350 Hektare Sawah di Gandapura Terselamatkan dari Ancaman Gagal Panen, Respons Cepat Pemerintah Jadi Kunci

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026 - 18:48 WIB

50392 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN — Ancaman gagal panen yang membayangi ratusan petani di Kecamatan Gandapura akhirnya berhasil dihindari. Sekitar 350 hektare lahan persawahan yang tersebar di sembilan desa dalam wilayah Kemukiman Buket Rata dan Buket Antara terselamatkan setelah dilakukan penanganan darurat terhadap saluran irigasi Leung Paya Gurugoh yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir.

Saluran irigasi sepanjang kurang lebih enam kilometer tersebut sempat mengalami pendangkalan serius, menyebabkan aliran air tersendat bahkan nyaris terhenti. Padahal, kondisi itu terjadi di tengah masa tanam yang sangat menentukan bagi petani. Jika tidak segera ditangani, kerusakan irigasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar, termasuk gagal panen massal yang berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

Keuchik Gampong Tanjong Raya, Tgk Mauliadi mengungkapkan bahwa situasi di lapangan saat itu sudah berada pada titik kritis. Para petani mulai resah karena kebutuhan air untuk tanaman padi tidak terpenuhi secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisinya sangat genting. Air tidak mengalir dengan baik, sementara tanaman sangat membutuhkan pasokan air. Sedikit saja terlambat ditangani, dampaknya bisa sangat besar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Bireuen atas dinamika yang sempat terjadi, khususnya terkait permintaan penggunaan alat berat pribadi untuk mempercepat penanganan.

“Kami sempat meminta bantuan alat berat pribadi karena kondisi mendesak. Namun setelah dilakukan peninjauan, memang membutuhkan proses dan waktu. Kami memahami itu dan menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang terjadi,” tambahnya.

Menurut Mauliadi keterlambatan penanganan bahkan dalam hitungan hari dapat berujung pada kerugian besar bagi petani. Selain potensi gagal panen, kondisi tersebut juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat desa yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Kepedulian Pemerintah Kabupaten Bireuen menjadi titik balik dalam penanganan krisis ini. Melalui langkah cepat dan koordinasi lintas pihak, proses normalisasi saluran irigasi akhirnya dapat dilakukan, sehingga aliran air kembali berjalan dan mengairi lahan pertanian warga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Mukhlis. Bantuan dan perhatian beliau benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Ini bukan hanya soal irigasi, tapi tentang menyelamatkan sumber penghidupan kami,” tegasnya.

Saat ini, kondisi irigasi Leung Paya Gurugoh dilaporkan mulai berangsur normal. Air kembali mengalir ke sawah-sawah warga, memberikan harapan baru bagi petani untuk melanjutkan masa tanam dan menjaga produktivitas pertanian.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting akan krusialnya infrastruktur irigasi dalam menopang sektor pertanian. Kerusakan kecil yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi krisis besar yang mengancam ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Masyarakat pun berharap agar ke depan pemerintah terus meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur pertanian, termasuk melakukan langkah antisipatif pascabanjir, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Berita Terkait

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Pendampingan Industri Hasil Tembakau Lewat Customs Visit Customer di Bireuen
Iswahyudi Terima SK DPP PAN, Konsolidasi Politik PAN Bireuen Diperkuat Jelang Agenda Strategis Daerah
Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh
Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh
Salurkan Bantuan, Bea Cukai Lhokseumawe ke Gampong Teupin Raya
Dek Gam Tunjuk Wapres Persiraja Nahkodai PAN Bireuen
Rehab Rumah Ketua DPR Aceh Rp4,6 Miliar Dipersoalkan, JASA Bireuen: Tamparan Keras bagi Rakyat Miskin
Konflik Elite Menguat, JASA Makmur Bireuen Desak Mualem Copot Ketua DPRA

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:43 WIB

Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat Lebih dalam Transaksi Pertanahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:20 WIB

Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:16 WIB

Mutiara Kasab dan Padusi Tapa: Pesona Kriya dan Aroma Aceh Memikat di Persit Bisa 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 17:53 WIB

Negara Tidak Boleh Lagi Berkompromi: Tiga Pabrik Getah Pinus di Gayo Lues Dibekukan, Saatnya Mabes Polri Turun Usut Tuntas Jejak Pelanggaran Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:19 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Sudah Tepat Dilanjutkan, Narasi “Hentikan MBG” Dinilai Menghambat Kemajuan Anak Bangsa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:26 WIB

Suryadi Djamil: Eksekutif–Legislatif Harus Solid, Hentikan Polemik yang Merusak Citra Aceh

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:32 WIB

Indikasi Kuasa JACCS MPM dalam Kerja Sama Leasing dan Polisi: Nasib Pilu Pencari Keadilan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:57 WIB

Stop Narasi Hoaks, Kinerja Menko Pangan Zulkifli Hasan Selaras dengan Visi Presiden Prabowo Subianto

Berita Terbaru