Gerakan Pemekaran ALA Makin Terstruktur, KP3ALA Kukuhkan Pengurus Baru

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 02:35 WIB

50846 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, BARANEWS  — Upaya pemekaran wilayah tengah dan tenggara Aceh untuk membentuk Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) memasuki babak baru. Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) menggelar konsolidasi akbar sekaligus pengukuhan pengurus baru tingkat pusat dan daerah di Aula Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/10/2025).

Acara ini menjadi momentum penting dalam menyatukan semangat perjuangan dan memperkuat struktur organisasi KP3ALA, guna mendorong percepatan realisasi pemekaran yang telah lama diperjuangkan.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara formal, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga penandatanganan pakta integritas. Dalam prosesi inti, pengurus KP3ALA dari kabupaten/kota se-kawasan ALA resmi dikukuhkan untuk periode 2025–2030 oleh Ketua Umum KP3ALA Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah tokoh yang telah lama aktif memperjuangkan pemekaran turut hadir, antara lain Drs H Syahbudin BP MM selaku tokoh inisiator ALA, Nilawati Mustafa M Tamy, Prof Dr Rahmat Salam MSi sebagai Ketua Umum KP3ALA Pusat, dan Drs H Armen Desky MM sebagai Ketua Dewan Pembina. Turut hadir pula perwakilan dari enam wilayah pengusul pemekaran, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Aceh Singkil.

Para pengurus yang baru dilantik menandatangani pakta integritas yang memuat enam komitmen utama, termasuk menjunjung objektivitas, menghindari konflik kepentingan, serta tidak terlibat dalam praktik suap atau tindakan tercela yang dapat merusak perjuangan pemekaran.

Dalam sambutannya, Drs H Syahbudin BP menegaskan bahwa pemekaran ALA bukan sekadar aspirasi lokal, tetapi bagian dari kepentingan nasional untuk mempercepat pembangunan dan menata ulang pelayanan publik yang selama ini dinilai belum merata. Ia menyoroti bahwa meskipun Aceh telah menikmati dana otonomi khusus selama hampir dua dekade, wilayah tersebut masih menjadi provinsi termiskin di Sumatra.

Menurutnya, pemekaran ALA akan membuka peluang baru dalam pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal. “Kawasan ini memiliki kekayaan luar biasa, dari Gunung Leuser, kopi Gayo, hingga kakao yang telah mendunia. Jika dikelola oleh pemerintah provinsi sendiri, ALA bisa menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh, Syahbudin menyebut posisi geografis kawasan ALA sangat strategis sebagai poros pertahanan dan simbol keberagaman di wilayah barat Nusantara. Dukungan terhadap pemekaran juga disebut semakin terbuka lebar, di tengah arah kebijakan pembangunan nasional yang digariskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ketua KP3ALA Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa perjuangan pemekaran ALA merupakan perjuangan konstitusional yang dilandasi semangat persatuan dan pembangunan berkeadilan. Ia menilai pemekaran ini akan memberikan dampak langsung terhadap percepatan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kawasan ALA juga disebut merepresentasikan miniatur Indonesia dengan keberagaman etnik, budaya, dan agama yang hidup berdampingan. Dengan terbentuknya provinsi baru, masyarakat diharapkan lebih mampu mengelola wilayahnya secara mandiri, efisien, dan transparan.

Konsolidasi akbar ini menjadi penanda semakin terstrukturnya gerakan pemekaran ALA. Dengan pengukuhan kepengurusan baru dan kesepakatan bersama melalui pakta integritas, para tokoh dan masyarakat kawasan ALA menegaskan komitmen mereka untuk terus melangkah maju dalam memperjuangkan pembentukan provinsi ke-39 di Indonesia tersebut. (*)

Berita Terkait

Anak 12 Tahun Meninggal dunia diduga dianiaya Ibu Tirinya, Pengamat Hukum Pidana: Penyidik Harus Menerapkan UU Perlindungan Anak dan KUHP Nasional
Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa Ganja 214 Kg Kabur Usai Sidang
Rutan Kelas I Medan Serahkan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 215 Warga Binaan
Pemilik PT Natana Marine Corp Diduga Melakukan Penipuan Import Mangga
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 255 Kilogram Ganja, Dua Kurir Asal Aceh Diamankan
Wakil Ketua DPRK Simeulue Terjaring Razia di Medan, Positif Narkoba dan Kini Jalani Rehabilitasi Rawat Jalan
KP3ALA Sambut Positif Terbitnya PP Penataan Daerah, Harapkan Pembentukan Provinsi ALA Segera Terwujud
Dengan Dukungan Tokoh Nasional dan Rencana RPJMN, KP3ALA Serukan ALA Segera Disahkan sebagai Provinsi Baru

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:59 WIB

Wujud Kepedulian Polri, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Kapolda Aceh kepada Warga Desa Mendabe

Senin, 8 Juni 2026 - 20:39 WIB

Pemkab Aceh Tenggara Cairkan Gaji ke-13 ASN Rp25,24 Miliar Jelang HUT ke-52 Aceh Tenggara

Senin, 8 Juni 2026 - 16:15 WIB

Laboratorium Komputer SD Muara Situlen Agara Beralih Fungsi jadi Gudang Proyek Revitalisasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Berita Terbaru

REGIONAL

PW IWO Aceh dan PD IWO Abdya Pererat Sinergi Jelang Rakerwil

Selasa, 9 Jun 2026 - 23:32 WIB