HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Aliansi Aceh Bergerak Gelar Aksi Peduli Bencana di Gedung DPRA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 21:35 WIB

50465 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Aliansi Aceh Bergerak akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Selasa, 30 Desember 2025. Aksi yang digelar sebagai wujud kepedulian terhadap korban banjir di sejumlah wilayah Aceh itu direncanakan diikuti sekitar seribu orang peserta dari berbagai elemen mahasiswa, pemuda, relawan, dan masyarakat sipil.

Dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Aliansi Aceh Bergerak dan ditandatangani oleh Koordinator Aksi, Ali Hasyimi, kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan penderitaan warga terdampak banjir sekaligus mendorong lembaga legislatif Aceh memperkuat tekanan kepada pemerintah pusat agar menetapkan Aceh sebagai daerah bencana nasional.

Aksi direncanakan dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Titik kumpul dipusatkan di Pelataran Gedung DPRA, Jalan Teuku Nyak Arif, Banda Aceh. Bentuk aksi yang akan dilakukan yakni penyampaian pendapat di muka umum atau demonstrasi sesuai dengan ketentuan undang-undang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat tersebut, Aliansi menyatakan bahwa langkah aksi ini dilandasi oleh semangat moral dan tanggung jawab terhadap kondisi darurat yang sedang menimpa sebagian rakyat Aceh. Situasi banjir yang berkepanjangan di kawasan Tamiang, Aceh Timur, dan beberapa wilayah tengah dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang terdampak, kami Aliansi Aceh Bergerak melaksanakan aksi penyampaian pendapat di muka umum dengan tujuan mengangkat isu bencana banjir di Aceh serta menyampaikan tuntutan (petisi) kepada pemerintah,” bunyi pernyataan resmi dalam surat pemberitahuan aksi yang diterima pada Sabtu (28/12/2025).

Dalam pernyataannya, Aliansi Aceh Bergerak juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, agar jalannya aksi berlangsung tertib dan damai. Mereka menyebut aksi ini sebagai upaya demokratis untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh sekaligus bagian dari hak konstitusional warga negara.

Aliansi Aceh Bergerak menyatakan bahwa kondisi kebencanaan yang terus berlarut dan belum mendapat perhatian proporsional menjadi panggilan moral untuk turun ke jalan. Mereka juga mendesak DPRA untuk tidak hanya bersikap pasif, tetapi mengambil langkah konkret melalui jalur resmi kepada pemerintah pusat terkait percepatan penanganan bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh sebelumnya telah melaporkan kerugian akibat banjir yang melanda Aceh dalam dua bulan terakhir mencapai ratusan miliar rupiah. Ribuan warga dilaporkan mengalami kerusakan rumah, kehilangan harta benda, dan keterbatasan akses pangan serta layanan kesehatan. Sebagian wilayah masih dalam kondisi terisolasi karena akses transportasi yang rusak.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait pengamanan aksi ini. Namun, merujuk pada pengalaman aksi serupa sebelumnya, aparat diperkirakan akan disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif, mengingat jumlah massa yang ditaksir cukup besar.

Aliansi Aceh Bergerak memastikan bahwa seluruh massa aksi telah diimbau untuk menjaga ketertiban dan tidak membawa atribut yang mengandung unsur provokatif. Fokus utama akan diarahkan pada penyampaian tuntutan melalui orasi, pembacaan petisi, dan penyerahan dokumen pendukung kepada pimpinan DPRA.

Koordinator aksi, Ali Hasyimi, mengatakan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan bersama atas situasi kebencanaan yang belum tertangani secara maksimal. Ia menyerukan agar kepedulian tidak hanya datang dari masyarakat, melainkan juga dari para pemangku kebijakan.

“Sudah saatnya lembaga-lembaga pemerintah melihat bencana ini sebagai persoalan kemanusiaan, bukan lagi sekadar musibah lokal,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Skandal Berulang Solar Subsidi di Nagan Raya, Dari Drum di Beutong Hingga Truk Tangki 5 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Silaturahmi Tampa Batas Ketua DPW PA Nagan Raya dengan Ketua PDI Perjuangan Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dari Aspirasi ke Sawah, Jamaluddin Idham Salurkan 18 Hand Traktor untuk Petani Nagan Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Irigasi Kembali Berfungsi, Petani Alue Seupeung Bersiap Olah 55 Hektare Sawah Melalui Program Rehab Kementan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Diduga Angkut 5.000 Liter Bio Solar Bersubsidi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Berlanjut, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Pembuktian di Pengadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tim Penasihat Hukum Roy Suryo Ngotot Minta Jokowi Dihadirkan di Persidangan

Berita Terbaru