pascademo DPR

Berita Terbaru