slot preparation.lsrs.lu

Birokrasi Aceh Selatan Mandek, Bupati Mirwan Didorong Terapkan Meritokrasi dan Segera Gelar Uji Kompetensi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 02:03 WIB

50345 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan – Barisan Muda Aceh Selatan (BARMAS) menilai birokrasi Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan sedang mengalami stagnasi serius. Fakta terbaru menunjukkan bahwa 12 hingga 13 jabatan strategis masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), termasuk posisi vital Sekretaris Daerah (Sekda) yang kini dijabat Masrizal, Kepala Bappeda Aceh Selatan. Jabatan Plt tersebut meliputi 10 kepala dinas dan 2 asisten, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Dayah, Dinas Pemuda Olah raga, Dinas Pangan, Dinas Pertahanan dan lain-lain.

Koordinator BARMAS, Muhammad Arhas, menegaskan bahwa situasi ini tidak hanya melemahkan legitimasi birokrasi, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap serapan anggaran dan pelayanan publik. Data realisasi APBK Aceh Selatan 2025 memperlihatkan serapan belanja daerah yang masih rendah, terutama belanja modal yang hanya berkisar di angka 3 persen hingga pertengahan tahun. Kondisi ini memperlihatkan lemahnya eksekusi program pembangunan yang sangat mungkin dipengaruhi oleh kepemimpinan birokrasi yang tidak stabil.

“Plt itu solusi darurat, bukan permanen. Kalau dibiarkan terlalu lama, legitimasi birokrasi lemah, keputusan strategis terhambat, dan akhirnya pelayanan publik yang dikorbankan. Bupati jangan ragu, ini soal kepatuhan regulasi dan masa depan Aceh Selatan,” tegas Muhammad Arhas, Selasa, 23 September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Arhas, regulasi sudah jelas mengatur. UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN serta PP Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP Nomor 17 Tahun 2020 mewajibkan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) dilakukan melalui seleksi terbuka berbasis kompetensi. Selain itu, pejabat yang sudah menduduki jabatan lebih dari dua tahun wajib mengikuti uji kompetensi. Dengan demikian, langkah awal yang harus segera dilakukan Bupati Mirwan adalah membuka seleksi JPT untuk posisi Sekda dan melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat eselon II yang sudah terlalu lama menjabat.

“Bupati juga harus segera mengisi jabatan eselon III yang masih Plt, lalu membuka JPT untuk seluruh jabatan eselon II yang masih kosong. Jangan menunda lagi. Kalau dibiarkan, birokrasi akan terus mandek dan rakyat yang menanggung akibatnya,” lanjut Arhas.

BARMAS juga menekankan pentingnya melibatkan unsur independen dalam proses seleksi. Regulasi memberi ruang bagi panitia seleksi yang terdiri dari unsur internal dan eksternal. “Kami mendesak agar Bupati melibatkan akademisi dari kampus terkemuka di Aceh, profesional independen, serta unsur masyarakat sipil. Ini agar proses seleksi benar-benar objektif, transparan, dan berbasis merit, bukan karena kedekatan atau kepentingan politik,” tegasnya.

Literatur tata kelola pemerintahan internasional maupun nasional menunjukkan bahwa meritokrasi adalah fondasi birokrasi modern. Negara-negara yang berhasil mendorong pertumbuhan pembangunan selalu menempatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme sebagai basis promosi jabatan publik. Aceh Selatan tidak bisa terus mempertahankan status quo birokrasi Plt yang lemah.

“Kalau Bupati Mirwan berani menata birokrasi sesuai prinsip meritokrasi, sejarah akan mencatatnya sebagai pemimpin yang menyiapkan fondasi pemerintahan profesional. Tapig kalau ragu dan terus menunda, jangan salahkan rakyat jika janji perubahan hanya dianggap cerita kosong,” pungkas Arhas. (rel)

Berita Terkait

Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 03:14 WIB

Eks Danjen Kopassus Kecam Keras Makar Penyadapan Listyo Sigit, Singgung Peran Jokowi dan Lemahnya Pengamanan Presiden

Kamis, 5 November 2026 - 02:07 WIB

Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta

Kamis, 5 November 2026 - 01:45 WIB

Rocky Gerung Kritik Paradigma Paten dan Singgung Kasus Penyadapan Pejabat Negara

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:31 WIB

Skandal Penyadapan Mantan Kapolri: Antara Pelanggaran Prosedur dan Narasi Makar yang Dipaksakan

Kamis, 5 November 2026 - 01:26 WIB

Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:20 WIB

Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri

Berita Terbaru