BPBD Bener Meriah Luncurkan Mitigasi Bencana Lewat Didong, Peringati Hari Didong Sedunia sebagai Refleksi Budaya Gayo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 20:34 WIB

501,774 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH, BARANEWS – Seni tradisi Didong, yang telah menjadi denyut budaya masyarakat Gayo, mendapat panggung istimewa pada Selasa (5/8/2025) di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, BPBD meluncurkan program mitigasi bencana berbasis kearifan lokal melalui seni Didong, bertepatan dengan peringatan Hari Didong Sedunia.

Meski tak tercatat peringatan ini sebagai edisi keberapa, momen tersebut menjadi ajang refleksi sejarah atas peran Didong dalam membentuk karakter dan menjaga identitas budaya masyarakat dataran tinggi Gayo. Bagi masyarakat setempat, Didong bukan sekadar hiburan malam; ia adalah media dakwah, sarana edukasi, wadah permainan kata, dan ruang penyampai pesan sosial yang telah ada jauh sebelum penjajahan Jepang.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abu Bakar, hadir di sela kesibukannya. Duduk di barisan tamu, ia menikmati lantunan Didong dari berbagai kelompok, baik dari Kabupaten Bener Meriah maupun Aceh Tengah. Dalam sambutannya, Tagore mempertanyakan dengan nada penasaran, “Peringatan Hari Didong ini yang keberapa?” Pertanyaan itu diiringi pengakuannya bahwa Didong telah tumbuh seiring jiwa seni masyarakat Gayo sejak masa lampau. Ia mengajak pelaku seni untuk menguatkan eksistensi Didong, melestarikannya, dan mengembangkan kreativitasnya. “Didong adalah media dakwah, ure-ure, dan itik-itiken. Ia juga memperkuat bahasa Gayo dari kepunahan karena Didong adalah seni bermain kata,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Safriadi, memandang momentum ini sebagai terobosan. Menurutnya, mitigasi bencana tidak selalu harus disampaikan lewat forum formal atau simulasi teknis. Kali ini, edukasi diberikan lewat bait-bait Didong yang sarat makna. “Lewat lantunan Didong, kita mencoba mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi bencana yang bisa datang tiba-tiba. Sentuhan seni tradisi diharapkan membuat pesan ini lebih mengena,” katanya.

Acara ini turut dihadiri maestro-maestro Didong seperti Ceh Daud Kala Empan, Ali Amran, Ama Ucak Ramasan, dan Ceh Kucak Nasirin dari grup Gelingang Raya. Sejumlah kelompok Didong ikut tampil, di antaranya Bujang Sentosa dari Belang Sentang, Bujang Arifa dari Pajar Harapan, Armija dari Digul, Bintang Angkasa dari Bintang Baru, Bujang Seriwijaya dari Kenawat, Buana Jaya dari Ujung Gele, Aliren Masa dari Delung Tue, Biak Cacak Ramasan dari Silih Nara, dan Tawar Bengi dari Kampung Reje Guru.

Hadir pula Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sukri Tomstar, perwakilan bidang kebudayaan pada Dinas Pendidikan Yusri, Ketua Dewan Kesenian Bener Meriah T. Islah, Ketua Dewan Kesenian Bener Meriah Munawir Arloti, Ketua Persatuan Pedidong Bener Meriah Rahmandi, Ketua Didong Aceh Tengah Irmi Bukit, serta maestro bahasa Gayo Turham Ag. Keberadaan mereka menambah bobot acara yang memadukan semangat pelestarian budaya dengan misi kemanusiaan, mengingat bencana tak mengenal batas wilayah maupun waktu.

Di tengah lantunan Didong yang mengalun hingga senja, pesan inti kegiatan ini kian terasa: membumikan kesadaran mitigasi bencana melalui kekuatan budaya sendiri. Bagi masyarakat Gayo, Didong bukan hanya warisan, tetapi juga bahasa hidup yang mampu menyatukan, mengingatkan, dan menggerakkan. (Dani)

Berita Terkait

Hujan Deras Picu TPT Totorlah Teritit Roboh, Akses Jalan Nasional Tertimbun
Video Viral Picu Tindakan Tegas, Pemda Bener Meriah Panggil Pengelola Gerbuk Waterpark, Izin Terancam Dicabut
Baitul Mal Bener Meriah Buka Bantuan Modal Usaha, Peluang Emas bagi Warga Kurang Mampu
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang
Akses Vital Lumpuh Diterjang Bencana, Pemkab Bener Meriah Kebut Pembukaan Jalan Muyang Kute – Pepedang
Gerak Cepat PUPR Bener Meriah, Jalan Putus di Desa Wih Porak Sudah Dapat Dilalui
Akses Jalan Takengon–Bireuen Putus, Lintasan Desa Wih Porak Tak Bisa Dilalui
Lulus SNBP 2026, 158 Siswa Bener Meriah Tembus 11 PTN Favorit

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 20:28 WIB

TNI, NGO, dan Arah Reformasi yang Kian Kabur

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Jamaluddin Idham Fokuskan Kampung Nelayan Modern di Ujong Tanoh Setia, Harapan Baru Nelayan Abdya

Minggu, 5 April 2026 - 03:02 WIB

KPK = Katanya Pemberantasan Korupsi

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:52 WIB

TKA dan Tantangan Transformasi Pendidikan Aceh

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:22 WIB

Kesuburan Gayo Lues 2025 Silam: Harmoni Program dan Ketekunan Petani

Senin, 23 Maret 2026 - 16:50 WIB

PT Fajar Baizuri Klarifikasi Soal Hewan Ternak Warga Mati Diduga akibat Limbah

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:49 WIB

Wilayah Seunagan Timur Dan Beutong Padam Listrik di Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:14 WIB

Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K, Turun Sendiri Pengamanan Shalat Ied Di Peukung

Berita Terbaru