DEMA UIN Ar-Raniry Jalani 20 Hari Pengabdian di Aceh Tamiang, Buka Posko di Desa Opak dan Hadirkan Sekolah Gratis untuk Anak Terdampak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:07 WIB

50205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry melalui Tim Relawan Jejak Bakti yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Aceh telah menuntaskan pengabdian kemanusiaan selama kurang lebih 20 hari di wilayah terdampak bencana, meliputi Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Sebanyak 25 orang relawan mahasiswa/i diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat dalam berbagai sektor pemulihan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

Dalam pelaksanaannya di Aceh Tamiang, tim relawan membuka posko utama di Desa Opak, Kecamatan Bendahara, yang difungsikan sebagai pusat koordinasi kegiatan dan distribusi bantuan. Selama berada di lokasi, relawan juga membuka pusat informasi sementara, khusus untuk melakukan pendataan dan menerima laporan terkait mahasiswa UIN Ar-Raniry asal Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Dari proses tersebut, tim mendapati sejumlah data mahasiswa dan keluarga yang mengalami dampak langsung, baik secara materiil maupun kondisi tempat tinggal.

Sebelumnya, tim relawan DEMA UIN Ar-Raniry secara resmi dilepas oleh Rektor UIN Ar-Raniry sebagai bentuk dukungan institusional terhadap gerakan kemanusiaan mahasiswa. Pelepasan ini menjadi wujud komitmen kampus dalam mendukung pengabdian sosial. Sebagai bentuk apresiasi, pihak rektorat juga memberikan kebijakan konversi nilai KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) bagi mahasiswa yang terlibat sebagai relawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama 20 hari pengabdian, relawan DEMA UIN Ar-Raniry menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, serta melaksanakan kerja bakti membersihkan berbagai fasilitas umum seperti sekolah, taman kanak-kanak, mushala, dan Kantor Desa. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemulihan lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik bagi masyarakat.

Selain itu, relawan juga menjalankan program sekolah gratis di beberapa Desa di Kecamatan Sekerak dan Desa Babo sebagai bagian dari pemulihan pendidikan dan psikososial anak-anak terdampak. Kegiatan ini diisi dengan belajar bersama, permainan edukatif, dan pendampingan sederhana agar anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat.

Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie, menyampaikan bahwa perjalanan relawan selama 20 hari ini menjadi pengalaman kemanusiaan yang sangat berharga dan penuh pelajaran.
“Alhamdulillah, selama 20 hari kami menjalani perjalanan relawan ini mulai dari Aceh Timur, Langsa, hingga Aceh Tamiang. Kami melihat langsung bahwa masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, baik dari sisi rumah, ekonomi, maupun kondisi psikologis, terutama anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan relawan di lapangan bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan empati dan pendampingan.
“Kami hadir tidak hanya membawa logistik, tetapi juga waktu, tenaga, dan kepedulian. Selama kami berada di sana, kami juga membuka pusat informasi untuk mendata mahasiswa UIN Ar-Raniry asal Aceh Tamiang yang terdampak, agar kondisi mereka bisa diketahui dan ditindaklanjuti,” tambahnya.

DEMA UIN Ar-Raniry menegaskan bahwa gerakan Jejak Bakti merupakan wujud tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui kerja kolektif, solidaritas, dan keberpihakan kepada masyarakat terdampak, mahasiswa diharapkan terus hadir memberi manfaat, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.

Berita Terkait

Jangan Hanya Butuh Saat Pencitraan Saja : YARA Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan Yang Korban Banjir
Langkah 11 Kilometer di Tengah Banjir Desa Babah Krueng
Ketua Umum SMPA Soroti Kevakuman IPMD Sejak 2023, Dorong Konsolidasi dan Revitalisasi Organisasi Pemuda Darussalam
BKPRMI Aceh Dorong Skema Cash for Work Percepat Pemulihan Sawah Pasca Bencana
Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Catatkan Kinerja Positif Tahun 2025
Tidak Pernah Duduk Bersama Fakultas dan Ormawa USK, MWA Perwakilan Mahasiswa Dinilai Mengabaikan Aspirasi Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor
Prodi Akuntansi FE USM Gelar PKM Pendampingan Penyusunan Laporan BUMG Gampong Lampaseh Kota
Ketua SAPA: Banjir dan Longsor Aceh Harus Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola Lingkungan, DPRA Didesak Bentuk Pansus Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:12 WIB

UGP Takengon dan O2 Course Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris

Senin, 12 Januari 2026 - 21:24 WIB

Sambangi Rusip Antara, Relawan Masjid Nusantara Kembali Salurkan Bantuan

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:58 WIB

Bantu Korban Longsor-Banjir Sumatera, Komunitas Gayo Peduli Sediakan Nasi Putih Gratis di Enam Posko di Takengon

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:58 WIB

Tim Medis Terpadu Tempuh Medan Ekstrem demi Jangkau Penyintas Banjir di Aceh Tengah

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:24 WIB

Yayasan Pasak Reje Linge Open Donasi Longsor-Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Senin, 5 Januari 2026 - 13:16 WIB

Gotong Royong Polri, Brimob, dan Relawan, Jembatan Darurat Sungai Kala Ili Akhirnya Bisa Dilalui Warga

Senin, 5 Januari 2026 - 00:41 WIB

Kementerian PU Tangani Cepat Pascabanjir di Jembatan Lumut Ruas Takengon–Isé-Isé, Dukung Pemulihan Konektivitas Aceh Tengah

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:59 WIB

PMI Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Banjr Dan Longsor

Berita Terbaru

ARTIKEL

capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara

Rabu, 21 Jan 2026 - 14:11 WIB