Penulis :
Seli Lolita
Miftahul Jannah Khairiah Nst
Prodi: Ekonomi Syariah IAIN Langsa
Keberhasilan dari pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari tingkat produksi yang meningkat, tetapi juga seberapa merata manfaatnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Model pembangunan inklusif menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya memihak pada segelintir individu atau kelompok, tetapi juga menyentuh serta meningkatkan kualitas hidup semua orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai data terkini yang dirilis menunjukkan bahwa Indonesia mengalami sejumlah perubahan signifikan dalam aspek pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam beberapa bidang kunci, ada peningkatan yang positif menuju ke arah pembangunan yang lebih inklusif.
- Penurunan Tingkat Pengangguran
Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2023 mencapai 5,32 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,54 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.
- Penurunan Jumlah Penduduk Miskin
Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa di tahun 2023 tepatnya bulan Maret, persentase penduduk miskin mencapai 9,36 persen, mengalami penurunan sebesar 0,21 persen poin dari September 2022 dan 0,18 persen poin dari Maret 2022. Jumlah penduduk miskin pada periode tersebut juga menurun sebanyak 0,46 juta orang dari September 2022 dan 0,26 juta orang dari Maret 2022. Penurunan ini terjadi baik di daerah perkotaan (7,29 persen) maupun perdesaan (12,22 persen).
- Pertumbuhan Ekonomi yang Positif
Tak sampai disitu, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Perekonomian Indonesia pada Triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,17 persen (y-on-y), mencerminkan kenaikan yang stabil dari sektor Produksi dan Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terlihat pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (15,80 persen), serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (41,30 persen).
Dengan pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan dan penurunan tingkat pengangguran serta jumlah penduduk miskin, Indonesia bergerak menuju model pembangunan yang lebih inklusif. Meskipun masih terdapat beberapa tantangan, seperti ketimpangan pendapatan, langkah-langkah telah diambil untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berdampak positif bagi semua lapisan masyarakat.
Penguatan ekonomi di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa, menunjukkan bahwa peran penting daerah-daerah tersebut dalam kontribusi terhadap pertumbuhan nasional. Hal ini memberikan landasan yang kuat dalam upaya mencapai pembangunan yang merata dan inklusif di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia telah memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, tetap penting untuk terus mengembangkan kebijakan yang memperkuat inklusivitas dalam pembangunan, mengurangi kesenjangan antar wilayah, kelompok sosial, dan meningkatkan akses terhadap sumber daya bagi seluruh masyarakat. Langkah-langkah ini akan membawa Indonesia menuju model pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari statistik tetapi juga dari dampaknya yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.










































