HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

BRIN Dukung Kuliah Lapangan Mahasiswa STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh di Candi Kedaton Jambi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 02:38 WIB

50218 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat dengan mendukung proses pendidikan sejarah berbasis riset melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi. Salah satu implementasi nyata terlihat dari kegiatan kuliah lapangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh ke Candi Kedaton, Jambi, pada 28 April 2026.

Sebanyak 19 mahasiswa mengikuti kunjungan studi dengan pendampingan tiga dosen serta peneliti dari Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (PR-KKP) BRIN, Zusneli Zubir. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 27–30 April 2026 di wilayah Jambi dan Sawah Lunto sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh dan BRIN PR-KKP sejak September 2025. Kerja sama itu menegaskan komitmen BRIN dalam mendukung pendidikan sejarah berbasis riset.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peninggalan sejarah, khususnya Candi Muaro Jambi. Selain itu, juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, sehingga mahasiswa dapat memanfaatkannya sebagai bahan ajar ketika nantinya berprofesi sebagai guru,” tegas Zusneli Zubir di sela kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Candi Kedaton merupakan salah satu situs arkeologi utama di kompleks Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat peradaban Kerajaan Melayu serta kerajaan Hindu-Buddha di Sumatra Timur pada abad ke-7. Keberadaan situs menghadirkan sumber belajar autentik yang menghubungkan teori dengan kondisi lapangan secara langsung.

“Kunjungan ke Candi Kedaton penting bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Pendidikan Sejarah, karena memungkinkan pengalaman belajar langsung di lapangan,” jelas Kepala Balai Pelestarian Wilayah Jambi, Yanto H.M Manurung, saat memberikan sambutan dan melepas rombongan.

Kompleks Candi Kedaton menampilkan struktur bangunan dari batu bata merah yang mencerminkan teknologi konstruksi kuno Nusantara. Struktur tersebut memberikan bukti material mengenai praktik keagamaan, politik, dan kehidupan sosial masyarakat masa lampau. Pengetahuan tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami dinamika sejarah kawasan Sumatra Timur.

Situs Muaro Jambi pertama kali dilaporkan oleh perwira Inggris S.C. Crooke pada tahun 1824. Penemuan dilakukan saat pemetaan daerah aliran Sungai Batanghari untuk kepentingan militer yang mengungkap keberadaan reruntuhan bangunan bata dan arca. Temuan tersebut kemudian membuka jalan bagi penelitian arkeologi yang terus berkembang hingga sekarang.

“Sebagai bagian dari situs Buddha terbesar di Asia Tenggara, kawasan tersebut menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya yang berharga. Lingkungan yang dikelilingi rimbunan pohon dan kanal kuno juga menghadirkan suasana tenang bagi wisata keluarga dan wisata sejarah masa Hindu-Buddha,” jelas arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jambi, Novie Hari Putranto.

Keberadaan Candi Kedaton mendukung pemahaman tentang ruang sakral, simbolisme, serta estetika arsitektur tradisional Nusantara. Situs tersebut juga berfungsi sebagai pusat penelitian arkeologi aktif yang menghasilkan artefak, prasasti, dan sisa bangunan yang memperkaya historiografi lokal dan nasional. Aktivitas penelitian yang berkelanjutan memperkuat posisi kawasan sebagai laboratorium sejarah terbuka.

“Candi Kedaton memiliki nilai edukatif tinggi karena memberikan wawasan langsung tentang sistem tata kota kuno, hierarki sosial, dan ritual keagamaan di kerajaan Melayu kuno,” ujar Fikrul Hanif Sufyan dalam pemaparan kepada mahasiswa.

Kunjungan pada Selasa, 28 April 2026, dipimpin oleh ketua rombongan Dedi Asmara dengan pendampingan Kaprodi Nahdatul Hazmi serta staf pengajar Fikrul Hanif Sufyan. Kegiatan dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai warisan budaya dan sejarah lokal sekaligus memperkuat metode pembelajaran interaktif berbasis lapangan. Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan analisis kritis terhadap sumber sejarah.

“Mahasiswa dapat mengobservasi metode konstruksi kuno, mempelajari konteks historis candi, dan menghubungkannya dengan literatur sejarah,” kata Dedi Asmara saat menutup rangkaian kuliah lapangan.

Kegiatan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan wawasan akademik mahasiswa. Pengalaman lapangan juga menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia serta memperkuat kesadaran akan pentingnya konservasi situs bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Ketua BPD Sungai Jering Diduga Pemilik Tambang Ilegal Bukit Keramat yang Tewaskan Operator Asal Medan
Panitia Mulai Merampungkan Persiapan Musda VI DPD ll Partai Golkar Kabupaten Gayo Lues
Bener Meriah Gelar Dialog Budaya Gayo Dalam Rangka Peringatan Hari Budaya Tahun 2026
Banjir Kembali Mengancam Kampung Agusen, BPBD Gayo Lues Dirikan Empat Tenda Darurat
BPBD Gayo Lues Siapkan Normalisasi Sungai Aih Bobo, Pekerjaan Ditargetkan Mulai 19 Oktober
Ada Apa Dengan PWI Aceh …?
Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB