slot preparation.lsrs.lu

Empat Tersangka Penganiayaan Tiga Pekerja Migran Indonesia di Johor Ditahan Polisi Malaysia

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:54 WIB

50438 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Empat warga lokal Malaysia resmi diamankan oleh Kepolisian Johor Bahru Utara usai diduga melakukan penganiayaan berat terhadap tiga pekerja migran Indonesia di kawasan Johor Bahru. Penahanan yang dilakukan pada Sabtu malam, 13 Juni 2026, ini dilakukan setelah rekaman video yang menunjukkan aksi kekerasan tersebut beredar luas di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Kejadian ini menambah daftar panjang persoalan pelindungan pekerja migran di luar negeri, sekaligus mendorong atensi serius dari pemerintah Indonesia.

Direktur Jenderal Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi, keempat tersangka saat ini ditahan di Polres Johor Bahru Utara. Merujuk pada hasil penyelidikan awal, keempat orang yang terdiri atas dua pasang suami istri berusia antara 30 hingga 34 tahun ini diduga melakukan penganiayaan sejak Juli 2025 lalu, tepatnya di sebuah rumah pribadi tempat para korban bekerja. Namun, baru pada pertengahan Juni 2026 kasus itu mencuat ke permukaan setelah rekaman amatir yang memperlihatkan korban utama berinisial YY mengalami kekerasan fisik, menyebar di berbagai platform digital.

Penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian setempat menemukan fakta keberadaan dua asisten rumah tangga asal Indonesia lainnya di lokasi yang sama. Mereka dikonfirmasi turut menjadi korban penyiksaan serupa oleh para pelaku yang berperan sebagai majikan. Saat ini, ketiga korban telah dievakuasi dan ditempatkan di rumah perlindungan yang dikelola oleh otoritas terkait di Malaysia. Mereka diketahui dalam kondisi fisik yang mulai berangsur pulih setelah mendapat penanganan medis.

Pemerintah Indonesia melalui KJRI Johor Bahru bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur segera memberikan pendampingan hukum bagi seluruh korban. Kedua lembaga ini juga tengah mengawal penegakan hukum di pengadilan Malaysia guna memastikan proses peradilan berjalan setransparan mungkin. Selain dukungan psikologis, pemerintah Indonesia juga menuntut hak-hak finansial dan perawatan kesehatan korban dapat terpenuhi sepenuhnya, sesuai ketentuan hukum dan perlindungan pekerja migran lintas negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi insiden ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menginformasikan bahwa seluruh pekerja migran korban penganiayaan sudah selesai menjalani pemeriksaan medis intensif, dan saat ini kondisi ketiganya dalam proses pemulihan. Pemerintah mengingatkan kembali pentingnya penempatan pekerja migran ke luar negeri melalui jalur yang resmi dan terawasi, guna memastikan seluruh dokumen, kontrak kerja, dan perlindungan hukum dapat diberikan secara maksimal oleh representasi Indonesia di negara tujuan.

Kasus kekerasan yang menimpa pekerja migran Indonesia di Johor Bahru ini kembali mempertegas urgensi perlindungan bagi para pekerja di luar negeri. Selain menjadi pengingat konkret akan ancaman kekerasan yang masih kerap menghantui tenaga kerja migran Indonesia, kasus ini juga mendorong perlunya koordinasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga perlindungan pekerja untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru