BANDA ACEH — Tangis haru pecah saat Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf alias Mualem mendarat di Bandara SIM, Selasa sore (1/9). Setelah berjuang melawan sakit di Malaysia, kini Mualem pulang.
Tapi kepulangan itu bukan tanda “langsung kerja”. Bagi rakyat, ini tanda “waktunya pulih”.
Di tengah panasnya dinamika politik Aceh, suara warga hari ini satu: *Tolong, jangan bebani Mualem dulu!*
_”Kami mohon. Mualem cukup fokus sembuh. Titik. Jangan urus pemerintahan dulu. Sehatnya beliau adalah kepentingan seluruh rakyat Aceh,”_ tegas seorang warga Aceh di Jakarta.
Bagi warga, memaksa Mualem bekerja di masa pemulihan sama saja dengan mempertaruhkan masa depan Aceh 5 tahun ke depan.
_”Kami tidak rela. Jangan sampai pemimpin kami tumbang di tengah jalan karena dipaksa kerja saat badan belum pulih. Fokus berobat sekarang itu jauh lebih penting dari rapat manapun,”_ katanya dengan nada lirih namun tegas.
Solusinya jelas.
Roda pemerintahan tidak boleh berhenti. Warga meminta tanggung jawab pemerintahan didelegasikan sementara kepada Wakil Gubernur dan Sekda sesuai amanah aturan.
_”Ini bukan melengserkan. Ini bentuk sayang kami. Biar Mualem tenang berobat, dan pemerintahan tetap jalan,”_ ujarnya.
_”Kami tunggu Mualem kembali dengan badan 100% prima. Baru pimpin Aceh penuh. Untuk sekarang, kami doakan dari jauh. Sembuh ya, Ayah kami,”_ pungkasnya. (*)







































