Ketika Mustahik Menjadi Muzaki: Ukuran Keberhasilan yang Sering Disalahpahami

J.PORANG

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 10:48 WIB

50340 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Opini Oleh: Winnur Wajda,
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Syekh Yusuf

Transformasi mustahik menjadi muzaki kerap diposisikan sebagai indikator utama keberhasilan pengelolaan zakat, khususnya dalam program zakat produktif. Ucapan ini tidak sepenuhnya keliru, namun dalam praktiknya sering mengalami penyederhanaan makna yang berpotensi menyesatkan cara pandang pengelola zakat maupun masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan tersebut seolah direduksi hanya pada capaian status ekonomi individu, tanpa mempertimbangkan kompleksitas proses, konteks sosial, serta keberlanjutan perubahan yang terjadi.

Secara konsep, zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen distribusi, tetapi juga sebagai mekanisme transformasi sosial ekonomi umat. Oleh karena itu, perubahan status dari mustahik menjadi muzaki memang memiliki nilai simbolik yang sangat baik. Namun demikian, menjadikannya sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan adalah pendekatan yang kurang komprehensif dan cenderung bias output, bukan outcome yang berkelanjutan.

Dalam perspektif akademik, keberhasilan program pemberdayaan mustahik semestinya diukur melalui beberapa dimensi: stabilitas ekonomi yang berkelanjutan, kemandirian dalam pengambilan keputusan ekonomi, keberlangsungan usaha tanpa ketergantungan, serta dampak sosial yang meluas. Tanpa indikator-indikator ini, transformasi yang terjadi berisiko menjadi semu, terlihat berhasil di atas kertas, namun rapuh dalam realitas.

Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit mustahik yang secara administratif telah “naik kelas” menjadi muzaki, tetapi secara substantif masih berada dalam lingkaran kerentanan. Perubahan tersebut kerap bersifat temporer, didorong oleh intervensi jangka pendek, bukan oleh proses pemberdayaan yang matang dan sistematis. Pada tahap ini, orientasi pada capaian kuantitatif demi laporan dan legitimasi kelembagaan sering kali mengaburkan esensi transformasi itu sendiri.

Di sisi lain, masyarakat pun tidak luput dari simplifikasi makna. Mustahik yang belum bertransformasi kerap dipandang sebagai kurang berusaha, tanpa mempertimbangkan realitas struktural seperti keterbatasan akses pasar, rendahnya literasi keuangan, serta kondisi geografis yang tidak selalu mendukung. Cara pandang ini bukan hanya keliru, tetapi juga berpotensi melahirkan stigma baru yang bertentangan dengan semangat keadilan sosial dalam zakat.

Karena itu, pengelola zakat dalam hal ini Baitul Mal perlu merekonstruksi paradigma keberhasilan. Zakat tidak cukup dikelola sebagai instrumen bantuan, tetapi harus didorong menjadi sistem pemberdayaan yang terukur, terarah, dan berkelanjutan. Peran pengelola tidak lagi berhenti sebagai penyalur dana, melainkan berkembang menjadi fasilitator perubahan yang memastikan setiap intervensi memiliki dampak jangka panjang.

Dalam perspektif Kabupaten Bener Meriah dengan basis ekonomi pertanian kopi, transformasi tersebut menuntut pendekatan yang kontekstual dan adaptif. Keberhasilan tidak bisa dipaksakan dalam waktu singkat, melainkan harus dibangun melalui proses pendampingan yang konsisten, integrasi dengan rantai nilai ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas mustahik secara bertahap.

Ketika seorang mustahik benar-benar bertransformasi menjadi muzaki, maka itu bukan sekadar capaian individu, itu adalah bukti bahwa dana umat telah berputar, tumbuh, dan kembali menguatkan umat. Ia adalah indikator bahwa zakat tidak berhenti sebagai bantuan, tetapi telah bekerja sebagai sistem perubahan.

Namun pada momen itulah, pertanyaan paling mendasar justru harus diajukan bukan kepada mustahik, melainkan kepada kita semua.

Apakah pengelolaan zakat masih berhenti pada distribusi, atau telah bergerak menuju transformasi ?
Dan yang lebih penting apakah kita masih nyaman menjadi pemberi bantuan, atau berani bertransformasi menjadi fasilitator perubahan ?
Jika keberhasilan itu telah mungkin terjadi, maka hanya tinggal menghilangkan keraguan saja, karena sesungguhnya bukan lagi persoalan kapasitas melainkan persoalan keberanian dalam mengubah cara pandang (Dani)

Berita Terkait

Sambut Tahun Baru Hijriah, Ribuan Warga Bersatu dalam Doa untuk Bener Meriah
Dancer DH Gracia Pertahankan Dominasi, Kembali Juarai Kelas Sprinter dan Harumkan Nama Gayo Lues
Monyet Liar Resahkan Warga Simpang Tiga dan Reje Guru, Warga Khawatir Keselamatan Anak-anak
Danrem 132/Tdl Hadiri Sertijab dan Tradisi Satuan Irdam XXIII/PW serta Danpomdam XXIII/PW, Wujud Regenerasi Kepemimpinan TNI AD
Membangun Kemandirian Mustahik Melalui Ekosistem Produktif
Pulihkan Hutan Pascabencana, Ratusan Relawan Tanam 2.000 Pohon di Mendale
Kritik, Evaluasi, dan Harapan: Menatap Peran Baitul Mal Secara Objektif
Patungan Beli Sapi, Warga Pasar Simpang Tiga Lestarikan Tradisi Kuah Belangong Saat Idul Adha

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:53 WIB

Sempat Jadi Sasaran Amukan Massa, Pelaku Curas Berhasil Diamankan Tim URC Polres Aceh Tenggara

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Aceh Tenggara Kembali Raih Opini WTP, Bupati H.M Salim Fakhry Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:48 WIB

Oknum Pengulu Ketambe Diduga Gelapkan Dana ADD Sejumlah kegiatan Ratusan Juta

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:13 WIB

Menyigi Dana Kapitasi Puskesmas Lawe Dua: Tinggi Angka, Rendah Layanan, Siapa Bertanggung Jawab?

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:49 WIB

Oknum Pj Pengulu Kute Penampaan (AD) Agara Diduga Manipulasi Dana Ketahanan pangan Rp 140 Juta, Pembelian Tanah sendiri.

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek, Perkuat Kinerja Organisasi Menuju Polri Presisi

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:01 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan Diri

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:29 WIB

Nobar Piala Dunia di Gedung 38 Setia Jadi Wadah Silaturahmi Warga dan Polisi

Berita Terbaru