HMI FKIP USK Kecam Keras Anggaran Iklan Pemerintah Aceh 71,7 Miliar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 19:38 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FKIP Universitas Syiah Kuala, Rivaldi, mengecam keras kebijakan Pemerintah Aceh yang mengalokasikan anggaran iklan dan publikasi mencapai Rp71,7 miliar di tengah kondisi Aceh yang masih luluh lantak diterpa bencana, krisis layanan kesehatan, dan stagnasi pendidikan.

Menurut Rivaldi, kebijakan tersebut menunjukkan wajah asli kekuasaan yang tidak peka, tidak berempati, dan abai terhadap penderitaan rakyatnya sendiri.
“Di saat rakyat Aceh masih bergulat dengan luka pasca bencana, rumah-rumah rusak, fasilitas umum hancur, layanan kesehatan terseok-seok, dan pendidikan yang jauh dari kata layak, pemerintah justru sibuk menghabiskan uang rakyat untuk iklan dan pencitraan. Ini kebijakan yang keji dan tidak bermoral,” tegas Rivaldi.

Ia menegaskan bahwa uang sebesar Rp71,7 miliar bukanlah uang pribadi pejabat, melainkan uang rakyat Aceh yang seharusnya digunakan untuk kepentingan mendesak masyarakat, bukan sekadar seremoni dan membangun citra kekuasaan.
“Kami tidak anti promosi, kami tidak anti transparansi informasi pemerintah. Tapi anggaran sebesar itu di saat Aceh masih berduka adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional. Ini bukan soal teknis anggaran, ini soal nurani,” lanjutnya.
Rivaldi mempertanyakan skala prioritas Pemerintah Aceh yang dinilai gagal membaca situasi objektif di lapangan.
Menurutnya, jika anggaran tersebut dialihkan untuk pemulihan pasca bencana, dampaknya akan jauh lebih nyata.
“Coba bayangkan, jika Rp71,7 miliar itu digunakan untuk percepatan rekonstruksi pasca bencana, berapa desa yang bisa dibangun kembali? Berapa sekolah yang bisa diperbaiki? Berapa fasilitas kesehatan yang bisa dihidupkan? Berapa nyawa rakyat yang bisa diselamatkan?” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

HMI FKIP USK menilai kebijakan ini sebagai bentuk kegagalan moral dan politik Pemerintah Aceh dalam memahami penderitaan rakyat. Negara, kata Rivaldi, seharusnya hadir dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar, bukan sibuk merawat citra di ruang publik.
“Rakyat Aceh hari ini tidak butuh baliho, tidak butuh iklan, tidak butuh narasi manis. Rakyat butuh kehadiran nyata negara. Butuh kebijakan yang berpihak, bukan pencitraan murahan,” pungkasnya.

Rivaldi mendesak Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi dan mengkaji ulang seluruh anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat, serta mengembalikan orientasi kebijakan pada pemulihan bencana, kesehatan, dan pendidikan. (*)

Berita Terkait

Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN
Kapolresta Banda Aceh Diperiksa di Mabes Polri, Kabid TIK Ditunjuk sebagai Plt Kapolresta
Bank Aceh Rayakan Usia Ke-53, Perkuat Transformasi Syariah dan Peran sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Pemerintah Aceh Tegaskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan Bukan Dana Tunai ke Kas Daerah
Rifqi Maulana: Mawardi Nur Pimpin BPMA, Momentum Kebangkitan Investasi Migas dan Ekonomi Aceh
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Dukung Larangan Penggunaan Barang Subsidi untuk Program MBG
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh Minta SBA Pastikan Pasokan Semen Tetap Stabil
Panglima Milenial Aceh Apresiasi Peningkatan Dana HUNTAP, Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Temuan 995 Senjata Api dan Narkoba di Sekolah Kebayoran Lama, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Kejaksaan Agung Jadwalkan Pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka TPPU

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:34 WIB

Wapres Tinjau Progres Rehabilitasi Pascabencana di Gayo Lues, Lima Jembatan Diusulkan untuk Pembangunan Permanen

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Wakil Presiden Tinjau Langsung Progres Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:22 WIB

Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Gayo Lues, Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Lebih dari 100 Siswa di Jayapura Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Pemerintah Pastikan Penanganan Intensif

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Seleksi Perangkat Desa di Pati Ungkap Praktik Permintaan Uang Ratusan Juta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Roy Suryo karena Dinilai Cacat Formil

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pemuda Bawa 2 Kg Ganja

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:08 WIB