slot preparation.lsrs.lu

Di Tengah Hamparan Tanah yang Amblas, Harapan Pengungsi Krueng Geukueh Tak Ikut Tenggelam

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:30 WIB

50398 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSEUMAWE — Hamparan tanah di sekitar permukiman warga pesisir Pelabuhan Krueng Geukueh kini tak lagi sama. Sebagian daratan amblas, garis sungai melebar, dan rumah-rumah yang dahulu berdiri kokoh kini rusak berat. Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh pada akhir November 2025 lalu meninggalkan duka bagi warga di kawasan ini.

Puluhan warga terpaksa mengungsi dan bertahan di Posko Pengungsi yang berada di Halaman eks-Kantor Bea Cukai Lhokseumawe termasuk anak-anak, balita dan ibu hamil. Di tempat sederhana itulah, mereka menata ulang hidup sembari menunggu kepastian pemulihan tempat tinggal yang rusak parah.

Pada Selasa (24/12/2025), Bea Cukai Lhokseumawe hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi. Bantuan tersebut menjadi penguat di tengah keterbatasan, sekaligus penanda bahwa para penyintas tidak sendiri menghadapi dampak bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi pengungsian. Sejumlah pegawai Bea Cukai Lhokseumawe bersama para istri pegawai turut terlibat, membaur dengan para pengungsi, menyapa, dan mendengarkan cerita mereka. Kehadiran para pendamping pegawai itu memberi nuansa empati tersendiri, menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang melampaui sekadar distribusi logistik.

Kondisi di sekitar permukiman warga masih memprihatinkan. Aliran sungai yang melebar akibat amblasnya tanah membuat sebagian rumah rusak berat tak bersisa. Di posko pengungsian, para warga menyimpan harapan besar. Bantuan yang diterima tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan sementara, tetapi juga sebagai langkah awal menuju pemulihan. Mereka berharap adanya dukungan berkelanjutan agar rumah-rumah yang rusak berat dapat diperbaiki, sehingga kehidupan dapat kembali berjalan normal. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Amankan Kapal Pengangkut 10 Juta Batang Rokok Ilegal di Perairan Aceh Utara
HIMAKO Universitas Malikussaleh Sambut 150 Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Lewat Meuraka
Bea Cukai Lhokseumawe Serahkan NPPBKC kepada CV. Rencong Makmur Sejahtera
FKP 2026, Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Layanan dan Pengawasan
Mahasiswa HMI Geruduk DPRK Lhokseumawe, Lontarkan Tujuh Tuntutan Keras
Tuntut Perbaikan Kinerja dan Kesejahteraan, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Lhokseumawe
Tuntut Pembebasan Dua Mahasiswa Aceh, Aliansi Rakyat Pro Demokrasi Soroti Tindakan Polda Metro Jaya
Diduga Membobol Ruko, Seorang Pria di Cunda Lhokseumawe Dikepung dan Diamankan Warga

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru