slot preparation.lsrs.lu

Bungkamnya Jaksa Agung ST Burhanuddin Setelah Kasus Febrie Adriansyah, Sorotan Tajam soal Komitmen Bersih-bersih Korps

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 16:51 WIB

50324 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Sikap bungkam Jaksa Agung ST Burhanuddin sejak kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi tersangka korupsi dan tindak pidana pencucian uang, kini menuai perhatian luas. ST Burhanuddin yang dulu terkenal vokal soal komitmen memberantas korupsi, kini dinilai gagal memberi ketegasan di tengah sorotan publik terhadap Kejaksaan.

Pernyataan keras Burhanuddin pada 25 Februari 2025 pernah terekam jelas: tidak ada lagi jaksa boleh meminta proyek, siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan akan dicopot tanpa pandang bulu. Kini, momentum itu dipertanyakan menyusul status tersangka terhadap Febrie. Eks Menko Polhukam Mahfud MD bahkan menyoroti langsung: kasus Febrie bukan lagi sekadar “main proyek”, tapi sudah merampok negara, sementara Jaksa Agung hanya diam.

Kasus ini terkuak usai Polri melimpahkan perkara Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. Publik menyorot, mengapa pernyataan tegas justru hanya keluar dari Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, bukan dari Jaksa Agung sendiri. Sorotan semakin tajam setelah pengunduran diri Febrie dari Jampidsus dilakukan secara diam-diam tengah malam, diketahui setelah Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak pencopotan demi menjaga citra Kejaksaan di awal pemerintahan Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan penonaktifan Jaksa Agung mencuat dari banyak kalangan. Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyebut, selama ST Burhanuddin memimpin, perkara-perkara besar mulai Jiwasraya, dugaan manipulasi batu bara, hingga Krakatau Steel muncul di masa Febrie menempati posisi penting di Kejagung. Untuk menjaga proses adil dan transparan, nonaktifkan Jaksa Agung dinilai satu-satunya cara meredam keraguan, terutama melihat pengaruh besar Febrie di lingkungan Kejaksaan selama empat tahun terakhir.

Respons ST Burhanuddin yang memilih bungkam, berbanding terbalik dari gaya kepemimpinannya yang selama ini dikenal keras di depan publik. Sikap ini, menurut Mahfud dan banyak pengamat hukum, justru memperlemah keyakinan bahwa reformasi Kejaksaan berjalan sesuai janji. Penegakan hukum dan kepercayaan publik menjadi taruhan, apalagi hanya Kapuspenkum yang muncul membacakan perkembangan kasus di hadapan media.

Tekanan agar Kejaksaan dibenahi kini kian kuat. Momentum kasus Febrie Adriansyah diharapkan jadi pijakan pembuktian: apakah janji bersih-bersih benar dijalankan tanpa pilih kasih, atau sekadar ucapan kehilangan makna. ST Burhanuddin, dengan sikap bungkamnya, justru tengah diuji konsistensi dan integritasnya sebagai pimpinan tertinggi Korps Adhyaksa. Masyarakat kini menanti, bukan sekadar pembelaan formalitas, tetapi gebrakan nyata menyelamatkan marwah penegakan hukum di Indonesia. (*)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru