HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Aliansi Masyarakat Tolak PT CA, Himbau Warga Dokumentasikan Setiap Intimidasi dan Aktivitas PT CA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:20 WIB

50370 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Aliansi Masyarakat Tolak PT CA menghimbau warga untuk secara aktif mendokumentasikan setiap bentuk intimidasi dan aktivitas PT CA yang masih berlangsung di atas lahan yang telah diputus Mahkamah Agung sebagai milik rakyat. Langkah ini dinilai penting bukan hanya sebagai upaya perlindungan hak masyarakat, tetapi juga sebagai pengingat bahwa putusan pengadilan tertinggi seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen hukum semata.

Juru Bicara Aliansi Masyarakat Tolak PT CA, Khairul Amri, menyatakan bahwa masyarakat memiliki dasar hukum kuat untuk bersikap tegas. Putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), kata dia, menegaskan bahwa lahan sengketa tidak lagi memiliki dasar hukum untuk dikelola oleh PT CA.

“Kami meminta warga tidak takut. Setiap intimidasi, tekanan, atau aktivitas perusahaan perlu didokumentasikan dengan baik. Bukti ini penting agar perjuangan masyarakat berdiri di atas fakta dan hukum, bukan sekadar klaim,” ujar Khairul Amri, Jumat 5 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Khairul, persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini bukan lagi sengketa kepemilikan lahan, melainkan soal penegakan hukum. Dalam sistem peradilan, putusan Mahkamah Agung merupakan tahap akhir yang bersifat final dan mengikat seluruh pihak. Ketika putusan tersebut tidak segera dieksekusi di lapangan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hak warga, tetapi juga wibawa negara hukum.

Pihaknya menilai, keberlanjutan aktivitas PT CA di atas lahan yang telah diputus sebagai milik rakyat menunjukkan adanya jurang antara putusan hukum dan implementasinya. Situasi ini, jika dibiarkan, berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum berkepanjangan dan memperbesar risiko konflik sosial di tingkat lokal.

Dia juga menyoroti bahwa banyak konflik agraria di Indonesia tidak berlarut-larut karena lemahnya aturan, melainkan karena absennya tindakan tegas pascaputusan pengadilan. Data berbagai lembaga pemantau agraria menunjukkan bahwa konflik cenderung membesar ketika negara gagal memastikan eksekusi putusan secara konsisten dan transparan.

Khairul Amri menegaskan, dokumentasi yang dilakukan warga bukanlah bentuk provokasi, melainkan mekanisme kontrol sosial yang sah dalam negara demokrasi. Foto, video, dan catatan lapangan, kata dia, akan menjadi alat penting untuk memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran dapat diuji secara objektif oleh aparat penegak hukum.

“Ini bukan ajakan untuk melawan hukum, tetapi justru untuk menegakkan hukum. Ketika warga diminta diam, padahal haknya telah diputus pengadilan, di situlah keadilan mulai kehilangan makna,” ujarnya.

Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk tidak mengambil posisi pasif. Negara, menurut mereka, harus hadir secara nyata dengan menghentikan seluruh aktivitas PT CA di atas lahan sengketa serta memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat dari segala bentuk tekanan.

Pembiaran terhadap aktivitas perusahaan pascaputusan inkracht, lanjut Khairul, berpotensi menciptakan preseden buruk dalam tata kelola konflik agraria. Jika putusan Mahkamah Agung tidak segera diimplementasikan, maka pesan yang sampai ke publik adalah bahwa kekuatan modal dapat mengalahkan keputusan hukum.

Aliansi Masyarakat Tolak PT CA menyatakan akan terus mengawal persoalan ini melalui jalur hukum dan advokasi publik. Seluruh dokumentasi yang dikumpulkan masyarakat akan disusun sebagai laporan resmi kepada aparat penegak hukum dan lembaga negara terkait.

Bagi pihaknya, perjuangan ini tidak semata soal satu perusahaan dan satu wilayah, melainkan soal konsistensi negara dalam menegakkan hukum dan melindungi hak warga. Ketegasan dalam menindaklanjuti putusan pengadilan, mereka menilai, menjadi ukuran sejauh mana negara benar-benar hadir bagi rakyatnya.

Berita Terkait

Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Jelang 4 Desember, Tarmizi Age Minta Polda Aceh Utamakan Pencegahan: “Sayangi Rakyat Aceh, Jangan Lagi Sakiti Mereka”
Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur
Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan
Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin
Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan
Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres
Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Skandal Berulang Solar Subsidi di Nagan Raya, Dari Drum di Beutong Hingga Truk Tangki 5 Ton

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Silaturahmi Tampa Batas Ketua DPW PA Nagan Raya dengan Ketua PDI Perjuangan Aceh, Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Dari Aspirasi ke Sawah, Jamaluddin Idham Salurkan 18 Hand Traktor untuk Petani Nagan Raya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Irigasi Kembali Berfungsi, Petani Alue Seupeung Bersiap Olah 55 Hektare Sawah Melalui Program Rehab Kementan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Truk Tangki Diduga Angkut 5.000 Liter Bio Solar Bersubsidi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Pengawasan Dana Desa Diperkuat, Bupati TRK Ingatkan Pentingnya Tertib Administrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Polemik Keaslian Ijazah Jokowi Berlanjut, Kuasa Hukum Roy Suryo Tantang Pembuktian di Pengadilan

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tim Penasihat Hukum Roy Suryo Ngotot Minta Jokowi Dihadirkan di Persidangan

Berita Terbaru