Warga Dusun Lae Mbetar Keluhkan Gangguan Keamanan dan Maraknya Aksi Pencurian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:00 WIB

50638 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Masyarakat Dusun Lae Mbetar, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, menyampaikan keluhan serius terkait situasi keamanan lingkungan yang semakin meresahkan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka merasa tidak lagi dapat menikmati rasa aman di lingkungan tempat tinggal sendiri seiring meningkatnya gangguan keamanan, khususnya kejadian pencurian yang melibatkan sejumlah warga sebagai korban.

Dalam keterangan yang disampaikan warga, kejadian-kejadian mencurigakan dan aksi kriminal seperti pencurian dilaporkan terjadi hampir setiap malam. Selain menciptakan kebisingan dan rasa khawatir, aksi-aksi tersebut telah menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Salah seorang warga, Ica, yang merupakan ibu rumah tangga, mengaku kehilangan sejumlah barang milik pribadinya seperti lembu, tabung gas, mesin egerek, ayam, dan entok. Jika ditaksir, nilai kerugian mencapai sekitar Rp10 juta. Sementara itu, Ita, seorang pedagang kelontong setempat, turut menjadi korban pencurian. Ia melaporkan kehilangan satu unit pompa air (sanyo), tabung gas, dan sejumlah rokok, dengan total kerugian sekitar Rp3 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya mengalami kerugian materi, gangguan keamanan juga hadir dalam bentuk tindak perusakan yang mengancam keselamatan warga. Jebua, penduduk Dusun Lae Mbetar asal Nias, mengungkapkan bahwa rumahnya dilempari batu oleh orang tidak dikenal pada malam hari hingga jendela rumahnya pecah. Ia menegaskan tidak memiliki persoalan dengan tetangga maupun warga lainnya, namun tetap merasa sangat terganggu dan khawatir atas keselamatannya.

Pelaku usaha mikro, Ewin, juga turut mengeluhkan kehilangan kotak infaq untuk anak yatim dan tabung gas elpiji dari tempat usaha miliknya. Insiden ini menurutnya tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencoreng rasa solidaritas sosial yang selama ini ia bangun di tengah masyarakat.

Warga mengaku telah menyampaikan keluhannya kepada pemerintah desa. Sekretaris Desa Sikalondang, Mukaribin Pohan, menyatakan bahwa pihak desa telah berupaya menelusuri pelaku, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil yang nyata. Situasi yang belum tertangani secara tuntas ini membuat masyarakat semakin khawatir atas keselamatan dan kenyamanan hidup sehari-hari.

Melalui surat terbuka yang ditandatangani secara kolektif, masyarakat Lae Mbetar meminta perhatian serius dari aparat keamanan, baik di tingkat desa maupun dari kepolisian setempat. Mereka mengharapkan adanya tindakan nyata untuk mengusut berbagai peristiwa tersebut dan menempatkan upaya keamanan komunitas sebagai salah satu prioritas utama.

Masyarakat juga berharap adanya peningkatan patroli, kontrol lingkungan yang lebih ketat, serta pendekatan preventif lainnya untuk menciptakan rasa aman. Lingkungan yang tenteram dan bebas dari rasa takut merupakan hak warga negara yang perlu dijamin keberlangsungannya.

“Demikian keluhan ini kami sampaikan dengan harapan besar agar segera ditindaklanjuti,” tulis pernyataan resmi yang mewakili suara masyarakat Dusun Lae Mbetar.

Kondisi keamanan lingkungan desa kini menjadi salah satu isu krusial yang memerlukan intervensi cepat dari berbagai pihak agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih kompleks di masa depan. (TIM)

Berita Terkait

DPP APKASINDO Resmi Berhentikan Netap Ginting sebagai Ketua DPW Aceh, Sejumlah Pengurus Daerah Mengaku Belum Mengetahui
Trik Di Balik Undangan Wali Kota, Simpul Lama Konflik Belukur PT Lae Saga Menunggu Dibuka
Irwan Faisal Kian Tak Terbendung, Kantongi Mayoritas Dukungan Jelang Musda Golkar Subulussalam
Kajari Subulussalam Andie Saputra SH Perkuat Sinergi APH Lewat Tennis Persahabatan dengan Pengadilan Negeri Singkil
Syahbudin Padang Kecam Sikap Tidak Profesional, Masyarakat Minta APH Telusuri Dugaan Permasalahan Proyek APBN
Profesor Sutan Nasomal Penanggungnawab Timpas Indonesia Minta Kapolri Perintahkan Kapolda Aceh Sidik PT..Alis!!
Pemerintah Pusat Diminta Waspadai Calon Lokasi Pembangunan SNT di Subulussalam, Diduga Bermasalah Secara Administratif
Polres Subulussalam Gelar Zikir, Tausiyah dan Doa Bersama dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-80

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

Sekda Aceh Singkil Diminta Terbitkan Surat Tugas Inspektorat, Para Kades Minta Audit Menjelang Akhir Masa Jabatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:30 WIB

*Rawan Kecelakaan, Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN dan Pemerintah Perlebar Jalan Nasional Barsela

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:42 WIB

Prof Sutan Nasomal, Harapkan Presiden Prabowo Kabulkan Aspirasi Kader Pengurus Partai Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Satu Dapil Mudahkan Pemilih!!!

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Demo Tuntut Hak Kepada PT Nafasindo

Rabu, 15 April 2026 - 03:37 WIB

Massa Kepung PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma, Lapangan Kerja, hingga Legalitas Operasional Pabrik

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:45 WIB

Dugaan Penganiayaan di Suro Dilaporkan ke Polisi, Unit Reskrim Bertindak Cepat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:30 WIB

Bea Cukai Meulaboh Perkuat Sinergi DBHCHT dan Tebar Literasi Kepabeanan bagi Generasi Muda Aceh Singkil

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:22 WIB

Disambut Haru dan Sorak Dukungan, Yakarim Munir Resmi Keluar dari Rutan Singkil

Berita Terbaru