AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bayu Wardhana, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk meminta maaf atas ucapannya yang mengibaratkan wartawan sebagai ‘londo ireng’. Pernyataan Prabowo itu dinilai Bayu sebagai bentuk diskriminasi yang memojokkan profesi jurnalis sebagai kelompok kritis yang dianggap berkhianat pada bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Bayu pada Jumat, 24 Juli 2026, lewat pesan singkat. Ia menilai, istilah ‘londo ireng’ yang berarti pengkhianat atau yang membela kepentingan asing, merendahkan kerja jurnalistik yang pada dasarnya menyampaikan fakta kepada publik. Bayu juga mencontohkan pemberitaan seputar kasus keracunan menu makan bergizi (MBG), program prioritas pemerintahan Prabowo, sebagai bentuk kritik konstruktif yang seharusnya dilihat sebagai masukan, bukan serangan.

Menurut Bayu, ucapan Presiden yang menyasar wartawan dan kelompok kritis lainnya sama saja dengan bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalis. Ia menekankan seharusnya Presiden tidak menyerang pekerja media, tetapi lebih fokus membenahi masalah yang dikritik. Bayu mendesak Presiden Prabowo segera menyatakan permohonan maaf dan memperbaiki komunikasi publik dalam setiap pidatonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, dalam puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center, Kamis, 23 Juli 2026, Prabowo secara terbuka menyebut masih adanya londo ireng zaman sekarang, yang menurutnya kini berbaju wartawan, jurnalis, pengamat hingga LSM. Prabowo menyebut kelompok itu selalu mencari kekurangan pemerintah dengan menyoroti sisi negatif saja, seperti pemberitaan soal sekolah roboh di tengah perbaikan ribuan sekolah yang dilakukan pemerintah.

Pernyataan Prabowo itu menuai sorotan dari kalangan jurnalis dan pegiat kebebasan pers yang khawatir stigma tersebut rentan disalahgunakan dan memicu represi pada insan pers. Bayu menilai, kritik jurnalis semestinya dianggap sebagai bagian dari kontrol publik dalam negara demokratis, bukan musuh negara. AJI meminta Presiden Prabowo untuk membuka ruang dialog dan menghormati kerja jurnalis yang mengabdi pada kebenaran serta kepentingan publik. (*)

Berita Terkait

Kronologi Kematian Misterius Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Polisi Dituntut Transparan
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan
Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif
YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi
Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi
MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43 WIB

Tarmizi Age: Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Cukong, Rakyat Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:23 WIB

USM Gelar FGD Peningkatan Tata Kelola Universitas untuk Capai IKU dan Wujudkan Kampus Berdampak

Berita Terbaru