slot preparation.lsrs.lu

Guncangan Beruntun Tiga Kali Gempa Melanda Gayo Lues, Warga Panik Berhamburan Keluar Gedung

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:06 WIB

50284 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, diguncang tiga kali gempa bumi secara beruntun pada Rabu (22/7/2026) siang, memicu kepanikan luas di tengah masyarakat dan menambah daftar panjang peristiwa kegempaan yang kerap melanda kawasan tengah Aceh. Gempa yang terjadi secara berurutan dalam rentang waktu singkat ini tidak saja dirasakan di Gayo Lues, namun juga mengguncang kawasan Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga sejumlah wilayah lain di dataran tinggi Gayo.

Peristiwa itu bermula ketika lindu pertama bermagnitudo 3,7 mengguncang pada pukul 11.16 WIB, dengan pusat gempa berada 30 km Timur Laut Gayo Lues di kedalaman 10 kilometer. Getaran awal yang relatif dangkal ini segera terasa kuat di permukiman warga dan gedung-gedung publik, bahkan di Takengon—ibu kota Aceh Tengah—sejumlah warga yang tengah beraktivitas di dalam ruangan langsung berlarian keluar, menjauhi bangunan untuk menghindari ancaman runtuhan.

Tidak berselang lama, gempa kedua terjadi hanya dalam jeda waktu dua menit, tepatnya pukul 11.18 WIB. Kali ini kekuatan gempa tercatat meningkat menjadi magnitudo 4,8 dengan pusat gempa 21 km Timur Laut Gayo Lues dan kedalaman yang masih sama, yakni 10 km. Guncangan kedua ini semakin memperparah kepanikan, terutama bagi warga yang masih berada di luar gedung dan memantau kemungkinan gempa susulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guncangan terbesar justru terjadi saat BMKG memutakhirkan informasi tentang gempa ketiga di lokasi berdekatan, dengan magnitudo 5,6 pada pusat 41 km Timur Laut Gayo Lues, juga di kedalaman 10 km. Gempa yang terjadi secara bertubi-tubi dengan selang waktu sangat sempit ini membuat masyarakat semakin gelisah, terlebih mereka masih teringat sejarah gempa-gempa besar yang pernah memporak-porandakan wilayah ini beberapa tahun silam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangannya menegaskan bahwa gempa bermagnitudo 5,6 tersebut tidak berpotensi tsunami, karena pusat gempa berada di darat dan kedalaman tergolong dangkal. Namun, peringatan tetap dikeluarkan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kerap menyertai rangkaian kejadian serupa di zona patahan aktif wilayah Gayo Lues dan sekitarnya.

Sejumlah warga, terutama di kawasan yang berdekatan dengan episentrum, mengaku merasakan getaran yang cukup kuat sehingga menyebabkan benda-benda di dalam rumah bergoyang dan beberapa peralatan jatuh. Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum ada temuan atau laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa dari BPBD maupun aparat setempat.

Warga di kawasan rawan gempa diimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi BMKG. Para pengguna jalan dan pekerja yang beraktivitas di gedung bertingkat atau wilayah lereng perbukitan juga diingatkan agar memperhatikan jalur evakuasi dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan guncangan susulan.

Gayo Lues dan kawasan tengah Aceh memang dikenal sebagai wilayah yang berada pada jalur sesar aktif, sehingga potensi kegempaan selalu menjadi ancaman yang tak bisa diabaikan. Peristiwa gempa bumi beruntun ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat, akan vitalnya mitigasi bencana, kesiapan infrastruktur, serta edukasi berkelanjutan mengenai penanggulangan risiko kebencanaan. Ketangguhan masyarakat dan infrastruktur dalam menghadapi rangkaian gempa seperti hari ini menjadi ukuran seberapa siap daerah dalam menghadapi ancaman alam yang datang tanpa peringatan. (*)

Berita Terkait

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Dirikan Tenda Darurat dan Salurkan Logistik untuk Korban Kebakaran Telege Jernih

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru