Banda Aceh — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry melalui Tim Relawan Jejak Bakti yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Aceh telah menuntaskan pengabdian kemanusiaan selama kurang lebih 20 hari di wilayah terdampak bencana, meliputi Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Sebanyak 25 orang relawan mahasiswa/i diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat dalam berbagai sektor pemulihan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.
Dalam pelaksanaannya di Aceh Tamiang, tim relawan membuka posko utama di Desa Opak, Kecamatan Bendahara, yang difungsikan sebagai pusat koordinasi kegiatan dan distribusi bantuan. Selama berada di lokasi, relawan juga membuka pusat informasi sementara, khusus untuk melakukan pendataan dan menerima laporan terkait mahasiswa UIN Ar-Raniry asal Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Dari proses tersebut, tim mendapati sejumlah data mahasiswa dan keluarga yang mengalami dampak langsung, baik secara materiil maupun kondisi tempat tinggal.
Sebelumnya, tim relawan DEMA UIN Ar-Raniry secara resmi dilepas oleh Rektor UIN Ar-Raniry sebagai bentuk dukungan institusional terhadap gerakan kemanusiaan mahasiswa. Pelepasan ini menjadi wujud komitmen kampus dalam mendukung pengabdian sosial. Sebagai bentuk apresiasi, pihak rektorat juga memberikan kebijakan konversi nilai KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) bagi mahasiswa yang terlibat sebagai relawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama 20 hari pengabdian, relawan DEMA UIN Ar-Raniry menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, serta melaksanakan kerja bakti membersihkan berbagai fasilitas umum seperti sekolah, taman kanak-kanak, mushala, dan Kantor Desa. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemulihan lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik bagi masyarakat.
Selain itu, relawan juga menjalankan program sekolah gratis di beberapa Desa di Kecamatan Sekerak dan Desa Babo sebagai bagian dari pemulihan pendidikan dan psikososial anak-anak terdampak. Kegiatan ini diisi dengan belajar bersama, permainan edukatif, dan pendampingan sederhana agar anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat.
Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie, menyampaikan bahwa perjalanan relawan selama 20 hari ini menjadi pengalaman kemanusiaan yang sangat berharga dan penuh pelajaran.
“Alhamdulillah, selama 20 hari kami menjalani perjalanan relawan ini mulai dari Aceh Timur, Langsa, hingga Aceh Tamiang. Kami melihat langsung bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, baik dari sisi rumah, ekonomi, maupun kondisi psikologis, terutama anak-anak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan relawan di lapangan bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan empati dan pendampingan.
“Kami hadir tidak hanya membawa logistik, tetapi juga waktu, tenaga, dan kepedulian. Selama kami berada di sana, kami juga membuka pusat informasi untuk mendata mahasiswa UIN Ar-Raniry asal Aceh Tamiang yang terdampak, agar kondisi mereka bisa diketahui dan ditindaklanjuti,” tambahnya.
DEMA UIN Ar-Raniry menegaskan bahwa gerakan Jejak Bakti merupakan wujud tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui kerja kolektif, solidaritas, dan keberpihakan kepada masyarakat terdampak, mahasiswa diharapkan terus hadir memberi manfaat, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.






































