Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Generasi Muda soal Fiskal dan Bahaya Barang Ilegal Lewat Customs Goes To School

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 21:17 WIB

50205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe — Upaya membangun kesadaran hukum dan literasi fiskal di kalangan generasi muda terus diperkuat. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Bea Cukai Lhokseumawe menggelar program Customs Goes To School (CGTS) di SMA Negeri 1 Lhokseumawe, Senin (20/4/2026), sebagai bagian dari strategi edukasi publik sejak dini mengenai kepabeanan, cukai, dan perlindungan masyarakat dari peredaran barang ilegal.

Kegiatan tersebut dihadiri Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, M. Syahputra, bersama jajaran, serta diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mukhlis, S.Pd., M.Pd.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, yang bertindak sebagai narasumber, menegaskan bahwa CGTS merupakan instrumen edukasi strategis untuk mengenalkan peran negara melalui fungsi kepabeanan dan cukai kepada generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bea Cukai bukan semata institusi pemungut penerimaan negara, tetapi juga memiliki mandat strategis sebagai revenue collector, community protector, industrial assistance, dan trade facilitator. Fungsi-fungsi ini penting dipahami pelajar sebagai bagian dari literasi kewarganegaraan dan kesadaran hukum,” ujar Vicky.

Menurut Vicky, pengenalan tugas dan fungsi Bea Cukai sejak usia sekolah menjadi relevan di tengah meningkatnya tantangan peredaran barang ilegal, termasuk rokok ilegal, yang berdampak pada penerimaan negara, persaingan usaha yang sehat, hingga perlindungan konsumen.

Dalam forum tersebut, para siswa juga diajak memahami peran masyarakat dalam mendukung pengawasan partisipatif. Edukasi tidak hanya menekankan aspek regulasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan terhadap barang ilegal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari ekosistem perlindungan masyarakat. Memahami bahaya barang ilegal, termasuk rokok ilegal, adalah langkah awal membangun kesadaran itu,” jelas M. Syahputra pada sambutannya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mukhlis, menyambut positif pelaksanaan CGTS dan mengapresiasi komitmen Bea Cukai Lhokseumawe dalam mendekatkan fungsi negara kepada lingkungan pendidikan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Bea Cukai Lhokseumawe yang aktif memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu Bea Cukai dan perannya bagi negara maupun masyarakat,” ujarnya.

Pada sesi akhir, narasumber Harisma Hutagalung memberikan edukasi praktis mengenai cara mengenali pita cukai sebagai identifikasi awal keaslian produk secara kasat mata. Materi ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman siswa terhadap ciri-ciri dasar produk legal dan indikasi barang yang patut diwaspadai.

Program CGTS merupakan bagian dari pendekatan edukatif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memperluas pemahaman publik bahwa pengawasan kepabeanan dan cukai tidak hanya berada di wilayah pelabuhan dan perbatasan, tetapi juga berkaitan erat dengan perlindungan masyarakat, kepatuhan hukum, dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Melalui edukasi di lingkungan sekolah, Bea Cukai mendorong tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya memahami fungsi fiskal negara, tetapi juga memiliki kesadaran menjadi warga yang kritis terhadap peredaran barang ilegal.

Berita Terkait

Perkuat Pemahaman Hukum, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Pembinaan Bantuan Hukum bagi Pegawai
Perkuat Pemahaman Hukum, Bea Cukai Lhokseumawe Gelar Pembinaan Bantuan Hukum bagi Pegawail
Presma UIN SUNA Soroti Lambannya Pengaspalan Jalan Nasional di Muara Satu, Warga Terdampak Debu dan Risiko Kecelakaan
Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi, Turut Musnahkan Ladang Ganja di Sawang
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Prajurit Yonkav 11/Macan Setia Cakti untuk Perangi Peredaran Rokok Ilegal
Sinergi Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kilogram Sabu Asal Tailan di Lhokseumawe
Stakeholder Intimacy: Kunjungan Kerja Kanwil Bea Cukai Aceh ke Integrated Terminal Lhokseumawe, PT Pertamina Patra Niaga.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:19 WIB

Warga: Mualem Fokus Sembuh Dulu, Urusan Pemerintahan Didelegasikan Sementara

Selasa, 1 September 2026 - 18:12 WIB

Polda Aceh Beri Penghargaan kepada Polwan Polres Aceh Tenggara, Dedikasi Iptu Yesi Mendapat Apresiasi

Selasa, 1 September 2026 - 17:44 WIB

Lebih dari 8.500 Hektare Hutan Aceh Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 16:08 WIB

Keluarga Pasien di RS Harapan Bunda Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Uang dan Ponsel Hilang

Selasa, 1 September 2026 - 15:49 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Kanwil Bea Cukai Aceh Gelar PKP Bertema Security Awareness

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Sikula Legislatif Bergema dengan Pukulan Rapai Geleng, Cetak Kader Muda Pengawal Kebijakan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:23 WIB

DPR Aceh Nurchalis Dorong Sikula Legislatif Perkuat Sistem Legislasi di Kampus untuk Aceh-Indonesia

Berita Terbaru