slot preparation.lsrs.lu

Dipastikan Penipuan, Pesan Catut Nama Pj Wali Kota Lhokseumawe Beri Donasi Beredar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 21 Agustus 2023 - 00:38 WIB

50573 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe |  Pemerintah Kota Lhokseumawe memberikan peringatan serius terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan Nama Penjabat (Pj) Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd, dengan memanfaatkan layanan pesan WhatsApp (WA). Pihak yang terlibat dalam penipuan ini telah mengirimkan pesan-pesan kepada sejumlah dayah di Kota Lhokseumawe dengan maksud meminta donasi dan mengatasnamakan Pj Wali Kota Imran.

Menyikapi hal ini, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Lhokseumawe, Darius, S.Sn, memberikan pernyataan resmi bahwa modus penipuan ini telah dipastikan sebagai tindakan kriminal yang perlu diwaspadai. Pihaknya dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak pernah percaya pada pesan semacam ini.

Kasus penyalahgunaan nama Pj Wali Kota Imran terkuak setelah beberapa pengurus dayah di Kota Lhokseumawe menerima pesan dari nomor akun 082332369429 melalui layanan WhatsApp. Mereka segera melaporkan kejadian ini kepada Kabag Prokopim Darius dan juga melalui Akun Instagram resmi Pj Wali Kota Imran. Untuk memastikan keberhasilan modus penipuan, pelaku mencantumkan foto profil Pj Wali Kota Lhokseumawe dalam akun WhatsApp tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Darius menjelaskan lebih lanjut, tindakan oknum ini melibatkan proses komunikasi dengan beberapa pengurus dayah, dengan klaim bahwa dayah mereka terpilih untuk menerima donasi yang akan dicairkan oleh Pemko Lhokseumawe setiap lima tahun. Korban kemudian diminta untuk melakukan transfer uang sebagai konfirmasi.

Kabag Prokopim Darius mengkonfirmasi bahwa Pj Wali Kota Imran telah mengetahui penyalahgunaan namanya dalam tindakan penipuan ini. Pj Wali Kota Imran dengan tegas mengajak masyarakat yang menerima pesan WhatsApp serupa untuk mengabaikannya dan tidak memberikan respons kepada pelaku penipuan.

”Pemko Lhokseumawe saat ini tengah bekerja sama dengan aparat keamanan untuk mengidentifikasi dan menindak tegas para pelaku dalam modus penipuan ini. Kami himbau agar seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkomunikasi elektronik dan transaksi daring”, tutup Darius.

Berita Terkait

Bea Cukai Amankan Kapal Pengangkut 10 Juta Batang Rokok Ilegal di Perairan Aceh Utara
HIMAKO Universitas Malikussaleh Sambut 150 Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Lewat Meuraka
Bea Cukai Lhokseumawe Serahkan NPPBKC kepada CV. Rencong Makmur Sejahtera
FKP 2026, Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Layanan dan Pengawasan
Mahasiswa HMI Geruduk DPRK Lhokseumawe, Lontarkan Tujuh Tuntutan Keras
Tuntut Perbaikan Kinerja dan Kesejahteraan, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Lhokseumawe
Tuntut Pembebasan Dua Mahasiswa Aceh, Aliansi Rakyat Pro Demokrasi Soroti Tindakan Polda Metro Jaya
Diduga Membobol Ruko, Seorang Pria di Cunda Lhokseumawe Dikepung dan Diamankan Warga

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru